News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 9 Oktober 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 39,02 poin atau menguat 0,65% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.009,38 - 6.046,46. Sebanyak 268 saham ditutup menguat, 192 saham melemah dan 91 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor menopang penguatan IHSG dengan penguatan terbesar ada pada sektor Consumer dan Manufaktur masing-masing 1,35% dan 0,95%. Menguatnya IHSG kemarin mengikuti penguatan indeks di bursa kawasan regional yang juga bergerak positif di tengah-tengah sentimen yang sebenarnya kurang kondusif. Dan penguatan IHSG kemarin juga lebih kepada pemulihan sementara atau teknikal rebound setelah di perdagangan awal pekan mengalami tekanan jual yang melemahkan IHSG sebesar –1,00%. Sementara itu, sentimen perang dagang masih membayangi pergerakan IHSG dan bursa regional dimana enggannya Tiongkok untuk menyetujui kesepakatan dagang secara menyeluruh seperti yang diinginkan AS dan sikap AS yang memasukkan delapan perusahaan teknologi Tiongkok ke dalam daftar hitam.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam kembali ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –1,19%, Indeks Nasdaq terkoreksi –1,67% dan Indeks S&P terkoreksi –1,56%. Melemahnya indeks tadi malam tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok menjelang digelarnya perundingan dagang tingkat tinggi antara kedua belah pihak.  Sentimen negative penekan indeks tadi malam datang dari kebijakan AS yang telah memberlakukan pembatasan visa untuk pejabat Tiongkok, yang dibayangi komentar ketua The Fed AS, Jerome Powell, yang menyarankan keterbukaan untuk penurunan suku bunga lebih lanjut. Pada awalnya indeks tertekan oleh kebijakan pemerintah AS yang memasukkan beberapa perusahaan start up asal Tiongkok ke dalam daftar hitamnya serta perusahaan lainnya dengan total mencapai 28 perusahaan. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain perusahaan kamera keamanan Tiongkok Hikvision dan produsen peralatan keamanan Zhejiang Dahua Technology. Hal tersebut akan membuat perusahaan Tiongkok sulit membeli komponen dari perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah AS. Kebijakan tersebut kemudian menekan saham pemasok komponen AS yakni Intel Corp, Nvidia Corp, Western Digital dan Seagate Technology yang melemah antara –1% hingga –3,6% dan Ambarella Inc yang melemah –8,6%. Indeks Philadelphia Semiconductor ditutup melemah –2% dan indeks teknologi melemah –1%. Pelemahan indeks sempat terkikis menyusul pernyataan dari ketua The Fed AS. Namun indeks kemudian kembali tertekan setelah Departemen Luar Negeri AS mengatakan telah memberlakukan pembatasan visa pada pemerintah Tiongkok dan pejabat partai Komunis Tiongkok yang diyakini bertanggung jawab atas penahanan atau penyalahgunaan wewenang terhadap minoritas muslim di provinsi Xinjiang Tiongkok. Langkah-langkah AS tersebut kemudian memicu peningkatan ketegangan menjelang pembicaran perdagangan tingkat tinggi di Washington-AS. Dan ketegangan tersebut juga semakin meningkat setelah sebuah laporan dari South China Morning Post mengatakan bahwa Tiongkok telah menurunkan harapannya menjelang perundingan dagang dan delegasi Tiongkok bisa saja meninggalkan AS sehari lebih awal dari yang direncanakan.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –1,06% yang juga turut tertekan oleh memudarnya harapan penyelesaian perang dagang AS-Tiongkok setelah sejumlah kebijakan baru AS meningkatkan ketegangan perdagangan AS-Tiongkok. Selain bursa Jepang, bursa di kawasan regional juga turut mengalami tekanan.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan berpotensi tertekan oleh sentimen eksternal terkait meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6017/5995 - 6054/6069.

Cermati :
UNVR, BBRI, CTRA, ERAA, INDY, ITMG, JSMR
 

   
BERITA EMITEN

PTPP : Memproyeksikan proses pelepasan kepemilikan saham pada dua perusahaan tol yang telah beroperasi rampung pada awal tahun depan. Dua perusahaan tol tersebut yakni PT. Jasamarga Kualanamu Tol dan PT. Jasamarga Pandaan Malang. Saat ini perseroan sedang melakukan valuasi atau penaksiran nilai saham di kedua perusahaan tersebut. Tujuan divestasi tersebut adalah untuk menambah modal untuk pengembangan proyek jalan tol selanjutnya.
Rekomendasi : Netral
 
DNAR : Pemegang saham perseroan menyetujui penerbitan 5 miliar saham baru dengan target dana sebesar Rp. 500 miliar dengan skema HMETD. Dana yang diperoleh nantinya akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan guna ekspansi usaha. Selain itu perseroan juga berkeinginan untuk meningkatkan permodalan menjadi lebih dari Rp. 5 triliun agar menjadi bank BUKU III.
Rekomendasi : Netral
 
WIKA : Berpotensi meraih kontrak baru di atas Rp. 5 triliun dari pengerjaan proyek tol Wiyoto Wiyono Harbour II sepanjang 9,53 km. Proyek tersebut ditargetkan masuk dalam kontrak baru perseroan tahun ini.
Rekomendasi : Netral
 
BBCA : Hingga Q3-2019 mencatatkan total dana kelolaan (asset under management/AUM) dari bisnis wealth management mencapai Rp. 55 triliun. Perolehan tersebut meningkat 40% secara tahunan. Tahun ini perseroan menargetkan AUM dijaga tumbuh 40% secara tahunan.
Rekomendasi : Netral
 
ZONE : Berenana menambah modal tanpa HMETD (private placement) dengan melepas sebanyak-banyaknya 79 juta saham. Adapun harga pelaksanaan penerbitan paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham perseroan selama 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler. Aksi korporasi tersebut ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan dalam ranga pengembangan usaha seperti akuisisi merek, pembayaran sewa dan pendanaan belanja modal untuk meningkatkan kinerja usaha dan keuangan perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
ISSP : Perseroan optimis pertumbuhan volume produksi kurang lebih sebesar 20% yoy paa tahun ini. Kapasitas terpasang pabrik mencapai 600.000 ton per tahun dengan utilitas atau tingkat keterpakaian mesin 60 % -65%. Sejatinya perseroan bisa menaikan utilitas mesin mendektai kapasitas penuh atau 100%, hanya saja perseroan tidak mau gegabah, mereka juga perlu mepertimbangkan permintaan pasar demi menghindari kelebihan pasokan.
Rekomendasi : Netral
 
GHON : Perseroan masih berupaya memenuhi target 945 penyewaan menara yelekomunikasi atau BTS sepanjang 2019. Saat ini, perseroan telah memenuhi sebanyak 900 penyewaan BTS.  Disisi lain perseroan menargetkan kepemilikan 645 menara telekomunikasi build to suit dan 300 kolokasi. Pada awal tahun 2019 perseroan memiliki 556 menara build to suit dan 289 kolokasi
Rekomendasi : Netral
 
TBIG : Perseroan akan melakukan dua aksi korporasi sekaligus. Pertama, perseroan akan melakukan stocksplit dengan rasio 1 : 5.  Perseroan akan meminta restu pemegang saham pada RUPSLB akhir bulan ini serta juga bakal meminta persetujuan pemegabng saham terkait penerbitan surat utang US$ 650 juta atau sekitar Rp. 9,1 triliun.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 17 Oktober 201917 Oct 2019 08:46

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 11,43 poin atau menguat 0,19% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Oktober 201914 Oct 2019 09:26

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 82,16 poin atau menguat 1,36% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.033,32 - 6.109,12. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 Oktober 201911 Oct 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 5,52 poin atau melemah –0,09% setelah di sepanjang perdagangan bergerak sideways dalam rentang terbatas 6.018,45 - 6.044,11. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 10 Oktober 201910 Oct 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 10,44 poin atau melemah –0,17% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak sideways dalam range 6.017,36 - 6.047,79. Sebanyak 189 [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Oktober 201909 Oct 2019 09:01

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 39,02 poin atau menguat 0,65% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.009,38 - 6.046,46. Sebanyak 268 saham ditutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF