News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 25 November 2019

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan pelemahannya dimana IHSG ditutup turun 17,12 poin atau melemah –0,28% setelah bergerak melemah di hampir sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.086,83 - 6.122,48. Sebanyak 245 saham ditutup melemah, 152 saham menguat dan 150 saham stagnan. Secara sektoral,  sebanyak enam sektor menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Industri Dasar dan Properti masing-masing –1,06% dan –0,65%. Sentimen eksternal terkait ketidakpastian penyelesaian perang dagang AS-Tiongkok dan semakin meningkatnya tensi ketegangan perdagangan tersebut, menjadi faktor utama penekan melemahnya IHSG. Di sisi lain, kebijakan Bank Indonesia yang menahan suku bunga acuannya di level 5% tidak mampu menopang pergerakan IHSG.
 
Indeks saham di bursa Wall Street akhir pekan kemarin ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,39%, Indeks Nasdaq menguat 0,16% dan Indeks S&P menguat 0,22%. Menguatnya indeks tersebut didorong oleh rilis data ekonomi AS terbaru dan laporan keuangan emiten peritel yang tumbuh solid. Emiten peritel yang melaporkan kinerja keuangannya yakni Nordstorm dan Gap, yang membukukan kenaikan pendapatan. Saham Nordstorm menguat 10,64% dan saham Gap naik 4,44%. Dari sisi data ekonomi terbaru AS, University of Michigan dalam laporannya, menunjukkan kepercayaan konsumen yang lebih tinggi pada bulan November 2019. Consumer Sentiment Final November 2019 tercatat naik dari 95,5 ke 96,8, di atas ekspektasi yang sebesar 95,7. Data ekonomi lainnya yakni Markit Composite PMI Flash naik dari 50,9 ke 51,9 ; Markit Manufacturing PMI Flash naik dari 51,3 ke 52,2 dan Markit Services PMI Flash naik dari 50,6 ke 51,6.
Sedangkan dari sisi perang dagang, ada berita terbaru seputar pernyataan Presiden AS dan Presiden Tiongkok. Presiden AS, Donald Trump, akhir pekan kemarin mengatakan kepada Fox News bahwa kedua belah pihak “berpotensi sangat dekat” untuk menyelesaikan kesepakatan tetapi Trump “tidak ingin” membuat satu. Sementara Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengatakan dia berharap kesepakatan sudah dekat, akan tetapi bahwa Jinping “tidak takut” untuk melawan apabila diperlukan. Namun penguatan indeks dibatas oleh anjloknya saham Tesla 6,1% setelah peluncuran truk pick up listrik yang dinilai banyak kalangan tidak mungkin untuk menantang model terlaris oleh Ford dan perusahaan mobil konvensional lainnya.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,79% yang dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar dan penguatan indeks di bursa Wall Street di tengah-tengah sikap wait & see terhadap perkembangan terbaru pembicaraan dagang AS-Tiongkok dan situasi politik di Hong Kong.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik awal pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi untuk menguat secara terbatas. IHSG awal pekan ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6084/6068 - 6120/6139.

Cermati :
UNTR, ADRO, ASII, JSMR, LPPF
          

BERITA EMITEN

AKRA : Mendekati sejumlah investor domestik dan luar negeri  untuk membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) berkapasitas antara 200-300 MW di kawasan Java Integrated and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur. Perseroan menargekan mengeksekusi proyek senilai US$ 350 juta tersebut pada Juni-Juli 2020.
Rekomendasi : Netral
 
LUCK : Menanggapi suspensi yang diberikan oleh Bursa Efek Indonesia. Perseroan mengungkapkan hal tersebut hanya sentimen negatif dari pasar. Di sisi lain, perseroan saat ini berencana melakukan ekspansi dengan membuka beberapa cabang baru dan perseroan sudah membuka 5 cabang di Karawang, Batam, Denpasar, BSD dan Surabaya. Sementara target tahun ini adalah membuka 15 cabang baru.
Rekomendasi : Netral
 
FORZ : Berencana untuk melunasi surat utang jangka menengah yang akan jatuh tempo pada 1 Januari 2020. Perseroan akan menjual beberapa aset untuk pelinasan utang sebesar Rp. 255 miliar tersebut. Aset tersebut seperti cadangan lahan (landbank) dan properti.
Rekomendasi : Netral
 
WTON : Perseroan mengantongi kontrak baru senilai Rp. 5,2 triliun hingga Oktober 2019, atau mencapai 61,17% dari target tahun 2019 yang sebesar Rp. 8,5 triliun. Kontrak baru tersebut didominasi oleh sektor infrastruktur sebesar 68,45% , energi sebesar 16,43%, properti sebesar 8,75% dan industri serta tambang masing-masing 4,86% dan 1,51%. Perseroan optimistis target tersebut dapat tercapai dikarenakan sedang mengincar beberapa proyek baik internal maupun eksternal.
Rekomendasi : Netral
 
KPAS : Bakal memilliki kapasitas produksi sebesar 150 ton per bulan pada awal tahun depan seiring dengan beroperasinya mesin baru jenis bleecing cotton. Untuk tahun ini, perseroan memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10%-15%.
Rekomendasi : Netral
 
GOOD : Berharap dapat mengerek margin laba bersih pada akhir tahun ini seiring dengan harga bahan baku yang lebih baik dan peningkatan penjualan. Perseroan juga berharap dapat mengejar target pertumbuhan penjualan 10%-15% seiring dengan momen Natal dan tahun baru,
Rekomendasi : Netral
 
MAIN : Perseroan memeprkirakan akhir tahun nanti bisa kembali mencatatkan pertumbuhan penjualan bersih dobel digit. Kembalinya naiknya harga jual anak ayam dan itik usia sehari atau day old chicken dan ayam pedaging menjadi pertimbangan perseroan. Sejalan dengan itu, perseroan juga memproyeksikan pertumbuhan laba tahun berjalan walaupun angkanya tidak sebesar pertumbuhan penjualan.
Rekomendasi : Netral
 
MARK : Mulai tahun depan perseroan menambah bisnis perlengkapan sanitasi. Perseroan ingin memproduksi kloset dan urinal dengan investasi awal sebesar Rp 150 miliar untuk membeli mesin produksi. Namun perseroan akan melakukan trading terlenih dahulu atau bertindak sebagai distributor untuk tes pasar pada pertengahan 2020 nanti.
Rekomendasi : Netral
 
MNCN : Perseroan membidik pendapatan tumbuh 12% - 14% tahun depan. Target tersebut lebih tinggi dari target tahun ini, antara 7% hingga 10%. Adapun realisasi pendapatan selama kuartal III 2019Rp 6,27 triliun. Nilai tersebut naik 13% di bandinf periode yang sama tahun sebelumya.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 13 Desember 201913 Dec 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 40,70 poin atau melemah –0,66% setelah bergerak sideways dalam range 6.139,40 - 6.201,02. Sebanyak 247 saham di tutup melemah, 151 [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Desember 201912 Dec 2019 09:03

IHSG di perdagangan kemarin kembali melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 3,41 poin atau melemah –0,06% setelah bergerak sideways dalam range 6.171,93 - 6.204,60. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 10 Desember 201910 Dec 2019 09:04

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 6,92 poin atau menguat 0,11% setelah bergerak sideways dalam rentang terbatas 6.180,84 - 6.210,78. Sebanyak 206 saham ditutup menguat, 184 [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Desember 201909 Dec 2019 08:52

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 34,75 poin atau menguat 0,57% setelah bergerak sideways dalam range 6.145,12 - 6.186,87. Sebanyak 189 saham ditutup menguat, 199 [ ... ]

Read more...
Morning Note 6 Desember 201906 Dec 2019 08:47

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 39,24 poin atau menguat 0,64% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.131,59 - 6.157,93. Sebanyak 215 saham ditutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF