News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 7 Oktober 2019

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 22,72 poin atau menguat 0,38% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.046,13 - 6.076,56. Sebanyak 195 saham ditutup menguat, 185 saham melemah dan 168 saham stagnan. Secara sektoral, hanya empat sektor yang ditutup menguat dan menopang penguatan IHSG, sementara enam sektor lainnya belum lepas dari pelemahan. Menguatnya IHSG tersebut mengakhiri pelemahan beruntun selama lima hari perdagangan secara beruntun. Penguatan tersebut didorong oleh aksi beli baik oleh investor domestik dan investor asing terhadap saham-saham unggulan yang dianggap murah paska tekanan jual lima sesi sebelumnya. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih di pasar reguler mencapai Rp. 420 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli antara lain BBRI, BBCA, BMRI dan TBIG. Penguatan IHSG juga didukung oleh sentimen positif eksternal terkait ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan The Fed AS pada pertemuannya bulan ini setelah kontraksi manufaktur AS, data awal ketenagakerjaan yang mengecewakan dan pelemahan sektor jasa.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 1,42%, Indeks Nasdaq menguat 1,40% dan Indeks S&P menguat 1,42%. Menguatnya indeks tersebut ditopang oleh rilis data utama ketenagakerjaan AS periode September 2019. Non Farm Payrolls tercatat turun dari 168.000 ke 136.000, di bawah ekspektasi 145.000. Dan katalis positif penggerak indeks datang dari data Unemployment Rate yang tercatat turun dari 3,7% ke 3,5%, yang merupakan posisi terendahnya dalam 50 tahun terakhir, namun pertumbuhan besaran gaji di AS (Average Hourly Earnings MoM) tumbuh dengan laju yang melemah (0% dari sebelumnya tumbuh 0,4%). Dan data ketenagakerjaan tersebut sempat mendorong imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun menguat ke 1,55% sebelum terkoreksi lagi ke 1,53%. Meski data ketenagakerjaan AS tersebut cenderung moderat, masih memberikan ruang bagi The Fed AS untuk memangkas suku bung acuannya. FedWatch CME Group mencatat probabilitas akan pemangkasan suku bunga The Fed AS sebesar 25 bps, berada di level 79% pada pertemuannya bulan ini. Oleh karena itu, investor tampaknya menantikan pidato pejabat The Fed AS pada akhir pekan ini, termasuk pidato ketua The Fed AS, Jerome Powell dan Presiden The Fed Boston, Eric Rosengren, untuk mencari petunjuk arah kebijakan The Fed AS paska kontraksi yang dialami oleh sektor manufaktur AS dan penurunan pada sektor jasa.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,17% yang mengikuti penguatan indeks di bursa Wall Street paska rilis data ketenagakerjaan AS yang moderat akhir pekan kemarin. Namun pergerakan indeks Nikkei rawan akan tekanan seiring nilai tukar Yen yang cenderung bergerak menguat terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi melanjutkan penguatannya. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6046/6031 - 6076/6092.

Cermati :
INTP, SCMA, TLKM, UNVR, ITMG, UNTR
  

BERITA EMITEN

CMNP : Mulai melaksanakan pembangunan tol Wiyoto Wiyono Harbour Road II sepanjang 9,53 km. Ruas tol yang seluruhnya dibangun melayang (elevated) ini akan menelan investasi sebesar Rp. 13,5 triliun. Pendanaan proyek akan berasal dari kas internal, pinjaman bank, penerbitan obligasi glibal hingga penerbitan saham baru atau rights issue.
Rekomendasi : Netral
 
ICBP : Berhentinya kerja sama dengan Pepsico Inc tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja perseroan. Perseroan juga akan terus mengembangkan usaha di bidang minuman.
Rekomendasi : Netral
 
DMAS : Berhasil membukukan marketing sales Rp. 1,6 triliun hingga akhir September 2019. Pencapaian tersebut telah melampaui target marketing sales tahun ini yang semula ditetapkan sebesar Rp. 1,25 triliun. Sepanjang Q3-2019, perseroan mampu menjual lahan industri seluas 17,2 ha dan hingga saat ini menjadi seluas 42,5 ha.
Rekomendasi : Netral
 
APLN : Telah membayar pokok dan bunga obligasi senilai Rp. 566,87 miliar pada awal Oktober 2019 yang merupakan bagian dari langkah perseroan untuk mempercepat pelnasan pokok dan bunga obligasi.
Rekomendasi : Netral
 
SQMI : Telah memulai penjualan emas dari hasil trial production. Aksi tersebut diharapkan membuat perseroan mulai membukukan pendapatan pada tahun ini. Bursa Efek Indonesia sebelumnya telah menghentikan sementara (suspend) perdagangan saham perseroan pada 4 Oktober 2019 dikarenakan perseroan tidak memiliki pendapatan dalam laporan kinerja keuangan hingga Semester I-2019. Perseroan hanya mencatatkan rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp. 4,8 miliar, turun dibandingkan rugi bersih pada semester I-2018 yang sebesar Rp. 13 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
BBTN : Menyatakan diskusi tentang skema pemisahan atau spin off unit usaha syariah menjadi badan usaha tersendiri kini makin mengerucut. Perseroan menyiapkan dua opsi untuk aksi tersebut yakni antara lain pendirian entitas sendiri atau merger dengan bank umum syariah milik bank BUMN lainnya.
Rekomendasi : Netral
 
DUCK : Mengantongi kenaikan penjualan sebesar 52,25% dan laba bersih sebesar 44,28% sepanjang semester I-2019. Penjualan bersih tercatat naik dari Rp. 264,63 miliar menjadi Rp. 402,91 miliar. Pertumbuhan pendapatan yang solid tersebut disebabkan oleh 3 outlet yang baru dibuka, msim perayaan hari besar serta kerja sama dengan Telkomsel terkait penukaran poin untuk voucher makan.
Rekomendasi : Netral
 
SMRA : Perseroan memiliki surat utang yang jatuh tempo dalam waktu dekat senilai Rp 600 miliar dan sukuk ijarah sebesar Rp 300 miliar. Perseroan akan melunasi pokok surat utang tersebut menggunakan kas internal, dimana per semester I 2019 perseroan memilki kas dan setara kas senesar Rp 1,52 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
KLBF : Perseroan meleoga saham anak usahanya yang bergerak di layanan distribusi yakni PT Enseval Putera Megatrading di pasar negosiasi dengan nilai transaksi sebesar Rp 2 miliar. Setelah transaksi ini perseroan masih menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sebesar 92,47%.
Rekomendasi : Netral
 
TINS : Perseroan masih mengurangi volume ekspor timah ke pasar global. Langkah ini merupakan upaya untuk mengangkat harga timah. Pengurangan ekspor sudah di lakukan sejak juli 2019. Perseroan menragetkan dapat mengurangi 20% dari volume ekspor tahun ini. Pengurangan ekspor akan berlangsung hingga akhir tahun ini.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 17 Oktober 201917 Oct 2019 08:46

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 11,43 poin atau menguat 0,19% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Oktober 201914 Oct 2019 09:26

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 82,16 poin atau menguat 1,36% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.033,32 - 6.109,12. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 Oktober 201911 Oct 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 5,52 poin atau melemah –0,09% setelah di sepanjang perdagangan bergerak sideways dalam rentang terbatas 6.018,45 - 6.044,11. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 10 Oktober 201910 Oct 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 10,44 poin atau melemah –0,17% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak sideways dalam range 6.017,36 - 6.047,79. Sebanyak 189 [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Oktober 201909 Oct 2019 09:01

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 39,02 poin atau menguat 0,65% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.009,38 - 6.046,46. Sebanyak 268 saham ditutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF