News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 7 November 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 46,61 poin atau melemah –0,74% setelah bergerak sideways dalam range 6.198,50 - 6.274,29. Sebanyak 284 saham ditutup melemah, 134 saham menguat dan 135 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak tujuh sektor menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Keuangan dan Infrastruktur masing-masing –1,60% dan –1,18%.  Melemahnya indeks tersebut dipengaruhi oleh sejumlah sentimen baik eksternal dan domestik. Sentimen eksternal datang dari sikap pelaku pasar yang mencermati perkembangan terbaru perang dagang AS-Tiongkok dimana Tiongkok mendesak AS untuk menghapus lebih banyak tarif impor. Sementara faktor domestik yang menekan pergerakan IHSG yakni datang dari aksi profit taking paska penguatan IHSG cukup signifikan di sesi perdagangan sebelumnya. Di sisi lain, tekanan juga datang dari pernyataan Presiden Joko WIdodo yang meminta perbankan nasional untuk serius menurunkan suku bunga kredit dimana suku bunga acuan Bank Indonesia sudah turun beberapa kali. Faktor tersebut kemudian memberikan tekanan terhadap saham-saham perbankan yang ditutup melemah –1,60%.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi terbatas. Indeks Dow ditutup turun tipis 0,07 poin, Indeks Nasdaq melemah –0,29% dan Indeks S&P ditutup menguat 0,07%. Bervariasinya penutupan indeks dipengaruhi oleh adanya kemungkinan ditundanya kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok hingga Desember 2019. Dilansir Reuters, seorang pejabat senior pemerintahan Presiden Trump mengatakan kepada Reuters bahwa pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk menandatangani perjanjian perdagangan sementara bisa ditunda hingga Desember dikarenakan diskusi mengenai persyaratan dan tempat masih berlanjut. Pejabat pemerintahan Trump mengatakan bahwa masih mungkin kesepakatan “tahap pertama” tidak akan tercapai, tetapi kesepakatan lebih mungkin dicapai daripada tidak. Kabar penundaan tersebut memunculkan kekhawatiran baru tentang berapa lama perang dagang dapat berlanjut. Selain sentimen tersebut, sejumlah rilis laporan keuangan emiten tadi malam turut mempengaruhi pergerakan indeks. Saham CVS Health Corp naik 5,4% setelah melaporkan kinerja laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan serta saham Humana Inc naik 3,5% dan mendorong saham sektor kesehatan naik 0,6%. Sementara saham sektor keuangan masih membukukan kenaikan dengan ditutup menguat 0,4%. Sedangkan indeks energi mengalami pelemahan –2,3% menyusul penurunan harga minyak.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,09% yang dipengaruhi oleh sikap kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan terbaru terkait penundaan penandatanganan kesepakatan dagang AS-Tiongkok hingga Desember 2019. Di sisi lain, investor juga menantikan rilis laporan keuangan emiten yang salah satunya adalah Toyota.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan rawan akan tekanan sentimen eksternal dan tekanan pada saham sektor keuangan. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6186/6154 - 6262/6306.

Cermati :
BRPT, BSDE, ITMG, TLKM, UNVR, INKP
     

BERITA EMITEN

GIAA : Optimistis mampu melampaui target laba pada tahun ini setelah berhasil membalikkan rugi menjadi untung pada Q3-2019. Untuk tahun 2019 perseroan menargetkan dapat meraih laba bersih sebesar US$ 70 juta. Salah satu faktor yang mengerek kinerja perseroan adalah menurunnya volume bahan bakar yang digunakan dari US$ 1,01 miliar menjadi US$ 908,41 juta.
Rekomendasi : Netral
 
BNLI : PT. Astra Internasional Tbk (ASII) dan Standard Chartered Bank akan melepas kepemilikannya di perseroan. Saat ini aksi korporasi tersebut masih dalam proses tawar menawar. Sejumlah investor santer dikabarkan mengincar kepemilikan perseraon antara lain Bank Mizuho yang mengincar 44,6% saham perseroan milik Standard Chartered dan OCBC Group yang mempertimbangkan membeli sekitar 90% saham perseroan senilai US$ 1,9 miliar atau sekitar Rp. 27,09 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
PTPP : Memenangkan tender proyek pembangunan smelter bauksit milik PT. Borneo Alumina Indonesia yang merupakan anak usaha patungan PT. Indonesia Asahan Alumunium (Persero) dengan PT. Antam Tbk. Proyek pembangunan pabrik alumina tersebut akan di bangun di atas lahan seluas 288 ha di tiga desa di Kabupaten Mempawah - Kalimantan Barat.
Rekomendasi : Netral
 
BUMI : Membuka peluang kerja sama strategis dengan PT. Amman Mineral dan PT. Freeport Indonesia dalam pengolahan tembaga. Berbagai opsi dikaji, mulai dari pembentyukan usaha patungan hingga pembangunan smelter bersama.
Rekomendasi : Netral
 
ISAT : Mencatat rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp. 284,59 miliar pada Q3-2019 atau turun 81,5% dibanding Q3-2018 yang rugi Rp. 1,54 triliun. Penurunan kerugian tersebut disebabkan oleh pendapatan yang meningkat dari Rp. 16,77 triliun menjadi Rp. 18,85 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
TNCA : Asetku Ecommerce Ltd, perusahaan berbasis di Hong Kong, menguasai 27,49% saham perseroan. Hal ini terjadio setelah Asetku mengambil alih saham perseroan milik PT. Carita Karya Graha dan PT. Asuransi Intra Asia.
Rekomendasi : Netral
 
SSIA : Berhasil mencatatkan marketing sales lahan industri seluas 16,6 ha atau setara dengan Rp. 285,9 miliar hingga Q3-2019. Pencapaian tersebut mencerminkan kenaikan 99,6% dibandingkan penjualan lahan industri tahun lalu yang mencapai 8,3 ha. Sedangkan pendapatan konsolidasi hingga Q3-2019 tumbuh 4,2% dari Rp. 2,65 triliun menjadi Rp. 2,76 triliun. Sementara rugi bersih perseroan turun dari Rp. 65,60 miliar menjadi Rp. 8,11 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
MPRO : Perseroan mencatatkan marketing sales sebesar Rp 90 miliar., melebihi target tahun ini yang di tetapkan sebesar Rp 70 miliar. Pencapaian ini juga jauh lebih tinggi dari realisasi kuartal III tahun lalu yang sebesar Rp 30 miliar. Perseroan juga optimis hingga tutup tahun perseroan bisa mencatatkan marketing sales sebesar Rp 110 miliar karena perseroan sudah menerima uang muka dari sejumlah proyek lain.
Rekomendasi : Netral
 
BRMS : Perseroan berhasil mencetak laba bersih US$ 1,02 juta dari sebelumnya mencetak rugi bersih US$ 93,95 juta pada kurtal III 2018. Kenaikan laba bersih sejalan dengan kenaikan pendapatan menjadi US$ 3,46 juta. Pendapatan ini merupakan kontribusi dari jasa konsultasi pertambangan ke bellridge holding limied.
Rekomendasi : Netral
 
ENVY : Perseroan akan memanfaatkan waku tersisa akhir tahun ini untuk mengejar bisnis tahun 2020. Pasalanya, hingga kuartal III 2019 perseroan sudah mencapai target tahunan. Ini lantaran core usaha perseroan sejalan dengan sektor yang kini tengah berkembang, yakni teknologi informasi.  Hingga kuartal III 2019 perseroan mencatatkan pendapatan Rp 121,41 miliar, melewati target yang di tetapkan tahun ini sebesar Rp 102,76 miliar.
Memasang target lebih tinggi untuk kinerja keuangan tahun 2020 dibandingkan tahun ini. Perseroan menargetkan pendapatan tahun 2020 sebesar Rp. 180 miliar dan laba bersih sebesar Rp. 13 miliar. Sementara untuk tahun 2019, perseroan menargetkan menargetkan pendapatan sebesar Rp. 102,76 miliar dan laba bersih sebesar Rp. 7,5 miliar. Peningkatan tahun 2020 akan didukung oleh pendapatan berulang dari beberapa proyek yang sedang dikerjakan secara berkelanjutan.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 13 Desember 201913 Dec 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 40,70 poin atau melemah –0,66% setelah bergerak sideways dalam range 6.139,40 - 6.201,02. Sebanyak 247 saham di tutup melemah, 151 [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Desember 201912 Dec 2019 09:03

IHSG di perdagangan kemarin kembali melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 3,41 poin atau melemah –0,06% setelah bergerak sideways dalam range 6.171,93 - 6.204,60. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 10 Desember 201910 Dec 2019 09:04

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 6,92 poin atau menguat 0,11% setelah bergerak sideways dalam rentang terbatas 6.180,84 - 6.210,78. Sebanyak 206 saham ditutup menguat, 184 [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Desember 201909 Dec 2019 08:52

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 34,75 poin atau menguat 0,57% setelah bergerak sideways dalam range 6.145,12 - 6.186,87. Sebanyak 189 saham ditutup menguat, 199 [ ... ]

Read more...
Morning Note 6 Desember 201906 Dec 2019 08:47

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 39,24 poin atau menguat 0,64% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.131,59 - 6.157,93. Sebanyak 215 saham ditutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF