News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 3 Oktober 2019

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 82,83 poin atau melemah –1,35% setelah bergerak sideways dalam range 6.051,69 - 6.153,99. Sebanyak 313 saham ditutup melemah, 116 saham menguat dan 120 saham stagnan. Seluruh sektor yang diperdagangkan ditutup melemah dan menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Peratambangan dan Keuangan masing-masingh –1,80% dan –1,55%. Melemahnya IHSG kemarin mengikuti pelemahan indeks di bursa regional dan global sebagai akibat kontraksi manufaktur AS yang serupa dengan yang terjadi di Eropa, Jepang, Tiongkok dan Inggris, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap perlambatan tajam dari pertumbuhan ekonomi AS Q3-2019 serta resesi sebagai akibat dari perang dagang berkepanjangan AS-Tiongkok. Kontraksi manufaktur AS tersebut merupakan untuk pertama kalinya dalam satu decade terakhir. Selain itu juga, uji coba peluncuran rudal balistik yang dilakukan oleh Korea Utara, menambah tekanan pada pasar saham kawasan regional.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam kembali mengalami koreksi signifikan. Indeks Dow ditutup terkoreksi –1,86%, Indeks Nasdaq terkoreksi –1,56% dan Indeks S&P terkoreksi –1,79%. Melemahnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh AS yang menyematkan tarif impor terhadap sejumlah barang yang berasal dari Uni Eropa. Total nilai barang yang terkena tarif impor tersebut senilai US$ 7,5 miliar yang merupakan balasan dan protes AS terhadap subsidi Uni Eropa terhadap Airbus. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) juga menyetujui langkah pemerintah AS tersebut didasarkan pada subsidi illegal Uni Eropa kepada Airbus, sehingga mengancam akan memicu perang dagang trans Atlantik. Hal tersebut menambah tekanan pada pasar ekuitas global akibat berlarutnya konflik perdagangan antara AS-Tiongkok, yang telah berkontribusi atas konstraksi tajam dalam indicator sektor manufaktur negara ekonomi maju. Menambah tekanan pada pasar, datang dari rilis data terbaru ketenagakerjaan AS yakni ADP National Employment Report yang menunjukkan bahwa pembayaran gaji bulan Agustus 2019 tidak setinggi estimasi awal. Dalam laporannnya, ADP juga menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan telah menjadi lebih berhati-hati dalam hal perekrutan tenaga kerja. Data pembayaran upah swasta yang mengecewakan tersebut menambah kekhawatiran atas konstraksi manufaktur yang mencapai level terendahnya dalam 10 tahun terakhir. Data ekonomi terbaru tersebut yang merupakan data awal ketenagakerjaan, mengguncang keyakinan investor terhadap kekuatan ekonomi domestik AS yang dianggap kokoh di tengah perlambatan ekonomi global. Sementara itu, data utama ketenagakerjaan AS akan dirilis pada akhir pekan ini.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –1,64% yang turut tertekan oleh pelemahan indeks di  bursa Wall Street dan bursa di kawasan Eropa serta tekanan menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar. Bursa di kawasan regional lainnya juga turut mengalami tekanan.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik, tekanan sentimen negative eksternal diperkirakan juga turut menekan pergerakan IHSG hari ini. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6020/5985 - 6122/6189.

Cermati :
EXCL, BRPT, INDF, TLKM, ITMG
 

BERITA EMITEN

WIKA : Membidik proyek luar negeri di Taiwan dengan nilai sekitar Rp. 10 triliun pada sisa tahun ini. Pada Agustus 2019 perseroan mendapatkan agreement proyek untuk proyek social housing di Pantai Gading senilai US$ 66 juta dan liquid bulk terminal di Zanzibar senilai US$ 40 juta. Sementara pada September 2019, perseroan mendapatkan tambahan pekerjaan senilai US$ 150 juta untuk pengerjaan kontainer terminal di Zanzibar.
Rekomendasi : Netral
 
ZINC : Merevisi target untuk pengoperasian pabrik pemurnian konsentrat timbal yang terletak di Pangkalan Bun - Kalimantan Tengah. Proses pembangunan tersebut telah mencapai 99% dan perseroan masih menunggu penyelesaian gudang tempat penampungan sementara. Perseroan juga optimistis target pertumbuhan produksi ore sebesar 30% dapat tercapai pada tahun ini.
Rekomendasi : Netral
 
BBRI : Akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III dengan target dana mencapai Rp. 20 triliun hingga 2021 mendatang. Perseroan secara khusus akan menyasar investor ritel.
Rekomendasi : Netral
 
WSKT : Road King Infastructure Ltd melalui anak usahanya, Kings Key Ltd, menandatangani conditional sale and purchase agreement (CSPA) untuk mengakuisisi masing-masing 40% saham pada dua ruas tol milik PT. Waskita Toll Road, anak usaha perseroan. Pembelian saham dilakukan dengan berbagai tahapan mulai dari uang muka hingga pinjaman (shareholder loan) senilai Rp. 2,1 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
PTPP : Menandatangani perjanjian kerja sama usaha dan kesepakatan pengembangan kawasan hunian di stasiun Juanda dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Perseroan nantinya akan membangun dua menara apartemen dengan nilai investasi mencapai Rp. 400 miliar di kawasan tersebut.
Rekomendasi : Netral
 
WAPO : Berencana melakukan penambahan modal dengan HMETD atau rights issue pada 11 Oktober 2019. Perseroan akan melepas 1,17 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp. 100 per saham sehingga dana yang diperoleh mencapai Rp. 117 miliar yang nantinya sebesar 59,41% akan digunakan untuk memenuhi konversi utang dan sisanya untuk modal kerja perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
TOWR : Dua anak usaha perseroan yakni PT Profesional Telekomunikasi Indonesia dan PT Inforte Solusi Infortek meneken perjanjian pinjaman dengan PT Bank Mandiri. Perjanjian tersebut terbagi dalam dua fasilitas pinjaman. Fasilitas A bernilai Rp 3 triliun terdiri dari tranche 1 yang memungkinkan inforte memperoleh pinjaman sebanyak – banyaknya Rp 1 triliun. Tranche 2 merupakan pinjaman berjangka hingga 3 triliun untuk protelindo. Kemudian fasilitas B pinjaman bergulir tanpa komitmen Rp 500 miliar.Pinjaman tersebut akan diserap untuk kebutuhan belanja modal dan akusisi.
 
Rekomendasi : Netral
 
BLTZ : Perseroan berencana membuka empat sampai lima gerai baru lagi hingga akhir tahun ini. Sejauh ini perseroan telah memiliki 63 bioskop. Pertumbuhan industry film yang positif sejak tahun 2015 menjadi pendorong ekspansi.
Rekomendasi : Netral
 
PSSI : Setelah melakukan private placement, perseroan akan memiliki kapal baru bulan ini. Perseroan akan mengkonversi pembayaran kapal dengan saham baru. Nilai pembelian satu buah kapal kargo curah atau motor vessel seharga US$ 7,52 juta.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 13 Desember 201913 Dec 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 40,70 poin atau melemah –0,66% setelah bergerak sideways dalam range 6.139,40 - 6.201,02. Sebanyak 247 saham di tutup melemah, 151 [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Desember 201912 Dec 2019 09:03

IHSG di perdagangan kemarin kembali melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 3,41 poin atau melemah –0,06% setelah bergerak sideways dalam range 6.171,93 - 6.204,60. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 10 Desember 201910 Dec 2019 09:04

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 6,92 poin atau menguat 0,11% setelah bergerak sideways dalam rentang terbatas 6.180,84 - 6.210,78. Sebanyak 206 saham ditutup menguat, 184 [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Desember 201909 Dec 2019 08:52

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 34,75 poin atau menguat 0,57% setelah bergerak sideways dalam range 6.145,12 - 6.186,87. Sebanyak 189 saham ditutup menguat, 199 [ ... ]

Read more...
Morning Note 6 Desember 201906 Dec 2019 08:47

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 39,24 poin atau menguat 0,64% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.131,59 - 6.157,93. Sebanyak 215 saham ditutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF