News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 17 Oktober 2019

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 11,43 poin atau menguat 0,19% setelah bergerak sideways dalam range 6.143,85 - 6.183,58. Sebanyak 188 saham ditutup menguat, 218 saham melemah dan 139 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak lima sektor menopang penguatan IHSG dengan penguatan terbesar ada pada sektor Keuangan dan Properti masing-masing 0,62% dan 0,57%. Menguatnya IHSG kemarin didukung oleh sentimen eksternal yakni negosiasi Inggris dengan Uni Eropa terkait dengan Brexit yang sudah mendekati kesepakatan serta dimulainya musim laporan keuangan di bursa AS yang menunjukkan hasil yang optimis sehingga meredam kekhawatiran akan dampak perang dagang terhadap kinerja keuangan emiten. Namun tekanan aksi profit taking sempat menekan pergerakan IHSG yang sempat bergerak melemah sebelum akhirnya ditutup menguat.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi terbatas. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,08%, Indeks Nasdaq terkoreksi –0,30% dan Indeks S&P terkoreksi –0,20%. Pergerakan melemah indeks tadi malam akibat terbebani oleh data ekonomi AS yang lemah dan ketegangan geopolitik. Kedua sentimen tersebut menekan pergerakan indeks meskipun serangkaian laporan kinerja keuangan emiten untuk Q3-2019 secara umum menunjukkan hasil yang positif. Saham-saham sektor teknologi yang dipimpin oleh saham Microsoft yang melemah –0,82%, menjadi penekan terbesar ketiga indeks tersebut tadi malam. Dari sisi data ekonomi yang menekan indeks, Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel di AS pada September 2019 mengalami kontraksi atau turun 0,3% untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir. Hal tersebut menjadi pertanda bahwa tekanan pada sektor manufaktur mungkin telah menjalar ke ekonomi yang lebih luas dan investor juga menilai bahwa penurunan penjualan ritel merupakan indikasi pertama tekanan ekonomi dari sisi konsumen. Sementara itu, ketidakpastian kesepakatan dagang AS dengan Tiongkok meningkat setelah DPR AS membuat marah Tiongkok dengan meloloskan legislasi pro demokrasi untuk mendukung Hong Kong. Sebagai tanggapannya, Tiongkok memperingatkan bahwa hubungan bilateral AS-Tiongkok akan rusak apabila tindakan tersebut menjadi hukum. Sedangkan Presiden Trump mengatakan bahwa ia mungkin tidak akan menandatangani perjanjian perdagangan apa pun sebelum bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping di Forum APEC mendatang di Chili. Namun Trump juga mengatakan bahwa sebagian perjanjian perdagangan sedang diformalkan. Untuk laporan keuangan emiten, para analis saat ini memperkirakan laba emiten S&P Q3-2019 akan turun 3%, yang akan menandai kontraksi secara tahunan pertama sejak resesi laba yang berakhir pada tahun 2016. Namun dari 43 emiten yang telah melaporkan kinerja labanya, sebanyak 86% diantaranya melampaui ekspektasi.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,10% yang turut terpengaruh lemahnya data penjualan ritel AS dan ketidakpastian dari kesepakatan dagang AS-Tiongkok. Di sisi lain, investor di bursa Jepang juga mencermati perkembangan negosiasi Brexit yang masih berlangsung.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan rawan akan aksi profit taking dan tekanan sentimen negative eksternal. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6152/6135 - 6179/6188.

Cermati :
ADRO, BBNI, BBRI, CTRA, SRIL, UNVR
   

BERITA EMITEN

PEHA : Perseroan berencana akan membangun pabrik bahan baku obat. Hal ini dilakukan demi mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku obat impor. Pabrik yang akan di bangun rencananya mampu memproduksi detros, salah satu bahan baku untuk membuat cairan infuse dan oralit.
Rekomendasi : Netral

WIKA : Menggandeng BUMN Taiwan untuk mengikuti tender konstruksi bandar udara di Taiwan dengan nilai proyek yang diperkirakan mencapai Rp. 20 triliun. Saat ini proses tendernya masih dalam tahap persiapan dan diperkirakan akan berlangsung pada Desember 2019. Dikarenakan lumayan besar, proyek tersebut berpeluang mendongkrak nilai kontrak baru perseroan tahun ini. Perseroan juga mengincar konstruksi jalan di Malaysia dimana kedua proyek di Malaysia dan Taiwan tersebut secara total nilainya di atas Rp. 35 triliun.
Rekomendasi : Netral

ADHI : Mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp. 7,6 triliun, naik 11,7% dibandingkan dengan perolehan kontrak baru hingga Agustus 2019 yang sebesar Rp. 6,8 triliun. Sementara itu, perseroan mengincar kontrak baru sebesar Rp. 30 triliun hingga akhir tahun ini.
Rekomendasi : Netral

IPCM : Fokus meningkatkan kinerja dengan menambah empat armada baru senilai Rp. 230 miliar. Dana yang digunakan untuk pembelian kapal tersebut berasal dari dana hasil IPO.
Rekomendasi : Netral

JSMR : Mengkaji dua opsi pendanaan dari pasar modal yakni Kontrak Investasi Kolektif (KIK) Efek Beragun Aset (EBA) dan KIK Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra). Opsi pendanaan ini akan dieksekusi sebelum akhir 2019.
Rekomendasi : Netral

EXCL : Telah menyiapkan dana senilai Rp. 701,72 miliar untuk melunasi obligasi dan sukuk jatuh tempo bulan ini. Surat utang tersebut terdiri atas obligasi Berkelanjutan I XL Tahap I seri A dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap I 2018 seri A ditambah bunga maupun imbalan Ijarah.
Rekomendasi : Netral

BJTM : Hingga akhir Q3-2019, menyalurkan kredit sebesar Rp. 37,73 triliun atau tumbuh 14,07% secara tahunan. Kredit di sektor konsumsi menjadi penyumbang tertinggi penyaluran kredit tersebut, sedangkan pertumbuhan paling tinggi dari sektor komersial. Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp. 1,14 triliun atau tumbuh 7,61% secara tahunan.
Rekomendasi : Netral

ASSA : Perseroan memperkirakan pertumbuhan bisnis penyewaan kendaraan bisa menembus 15% tahun ini. OLeh karena itu perseroan menyiapkan pertumbuhan bisnis dengan menambah armada. Tahun ini perseroan berupaya menambha 6,500 kendaraan. Hingga saaat ini perseroan sudah berhasil membeli sejumlah 6.000 kendaraan.
Rekomendasi : Netral

PBRX : Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10% - 15% di banding realisasi 2018 yang sebesar US$ 611,4 juta. Dengan begitu, perseroan menargetkan pendapatan pada 2019 bisa mencapai US$ 672,54 juta – US$ 703,11 juta. Namun per akhir juni lalu, perseroan baru mengumpulkan US$ 284,8 juta atau 42,35% dari target.
Rekomendasi : Netral

CPIN : Tetap optimistis pendapatan tahun ini tumbuh 10% kendari harga broiler cenderung stagnan dan pembangunan pabrik pakan molor. Untuk tahun ini perseroan menargetkan pengoperasian pabrik paba baru yakni di Semarang dan Padang. Namun hanya pabrik pakan di Semarang yang dapat beroperasi sementara pabrik pakan di padang masih perlu ada penyesuain.
Rekomendasi : Netral

 

Morning Meeting

Morning Note 12 November 201912 Nov 2019 08:43

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 29,25 poin atau melemah –0,47% setelah bergerak sideways dalam range 6.127,88 - 6.182,82. Sebanyak 247 saham ditutup melemah, 155 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 8 November 201908 Nov 2019 08:58

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 51,92 poin atau melemah –0,84% setelah bergerak sideways dalam range 6.119,42 - 6.235,64. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 7 November 201907 Nov 2019 08:47

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 46,61 poin atau melemah –0,74% setelah bergerak sideways dalam range 6.198,50 - 6.274,29. Sebanyak 284 saham ditutup melemah, 134 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 5 November 201905 Nov 2019 08:55

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 26,85 poin atau melemah –0,43% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 1 November 201901 Nov 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 67,43 poin atau melemah 1,07% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 63216,29 - 6.301,59. Sebanyak 282 [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF