News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 10 September 2019

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 17,26 poin atau menguat 0,27% setelah bergerak positif hampir di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.306,74 - 6.333,90. Sebanyak 236 saham ditutup menguat, 178 saham melemah dan 149 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak tujuh sektor menopang penguatan IHSG dengan dipimpin oleh sektor Pertambangan dan Infrastruktur yang masing-masing menguat 2,17% dan 1,17%.  Menguatnya IHSG kemarin didukung oleh aksi beli selektif yang dilakukan oleh investor asing dan sentimen positif meredanya sentimen perang dagang paska adanya rencana AS-Tiongkok untuk melanjutkan negosiasi dagang pada awal Oktober 2019 mendatang. Aksi beli selektif yang dilakukan oleh investor asing yakni pada saham-saham antara lain UNTR, GGRM, UNVR, TLKM dan BBCA. Namun meski demikian, secara keseluruhan, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih di pasar reguler mencapai Rp. 95 miliar dimana saham-saham yang paling banyak dijual antara lain BBRI, ADRO, BMRI dan BBNI.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi terbatas. Indeks Dow ditutup menguat 0,14%. Sementara indeks Nasdaq dan indeks S&P ditutup terkoreksi masing-masing –0,19% dan –0,01%. Pergerakan variatif indeks tadi malam didukung oleh meningkatnya ekspektasi akan stimulus dari bank sentral di seluruh dunia seperti bank sentral Tiongkok, bank sentral Eropa dan The Fed AS, yang diimbangi oleh pelemahan di saham sektor teknologi dan layanan kesehatan. Sementara di sisi lain, indeks sektor finansial S&P 500 menguat 1,5% dengan saham sektor perbankan menguat 3,2% serta menguatnya imbal hasil US Treasury menyusul meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed AS pertengahan bulan ini. Hal tersebut didasarkan pada pernyataan ketua The Fed AS, Jerome Powell, yang mengatakan pada akhir pekan lalu bahwa The Fed akan “bertindak dengan sesuai” untuk mempertahankan ekspansi ekonomi. Pernyataan tersebut kemudian diartikan oleh pelaku pasar sebagai pertanda akan adanya pemangkasan suku bunga. Pelaku pasar juga bersikap wait & see terhadap pertemuan Bank Sentral Eropa dimana ECB diperkirakan akan memperkenalkan langkah-langkah stimulus baru pada pertemuan kebijakannya di pertengahan pekan ini. Di sisi lain, kemarin, Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, mengatakan bahwa dirinya tidak melihat akan adanya ancaman resesi dikarenakan pemerintahan Presiden Trump berusaha untuk menghidupkan kembali negosiasi perdagangan dengan Tiongkok. Dari sisi perdagangan saham, saham Amgen melemah –2,6% yang mendorong indeks kesehatan S&P 500 turun 0,9%. Sementara saham Microsoft yang melemah –1,14% yang mendorong indeks teknologi S&P 500 turun 0,7%.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,21% yang didukung oleh melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar yang mendorong naik harga saham-saham berbasis eksportir, serta juga meredanya sentimen perang dagang AS-Tiongkok dan harapan adanya stimulus oleh bank sentral global.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih berpotensi melanjutkan penguatannya seiring positifnya sentimen eksternal, namun dibayangi oleh aksi profit taking paska penguatan IHSG selama empat hari perdagangan secara beruntun. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6311/6295 - 6338/6349.

Cermati :
GGRM, HRUM, BBCA, HMSP, INDY, WSKT
    

                                                                     
BERITA EMITEN

KRAS : Penandatanganan perjanjian restrukturisasi kredit perseroan senilai US$ 2,2 miliar kepada 10 bank dan lembaga pembiayaan mundur hingga akhir September 2019. Masih ada kreditur yang belum menyampaikan persetujuan internal sehingga rencana restrukturisasi tersebut menjadi tertunda.
Rekomendasi : Netral
 
KAEF : Berencana menambah gerai di Kalimantan Timur, guna menggarap potensi pasar di lokasi calon ibu kota baru tersebut. Perseroan saat ini telah memiliki sekitar 30 gerai ritel di Balikpapan. Dan pada tahun depan, perseroan akan menambah jumlah outlet menjadi 40 ritel outlet. Saat ini juga perseroan sedang dalam proses due diligence untuk akuisisi salah satu rumah sakit BUMN yang berlokasi di Jawa dan berharap akuisisi tersebut dapat selesai pada Desember tahun ini.
Rekomendasi : Netral
 
DSNG : Menargetkan segmen minyak sawit mentah atau CPO berkontribusi 80% terhadap total target pendapatan hingga akhir tahun. Sementara sisanya akan didapatkan dari segmen perkayuan. Perseroan juga sedang melakukan program revitalisasi untuk dua kebun yang baru diakuisisi pada Desember 2018 da belum memberikan hasil yang optimum dan baru menyumbang 13% dari penjualan dari segmen usaha kelapa sawit.
Rekomendasi : Netral
 
LINK : Menandatangani nota kesepahaman bersama dengan PT. Mahkota Utama sebagai pengembang Meikarta dan ZTE Indonesia, untuk pengembangan jaringan infrastruktur telekomunikasi, media dan teknologi di kota modern terintegrasi Meikarta.
Rekomendasi : Netral
 
MCOR : Berencana melangsungkan rights issue dengan target dana sebesar Rp. 3,2 triliun. Aksi korporasi tersebut dilakukan untuk mendukung rencana perseroan naik ke BUKU III atau bank dengan modal inti di atas Rp. 5 triliun. Perseroan akan melepas sebanyak 32 miliar lembar saham dengan harga nominal Rp. 100 per saham. Sementara itu harga penawaran belum ditetapkan.
Rekomendasi : Netral
 
CLAY : Perseroan akan membangun rumah sakit yang berdiri di atas lahan seluas 8.500 meter persegi di Pontianak, Kalimantan barat. Lahan tersebut di beli dengan menggunakan dana IPO senilai Rp 68 miliar. Pembangunan rumah sakit tersebut akan menelan dana investasi Rp 633 miliar yang sebagian besar pendanaan di dukung oleh fasilitas kredit investasi dari Bank BRI.
Rekomendasi : Netral
 
INTP : Sepanjang semester pertama tahun ini, perseroan baru menyerap 20% dana belanja modal atau sekitar Rp 200 miliar dari capex yang di anggarkan tahun ini senilai Rp 1 triliun. Sebagian besar capex akan di keluarkan semester II tahun ini. Salah satunya untuk penyelesaiakn pembukaan tambang batu yang terletak di daerah Pamoyanan, Cikutamahi, Jawa Barat yang di targetkan selesai minggu ini.
Rekomendasi : Netral
 
MPMX : Perseroan merealisasikan penggunaan belanja modal sebesar Rp 230 miliar hinggu akhir juni 2019 dari total dana yang di anggarkan sebesar Rp 600 miliar – Rp 700 miliar. Dana tersdebut di gunakan untuk pengembangan warehouse bagi bisnis roda dua di anak usaha MPMulia dan pembelian unit mobil di MPM Rent.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 23 September 201923 Sep 2019 08:49

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 13,00 poin atau melemah –0,21% setelah bergerak sideways dalam range 6.213,24 - 6.256,82. Secara sektoral, sebanyak tujuh [ ... ]

Read more...
Morning Note 20 September 201920 Sep 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 32,16 poin atau melemah –0,51% setelah bergerak sideways dalam range 6.242,89 - 6.282,06. Seluruh sektor yang diperdagangan ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 September 201917 Sep 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun 115.41 poin atau melemah -1.82% setelah beregrak di zona merah sepanjang sesi perdagangan. IHSG secara intraday sempat menyentuh ke level [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 September 201916 Sep 2019 09:02

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG di tutup turun 7,33 poin atau melemah –0,12% setelah bergerak sideways dalam range 6.318,92 - 6.375,80. [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 September 201913 Sep 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup melemah dan mengakhiri reli selama enam hari perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 39,78 poin atau melemah –0,62% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF