News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 11 September 2019

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatnnya untuk hari kelima secara beruntun. IHSG ditutup naik 10,46 poin atau menguat 0,17% setelah bergerak sideways dalam range 6.311,34 - 6.342,01. Sebanyak 203 saham ditutup menguat, 204 saham melemah dan 151 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak lima sektor menopang penguatan IHSG dengan dipimpin sektor Properti dan Agri yang menguat masing-masing 1,06% dan 0,69%. Pergerakan IHSG tersebut berfluktuatif dalam rentang terbatas dimana di sesi I perdagangan bergerak positif yang mana kemudian bergerak turun dan melemah di sesi II perdagangan. Adanya aksi beli terhadap beberapa saham unggulan seperti BBCA, UNVR dan BMRI menjelang penutupan perdagangan mendorong IHSG berbalik arah dari melemah menjadi ditutup menguat. Meredanya sentimen perang dagang AS-Tiongkok dan adanya ekspektasi stimulus bank sentral global, menjadi penopang penguatan IHSG kemarin, yang dibayangi oleh aksi profit taking.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi. Indeks Dow dan Indeks S&P ditutup menguat masing-masing 0,28% dan 0,03%. Sementara Indeks Nasdaq ditutup melemah –0,04%. Bervariatifnya penutupan indeks tadi malam setelah reli saham energi dan industri melawan penurunan sektor teknologi dan real estate. Saham sektor industri mendorong penguatan indeks S&P dan memimpin kenaikan sektoral pada indeks S&P. Sementara saham sektor teknolgi yang mencatatkan penurunannya selama tiga hari perdagangan secara beruntun menekan pergerakan indeks Nasdaq. Tertekannya saham sektor teknologi dipicu oleh indeks harga produsen Tiongkok yang pada bulan lalu mengalami penurunan dalam laju terdalam sejak tiga tahun terakhir, terpukul oleh perang dagang AS-Tiongkok yang berlarut-larut. Data tersebut membebani saham teknologi yang sensitive dengan isu perang dagang dan ditutup melemah –0,50%. Sementara dari sisi perang dagang, sebuah laporan dari China Morning Post, menyebutkan bahwa Tiongkok diperkirakan akan membeli lebih banyak produk pertanian untuk memposisikannya dalam kesepakatan perdagangan yang lebih baik. Sedangkan di sisi lain, investor menantikan pertemuan kebijakan The Fed AS dan juga European Central Bank, dimana kedua bank sentral tersebut diperkirakan akan menurunkan suku bunga untuk meningkatkan perekonomian global. Menteri Keuangan Jerman menyarankan negaranya bersiap untuk menghadapi kemungkinan resesi dengan paket stimulus. Namun perkiraan tersebut kemudian mendorong saham real estat yang sensitive terhadap suku bunga melemah –1,4%.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,35% yang masih ditopang oleh nilai tukar Yen yang bergerak melemah terhadap US Dollar ditengah-tengah minimnya katalis positif penggerak pasar.
 
Untuk perdagangan hari ini di bursa domestik, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan rawan akan aksi profit taking. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6318/6299 - 6349/6361.
Cermati :
BBNI, JSMR, WSKT, HMSP, CTRA
          
                                                               
BERITA EMITEN

PSAB : Berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp. 500 miliar yang merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan I dengan nilai total Rp. 3 triliun. Seluruh dana yang diperoleh rencananya akan digunakan untuk melunasi pinjaman anak usaha perseroan yakni PT. J Resources Nusantara kepada PT. Bukit Makmur Widya.
Rekomendasi : Netral
 
SMGR : Menandatangani perjanjuan pinjaman sebesar Rp. 2,35 triliun dari sindikasi tiga bank syariah dalam negeri. Dengan demikian perseroan setidaknya telah mengantongi kredit hingga Rp. 11,7 triliun dalam tiga bulan terakhir. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing) utang yang digunakan perseroan dalam mengakuisisi PT. Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB).
Rekomendasi : Netral
 
PTPP : Menandatangani kontrak pembangunan dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Nusa Tenggara Timur. Kedua proyek tersebut menelan investasi hingga Rp. 8 triliun. Sedangkan nilai kontrak yang diperuntukkan bagi perseraon mencapai Rp. 2,1 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
AKRA : Melalui anak usahanya yakni PT. Usaha Era Pratama Nusantara (UEPN), mendivestasi sebanyak 200 unit atau 40% saham PT. Berlian Manyar Stevedore.
Rekomendasi : Netral
 
WSKT : Membukukan kontrak baru senilai Rp. 9,5 triliun hingga akhir Agustus 2019. Sementara itu, perseroan memangkas target kontrak baru tahun 2019 menjadi Rp. 40 triliun - Rp. 50 triliun dari semula Rp. 56 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
BBRI : Mencatat hingga akhir Agustus 2019 telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total mencapai Rp. 67,6 triliun atau 77,7% dari jatah tahun ini. Kredit tersebut diberikan lebih dari 3,2 juta debitur di seluruh Indonesia.
Rekomendasi : Netral
 
HRTA : Memperkirakan penjualan bersih dapat tumbuh sekitar 7%-8% pada Q3-2019 yang ditopang kenaikan harga emas.
Rekomendasi : Netral
 
FREN : Perseroan membidik jumlah pelanggan sebanyak 30 juta. Adapun sampai akhir agustus lalu, jumlah pelanggan perseroan sudah menembus 20 juta. Untuk memenuhi target tersebut perseroan bakal terus mengakuisisi pelanggan baru dengan lebih masif.
Rekomendasi : Netral
 
DOID : Perseroan membidik volume pengupasan lapisan tanah penutup atau overburden removal sebanyak 380 juta bank cubic meter hingga 420 juta bcm. Hingga bulan juli lalu, perseroan mencatatkan realisasi kinerja operasional bulanan tertinggi selama periode januari hingga juli, yakni 40,9 juta bcm.
Rekomendasi : Netral
 
TGKA : Perseroan Menambah kepemilikan saham di PT Blue Gas Indonesia menjadi 99,99 dari sebelumnya 75%. Untuk menambah kepemilikan saham itu perseroan merogoh kocek dari kas internal sebesar Rp 73,22 miliar.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 23 September 201923 Sep 2019 08:49

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 13,00 poin atau melemah –0,21% setelah bergerak sideways dalam range 6.213,24 - 6.256,82. Secara sektoral, sebanyak tujuh [ ... ]

Read more...
Morning Note 20 September 201920 Sep 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 32,16 poin atau melemah –0,51% setelah bergerak sideways dalam range 6.242,89 - 6.282,06. Seluruh sektor yang diperdagangan ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 September 201917 Sep 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun 115.41 poin atau melemah -1.82% setelah beregrak di zona merah sepanjang sesi perdagangan. IHSG secara intraday sempat menyentuh ke level [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 September 201916 Sep 2019 09:02

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG di tutup turun 7,33 poin atau melemah –0,12% setelah bergerak sideways dalam range 6.318,92 - 6.375,80. [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 September 201913 Sep 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup melemah dan mengakhiri reli selama enam hari perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 39,78 poin atau melemah –0,62% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF