News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 14 Oktober 2019

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 82,16 poin atau menguat 1,36% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.033,32 - 6.109,12. Sebanyak 266 saham ditutup menguat, 141 saham melemah dan 141 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor menopang penguatan IHSG dengan penguatan terbesar ada pada sektor Industri Dasar dan Aneka Industri masing-masing 2,89% dan 2,46%. Menguatnya IHSG tersebut sejalan dengan penguatan indeks di bursa Wall Street dan bursa kawasan regional paska meningkatnya ekspektasi akan tercapainya kesepakatan perdagangan AS dan Tiongkok, pernyataan Presiden AS, Donald Trump bahwa perundingan berjalan dengan “sangat baik” serta kesediaannya untuk  bertemu dengan perwakilan pemerintah Tiongkok yakni Wakil PM, Liu He pada akhir pekan kemarin. Namun meski IHSG ditutup menguat, investor asing mencatatkan aksi jual bersih di pasar reguler mencapai Rp. 309 miliar dimana saham-saham yang paling banyak dijual antara lain BBRI, BMRI, LPPF, ICBP dan TLKM.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. Indeks Dow ditutup menguat 1,21%, Indeks Nasdaq menguat 1,34% dan Indeks S&P menguat 1,09%. Menguatnya indeks tersebut dipengaruhi oleh negosiasi perdagangan tingkat tinggi AS-Tiongkok yang berakhir dengan adanya kesepakatan. Hasil perudingan dagang tersebut merupakan kesepakatan parsial atau menyepakati garis besar dari perjanjan perdagangan. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa ia dan mitranya Presiden Tiongkok Xi Jinping, akan menandatangani perjanjian tersebut paling cepat bulan depan. Dalam kesepakatan tersebut, Tiongkok akan secara signifikan meningkatkan pembelian komoditas pertanian AS, menyetujui kebijakan kekayaan intelektual dan konsesi terkait jasa keuangan dan mata uang. Sebagai gantinya, AS akan menunda kenaikan tarif impor yang dijadwalkan berlaku mulai 15 Oktober 2019, namun tarif impor tambahan yang belaku pada Desember 2019, terhadap impor dari Tiongkok senilai US$ 160 miliar, tidak termasuk dalam pembatalan tersebut. Seperti yang dikutip Bloomberg, Presiden Trump mengatakan bahwa penting bagi kedua negara untuk bekerja sama menyelesaikan masalah masing-masing. Di sisi lain, kantor berita pemerintah Tiongkok, mengatakan bahwa para negosiator melakukan upaya menuju kesepakatan akhir, tetapi tidak menyebut hasil dari pertemuan tersebut sebagai sebuah kesepakatan. Sementara itu, pemimpin redaksi surat kabar di Tiongkok Global Times, Hu Xijin, mengunggah postingan di Twitter yang mengatakan bahwa laporan resmi dari Tiongkok tidak menyebutkan rencana Presiden Trump menandatangani perjanjian dagang pada bulan depan. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Tiongkok ingin menjaga ekspektasi tetap rendah terhadap pemerintah AS. Sentimen pendorong pasar juga datang dari kebijakan The Fed AS yang mengumumkan akan membeli US$ 60 miliar dari surat utang negara setiap bulannya setidaknya hingga Q2-2020 mulai pekan depan.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,22% yang tertekan oleh aksi profit taking dan menguatnya nilai tukar Yen. Namun indeks Nikkei berpeluang bergerak positif seiring sentimen tercapainya kesepakatan dagang parsial AS-Tiongkok.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik awal pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak positif seiring dengan pergerakan positif indeks di bursa regional dan global paska tercapainya kesepakatan dagang parsial AS-Tiongkok. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6056/6007 - 6132/6159.

Cermati :
ADRO, BBCA, BMRI, CTRA, ERAA, HMSP, ITMG, UNVR
 

BERITA EMITEN

HOKI : Pembangunan pabrik beras perseroan di Ogan Ilir Sumatera Selatan telah memasuki tahap konstruksi atau telah mencapai 30% dan telah masuk tahap pendirian rangka bangunan. Perseroan mengalokasikan dana mencapai Rp. 100 miliar untuk pabrik tersebut dan hingga September 2019 telah terserap 20%-30%. Perseroan masih optimis dapat menyelesaikan tahap pertama pabrik tersebut pada akhir 2020. Dengan demikian, perseroan bakal memiliki tambahan kapasitas produksi 20 ton per jam. Dan selanjutnya masih ada tambahan kapasitas produksi 20 ton per jam di tahap kedua yang selesai pada akhir 2021.
Rekomendasi : Netral
 
ADHI : Telah mengantongi uang sebesar Rp. 8,3 triliun dari proyek kereta api ringan (LRT) Jabodebek yang nilai total kontraknya mencapai Rp. 22,8 triliun. Sisa akhir tahun rencananya masih ada pembayaran lagu dan sekarang sedang diproses.
Rekomendasi : Netral
 
ASII : Masih menahan sisa anggaran belanja modal pada tahun ini sebesar Rp. 21,5 triliun dari total belanja modal sebesar Rp. 30 triliun. Perseroan hingga semester I-2019 capex baru terserap Rp. 8,5 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
WIKA : Optimistis bisnis luar negeri bisa berkontribusi 9% terhadap pendapatan perseroan tahun ini. Dalam jangka panjang, kontribusi bisnis luar negeri ditargetkan mencapai 10%. Selain terus memperluas ekspansi ke kawasan Afrika, perseroan berencana memperluas ekspansi ke negara lain.
Rekomendasi : Netral
 
TMPI : Bursa Efek Indonesia akan menghapus pencatatan (delisting) saham perseroan yang mulai efektif pada 11 November 2019. Delisting tersebut akan didahului oleh perdagangan di pasar negosiasi yang akan berlangsung hingga dengan 8 November 2019.
Rekomendasi : Netral
 
BMRI : Mencatat penyaluran kredit hingga dengan Q3-2019 tumbuh sekitar 8%-9% secara tahunan. Pencapaian tersebut melambat dikarenakan penurunan permintaan kredit akibat pengaruh kondisi global yang belum kondusif.
Rekomendasi : Netral
 
ENRG : Perseroan berencana menambang minyak dan gas di mozambik, afrika timur. Perseroan melalui anak usahanya yaitu Buzi Hidrocarbons Pte Ltd meneken kesepakatan kerja sama dengan perusahaan asal mozambik, empresa nacional de hidrocabonetos. Eksplorasi tersebut di harapkan di mulai pada bulan November tahun ini.
Rekomendasi : Netral
 
MBAP : Di tengah penurunan harga batubara, perseroan optimis bisa mencapai target bisnis pada tahun ini. Target produksi batubara perseroan masih 4 juta ton pada tahun ini. Proyeksi tersebut meningkat 11% di bandingkan realisasi produksi di sepanjang tahun lalu sebanyak 3,6 juta ton.
Rekomendasi : Netral
 
BAJA : Perseroan memutuskan menurunkankan target pendapatan usaha pada tahun ini. Hingga akhir tahun nanti perseroan menragetkan pendapatan sebesar 1,1 triliun atau kurang lebih setara dengan 80.000 ton baja dari yang semula 140.000 ton baja.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 12 November 201912 Nov 2019 08:43

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 29,25 poin atau melemah –0,47% setelah bergerak sideways dalam range 6.127,88 - 6.182,82. Sebanyak 247 saham ditutup melemah, 155 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 8 November 201908 Nov 2019 08:58

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 51,92 poin atau melemah –0,84% setelah bergerak sideways dalam range 6.119,42 - 6.235,64. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 7 November 201907 Nov 2019 08:47

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 46,61 poin atau melemah –0,74% setelah bergerak sideways dalam range 6.198,50 - 6.274,29. Sebanyak 284 saham ditutup melemah, 134 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 5 November 201905 Nov 2019 08:55

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 26,85 poin atau melemah –0,43% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 1 November 201901 Nov 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 67,43 poin atau melemah 1,07% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 63216,29 - 6.301,59. Sebanyak 282 [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF