News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 10 Oktober 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 10,44 poin atau melemah –0,17% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak sideways dalam range 6.017,36 - 6.047,79. Sebanyak 189 saham ditutup melemah, 201 saham menguat dan 149 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak enam sektor ditutup melemah dan menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Consumer dan Aneka Industri masing-masing –1,07% dan –0,94%. Melemahnya IHSG tersebut mengikuti pelemahan sebagian besar bursa di kawasan regional menyusul meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok jelang perundingan dagang tingkat tinggi, setelah AS mengeluarkan sejumlah kebijakan yang berpotensi menghambat tercapainya kesepakatan dagang. Namun pelemahan IHSG cenderung terbatas dikarenakan dibatasi oleh teknikal IHSG yang sudah oversold.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,70%, Indeks Nasdaq menguat 1,02% dan Indeks S&P menguat 0,91%. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh ekspektasi kemajuan pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok serta aksi beli paska tekanan jual yang melanda bursa AS selama dua hari perdagangan secara beruntun. Ekspektasi tersebut didasarkan pada laporan Bloomberg yang mengatakan bahwa Tiongkok tetap terbuka untuk menyetujui kesepakatan perdagangan parsial dengan AS. Secara terpisah, Financial Times mengatakan bahwa Tiongkok menawarkan untuk meningkatkan pembelian tahunan produk pertanian AS. Namun penguatan indeks sedikit terkikis oleh pernyataan pejabat Tiongkok yang mengatakan bahwa Tiongkok telah menurunkan ekspektasinya terhadap negosiasi perdagangan yang akan dilakukan serta juga mengatakan bahwa niat baik Tiongkok dirusak oleh daftar hitam Departemen Perdagangan AS terhadap 28 perusahaan Tiongkok pada pekan ini. Sementara itu, risalah rapat The Fed AS bulan lalu yang dirilis tadi malam, menunjukkan bahwa sebagian besar pembuat kebijakan mendukung penurunan suku bunga pada bulan lalu. Dan meskipun seluruh pejabat umumnya lebih peduli dengan risiko yang terkait dengan perang dagang AS-Tiongkok dan perlambatan pertumbuhan global di antara isu-isu geopolitik lainnya, mereka berbeda pendapat mengenai implikasinya terhadap ekonomi AS. Seluruh sektor utama indeks S&P 500 ditutup lebih menguat, dengan sektor teknologi dan energi mencatatkan persentase penguatan terbesar. Produsen chip yang sensitive terhadap perdagangan naik, dengan indeks Philadelphia SE Semiconductor naik 1,7%. Sementara Micorsoft memimpin kenaikan di indeks Dow dengan menguat 1,9% sementara Johnson& Johnson menjadi satu-satunya yang ditutup melemah.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,001%. Meski demikian, indeks Nikkei serta indeks di bursa kawasan regional lainnya berpotensi menguat secara terbatas di perdagangan hari ini dengan dipengaruhi oleh sikap optimism terhadap perundingan dagang AS-Tiongkok, meski dibayangi oleh sikap pesimis pemerintah Tiongkok akan tercapainya kesepakatan.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat secara terbatas. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6015/6001 - 6046/6062.

Cermati :
ADRO, ANTM, BBRI, CTRA, ERAA, ITMG, SMGR
   

 
BERITA EMITEN

PGAS : Akan memacu kinerja pada sisa tahun ini guna mengejar ketertinggalan pada semester I-2019. Perseroan akan menggenjot target distribusi gas pada kuartal akhir tahun ini.
Rekomendasi : Netral
 
WSBP : Menawarkan obligasi senilai Rp. 1,5 triliun dengan kupon 9,75% yang akan digunakan untuk reprofiling pinjaman  dan persiapan bisnis tahun depan. Perseroan juga akan memperpanjang masa jatuh tempo utang yang rata-rata di bawah 1 tahun sehingga dapat lebih mencocokkan dengan modal kerja proyek-proyek multiyears.
Rekomendasi : Netral
 
GIAA : Akuisisi saham PT. Sriwijaya Air oleh perseroan kian dekat, menyusul opsi yang ditawarkan pemerintah untuk pencicilan utang yang berlum terbayar.
Rekomendasi : Netral
 
BNLI : Bank DBS dikabarkan hendak membeli sejumlah saham perseroan yang dimiliki oleh Standard Chartered Plc. Mengutip Bloomberg, DBS tengah mempertimbangkan pembelian saham perseroan senilai US$ 2,4 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
SRIL : Perseroan akan menerbitkan surat utang baru maksimal US$ 225 juta. Surat utang ini akan di jamin anak usaha seoerti PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries dan PT Primayudha. Nantinta perseroan akan menawarkan surat utang ini kepada investor luar negeri lalu di daftarkan di bursa singapura. Perseroan akan menggunakan dana hasil obligasi tersebut untuk membayar sisa hutang senilai US$ 175 juta dari pbligasi US$ 350 juta yang jatuh tempo tahun 2021.
Rekomendasi : Netral
 
PURE : Perseroan menargetkan pendapatan tahun ini mencapai Rp 600 miliar – Rp 700 miliar dari realisasi pendapatan tahun lalu sebesar Rp 583,78 miliar. Perseroan optimis target tercapai karena mulai tahun ini perseroan memproduksi dan memasarkan Antimony. Pendapatan naik karena harga antimony tiga sampai empat kali lebih tinggi di banding pure lead atau timbal.
Rekomendasi : Netral
 
TRIS : RUPSLB yang di gelar kemarin menyetujui rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu  atau right issue sebanyak 2,09 miliar saham dan harga pelaksanaan Rp. 276 per saham dengan target dana mencapai Rp. 577,90 miliar. Dana hasil right issue akan di gunakan untuk membayar akuisisi 78,52% saham PT Trisula Textile Industries dan menmbah modal kerja.Perseroan juga bersiap membangun pabrik baru di Jawa Tengah untuk menambah kapasitas produksi.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 12 November 201912 Nov 2019 08:43

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 29,25 poin atau melemah –0,47% setelah bergerak sideways dalam range 6.127,88 - 6.182,82. Sebanyak 247 saham ditutup melemah, 155 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 8 November 201908 Nov 2019 08:58

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 51,92 poin atau melemah –0,84% setelah bergerak sideways dalam range 6.119,42 - 6.235,64. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 7 November 201907 Nov 2019 08:47

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 46,61 poin atau melemah –0,74% setelah bergerak sideways dalam range 6.198,50 - 6.274,29. Sebanyak 284 saham ditutup melemah, 134 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 5 November 201905 Nov 2019 08:55

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 26,85 poin atau melemah –0,43% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 1 November 201901 Nov 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 67,43 poin atau melemah 1,07% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 63216,29 - 6.301,59. Sebanyak 282 [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF