News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 4 Oktober 2019

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya untuk hari kelima perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 16,90 poin atau melemah –0,28% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 5.997,69 - 6.050,60. Sebanyak 262 saham ditutup melemah, 155 saham menguat dan 129 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak tujuh sektor menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Keuangan dan Agri masing-masing –0,95% dan –0,67%. Melemahnya IHSG tersebut masih tidak terlepas dari sentimen negative eksternal. Sentimen negative kali ini datang dari  sikap pemerintah AS yang mendapatkan persetujuan dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), yang mengenakan tarif impor terhadap barang-barang dari Uni Eropa senilai US$ 7,5 miliar yang dilakukan oleh AS sebagai balasan dan protes AS terhadap subsidi Uni Eropa terhadap perusahaan Airbus. Kebijakan AS tersebut kemudian memicu munculnya perang dagang trans Atlantik, dimana perang dagang AS-Tiongkok juga belum ada penyelesaiannya. Di sisi lain, data awal ketenagakerjaan AS yang mengecewakan, memicu kekhawatiran investor terhadap munculnya resesi. Faktor-faktor tersebut kemudian menekan pergerakan pasar ekuitas global, termasuk IHSG.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow menguat 0,47%, Indeks Nasdaq menguat 1,12% dan Indeks S&P menguat 0,80%. Menguatnya indeks tadi malam didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed AS paska rilis data aktivitas sektor jasa AS. Pergerakan indeks sempat melemah setelah Institute for Supply Management (ISM) melaporkan penurunan indeks aktivitas non manufaktur ke level 52,6 dari  56,4 pada September 2019, terendah sejak Agustus 2016, Data tersebut menambah kekhawatiran yang dipicu pada Selasa yang lain ketika laporan menunjukkan aktivitas manufaktur AS berkontraksi ke level terendah dalam lebih dari satu decade. Sehari berselang, pertumbuhan payroll swasta pada Agustus 2019 dilaporkan tidak sekuat yang diperkirakan sebelumnya. Namun indeks kemudian mampu berbalik arah setelah pertaruhan mengenai langkah pemangkasan suku bunga oleh The Fed AS meningkat. Menurut Fed Watch CME Group, probabiilta The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya untuk ketiga kalinya tahun ini dalam pertemuannya bulan ini melonjak dari 40% menjadi 90%. Dan investor kembali memperkirakan setidaknya akan ada dua kali lagi penurunan suku bunga lebih lanjut sebelum tahun 2019 berakhir. Selanjutnya investor bersiap menantikan rilis data utama ketenagakerjaan AS pada akhir pekan ini.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,12%. Melemahnya indeks tersebut dipengaruhi oleh menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar dan mengabaikan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed AS.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak sideways dengan berpotensi menguat secara terbatas mengikuti rebound di bursa Wall Street tadi malam dan penguatan mayoritas indeks di bursa regional. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6007/5976 - 6060/6082.

Cermati :
PGAS, HMSP, JSMR, ANTM, BRPT
 

BERITA EMITEN

GIAA : Melalui PT. Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) masih bernegosiasi terkait tunggakan utang Sriwijaya Air senilai Rp. 800 miliar. Perseroan membuka opsi penukaran utang tersebut dengan saham Sriwijaya Air.
Rekomendasi : Netral
 
ASII : Dua anak usaha perseroan yakni PT. Astra Otoparts Tbk (AUTO) dan PT. Astra Graphia Tbk (ASGR) akan membagikan dividen interim masing-masing Rp. 19 per saham dan Rp. 25 per saham pada Oktober ini.
Rekomendasi : Netral
 
ITMA : Berencana menambah modal dengan skema memberikan HMETD atau rights issue pada 11 Oktober 2019. Perseroan berencana melepas 340 juta saham biasa dengan harga pelaksanaan Rp. 750 per saham sehingga total dana yang bisa diperoleh mencapai Rp. 255 miliar. Perseroan juga menerbitkan 238 juta Waran Seri I atau setara dengan 35% saham yang ditempatkan dan disetor perseroan sebelum pelaksanaan rights issue. Dalam penerbitan waran, setiap pemegang satu waran berhak untuk membeli satu saham perseroan dengan harga Rp. 800 per saham. Dana yang diperoleh nantinya sekitar 98% akan dgunakan untuk pengembangan bisnis berupa akuisisi perusahaan yang bergerak dibidang energi atau pertambangan dan 2% akan digunakan untuk modal kerja.
Rekomendasi : Netral
 
ATIC : Akan menggelar penambahan modal dengan HMETD atau rights issue sebanyak 291,6 juta saham. Harga rights issue dilepas pada harga Rp. 900 per saham sehingga total dana yang diraup mencapai Rp. 262,44 miliar. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk peningkatan penyertaan saham di PT. Computrade Technology International dan untuk modal kerja perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
ICBP : Kongsi bisnis perusahaan minuman PepsiCo Inc dengan grup perseroan telah berkahir. Meski Pepsi termasuk merekk minuman bersoda terbesar di dunia dan punya pasar cukup besar di dalam negeri, namun berakhirnya kerja sama ini tidak akan mengganggu kinerja perseroan. KOntribusi segmen minuman pada kinerja perseroan hanya sekitar 4% atau Rp 975,65 miliar dari total penjualan bersih yang sebesar Rp 22,13 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
HEXA : Perseroan akan membagikan dividen tahun fiscal 2018 sebesar US$ 30 juta. Jumlah tersebut setara dengan 80% dari perolehan laba bersih perseroan tahun fiscal 2018. Rencananya akan di bayarkan tanggal 25 oktober 2019. Sedangkan sisanya sebesar US$ 7,5 juta di tetapkan sebagai laba di tahan yang belum di tentukan penggunannya.
Rekomendasi : Netral
 
CMPP : Perseroan membukukan rugi periode berjalan sebesar Rp 82 miliar pada semester I 2019. Rugi tersebut turun di bandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 426 miliar. Sementara itu, pendapatan usaha perseroan meningkat menjadi Rp 2,9 triliun di bandingkan semester I tahun lalu yang sebesar 1,8 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
FISH : Perseroan akan mengucurkan pinjaman senilai Rp US$ 30 juta kepada cucu usahanya, PT Sentral Gain Terminal. Dana tersebut akan di gunakan untuk membiayai sejumlah proyek salah satunya menambah kapasitas penyimpanan produk dan meningkatkan kualitas fasilitas logistic SGT dalam rangka mencapai efisiensi usaha.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 13 Desember 201913 Dec 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 40,70 poin atau melemah –0,66% setelah bergerak sideways dalam range 6.139,40 - 6.201,02. Sebanyak 247 saham di tutup melemah, 151 [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Desember 201912 Dec 2019 09:03

IHSG di perdagangan kemarin kembali melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 3,41 poin atau melemah –0,06% setelah bergerak sideways dalam range 6.171,93 - 6.204,60. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 10 Desember 201910 Dec 2019 09:04

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 6,92 poin atau menguat 0,11% setelah bergerak sideways dalam rentang terbatas 6.180,84 - 6.210,78. Sebanyak 206 saham ditutup menguat, 184 [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Desember 201909 Dec 2019 08:52

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 34,75 poin atau menguat 0,57% setelah bergerak sideways dalam range 6.145,12 - 6.186,87. Sebanyak 189 saham ditutup menguat, 199 [ ... ]

Read more...
Morning Note 6 Desember 201906 Dec 2019 08:47

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 39,24 poin atau menguat 0,64% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.131,59 - 6.157,93. Sebanyak 215 saham ditutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF