News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 8 Oktober 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 60.67 poin atau melemah –1,00% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak sideways dalam range 5.988,87 - 6.084,17. Sebanyak 272 saham ditutup melemah, 131 saham menguat dan 130 saham stagnan. Seluruh sektor yang diperdagangkan ditutup melemah dan menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Industri Dasar dan Manufaktur masing-masing –2,51% dan –1,75%. IHSG sempat bergerak positif merespon data utama ketenagakerjaan AS yang moderat yang untuk sementara meredam kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global namun masih memunculkan ekspektasi akan pemangkasan suku bunga The Fed AS pada bulan ini. Namun IHSG kemudian bergerak turun hingga akhirnya ditutup melemah tertekan oleh aksi profit taking serta perkembangan terbaru dari negosiasi dagang AS-Tiongkok. Eskalasi perang dagang AS-Tiongkok jelang perundingan, diperkirakan akan meningkat seiring adanya hal-hal yang tidak disepakati oleh Tiongkok dimana salah satunya Tiongkok tidak akan memasukkan komitmen untuk mengubah praktik pemberian subsidi terhadap perusahaan-perusahaannya dimana hal tersebut merupakan salah satu yang sangat ingin diubah oleh AS. Dan dengan sikap keras yang ditunjukkan oleh Tiongkok, berpotensi meningkatkan risiko tidak adanya kesepakatan dagang diantara kedua belah pihak.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,36%, Indeks Nasdaq terkoreksi –0,33% dan Indeks S&P terkoreksi –0,45%. Melemahnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh sikap kehati-hatian investor jelang dimulainya perundingan dagang tingkat tinggi AS-Tiongkok dan juga dipengaruhi oleh laporan awal terkait perundingan dagang tersebut, Sebuah laporan menyebutkan bahwa Tiongkok semakin enggan untuk menyetujui kesepakatan perdagangan yang diajukan oleh Presiden AS, Donald Trump. Namun hal tersebut kemudian diredam oleh penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, yang menyebutkan bahwa AS dan negosiator perdagangan Tiongkok dapat membuat kemajuan ketika kedua belah pihak bertemu di Washington-AS dan juga mengatakan bahwa AS terbuka untuk melihat proposal apa yang diajukan oleh Tiongkok. Pihak Pemerintah AS, secara resmi mengonfirmasi bahwa perundingan dagang tingkat tinggi yang melibatkan Wakil PM Tiongkok, Liu He, Perwakilan Dagang AS, Robert Lightizer dan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin akan dimulai pada Kamis, 17 Oktober 2019. Selain perundingan dagang, investor juga akan segera mengalihkan fokusnya kepada musim laporan keuangan emiten Q3-2019 yang akan dimulai pada pekan depan. Menurut data IBES dari Refinitiv, analis memperkirakan kinerja emiten pada Q3-2019 merupakan yang terendah sejak tahun 2016 dengan laba rata-rata emiten pada indeks S&P 500 diperkirakan turun hampir 3% dibanding tahun sebelumnya.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,56% yang turut didukung oleh melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi untuk menguat secara terbatas. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5965/5929 - 6060/6120.

Cermati :
JSMR, ITMH, EXCL, UNVR, TLKM
   

BERITA EMITEN

WSBP : Berencana merevisi target kontrak baru tahun 2019 seiring dengan masih rendahnya realisasi hingga Q3-2019. Hingga Q3-2019, perseroan membukukan nilai kontrak baru senilai Rp. 3,69 triliun yang mana sebesar 44% berasal dari proyek eksternal dan sisanya berasil dari internal. Sementara untuk tahun 2020, perseroan menargetkan nilai kontrak baru mencapai Rp. 11 triliun dimana salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas pasar eksternal dengan menambah produk baru.
Rekomendasi : Netral
 
INCO : Pemerintah secara resmi menugaskan PT. Indonesia Aluminium / Inalum (Persero) untuk mengakuisisi sekitar 20% saham perseroan dalam skema divestasi. Saham yang akan diakuisisi Inalum merupakan bagian dai 40% saham yang wajib dilepas oleh perseroan. Sekitar 20% saham lainnya sudah dilepas kepada publik melalui bursa saham.
Rekomendasi : Netral
 
BRMS : Mengumumkan pengerjaan konstruksi fasilitas produksi tambang emas di Poboya - Palu, hampir selesai, sehingga uji coba produksi (trial production) ditargetkan segera dilaksanakan dengan target kuartal akhir tahun ini. Perseroan melalui anak usahanya yakni PT. Citra Palu Minerals, mengoperasikan lebih dari 85.180 ha konsesi tambang emas di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Tambang emas tersebut memiliki cadangan sekitar 3,9 juta ton bijih dan jumlah sumber daya sekitar 7,9 juta ton bijih.
Rekomendasi : Netral
 
IPTV : Berencana membeli saham kompetitornya, yakni salah satu perusahaan internet protocol television dan broadband di Indonesia. Aksi tersebut berpeluang menambah portofolio layanan bisnis televisi berlangganan perseroan. Kedua belah pihak telah menandatangani non-disclosure agreement atas rencana pembelian saham tersebut.
Rekomendasi : Netral
 
BULL : Memastikan untuk merealisasikan  rencana akuisisi perusahaan batu bara pada tahun ini. Saat ini, aksi korporasi tersebut masih dalam tahap due diligent.
Rekomendasi : Netral
 
TINS : Mencatatkan kenaikan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk semester I-2019 sebesar 21% menjadi Rp. 205 miliar dibanding semester I-2018 yang sebesar Rp. 170 miliar. Sementara pendapatan perseroan tumbuh 121% dari Rp. 4,37 triliun menjadi Rp. 9,65 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
APLN : Ada dua perusahaan pemeringkat yang mengerek rating perseroan. Fitch ratings memperbaiki long term issuer default rating perseroan dari semula di CCC- menjadi CCC+. Kemudian pefindo mengerek pemeringkat utang perseroan jadi BBB+ dari idBBB.  Peningkatan rating ini mencerminkan berkurangnya risiko pembiayaan kembali dan likuiditas perseroan terkait sejumlah pinjaman.
Rekomendasi : Netral
 
SLIS : Perseroan menargetkan bisa menambah produksi 1,5 kali lipat pada tahun 2020. Hingga akhir tahun ini, Perseroan menargetkan bisa memproduksi 48.000- 50.000 unit kendaraan listrik. Dengan begitu tahun depan perseroan bisa memproduksi 75.000 unit  sepeda listrik. Untuk tahun 2020, perseroan mengincar penjualan sebesar Rp. 530 miliar dan laba bersih sebesar Rp. 40 miliar. Perseroan juga berencana membagikan dividen berdasarkan laba bersih tahun buku 2019 maksimal sebesar 25% pada tahun depan.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 17 Oktober 201917 Oct 2019 08:46

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 11,43 poin atau menguat 0,19% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Oktober 201914 Oct 2019 09:26

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 82,16 poin atau menguat 1,36% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.033,32 - 6.109,12. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 Oktober 201911 Oct 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 5,52 poin atau melemah –0,09% setelah di sepanjang perdagangan bergerak sideways dalam rentang terbatas 6.018,45 - 6.044,11. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 10 Oktober 201910 Oct 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 10,44 poin atau melemah –0,17% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak sideways dalam range 6.017,36 - 6.047,79. Sebanyak 189 [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Oktober 201909 Oct 2019 09:01

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 39,02 poin atau menguat 0,65% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.009,38 - 6.046,46. Sebanyak 268 saham ditutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF