News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 9 September 2019

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 2,15 poin atau menguat terbatas 0,03% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.305,02 - 6.336,91. Sebanyak 211 saham ditutup menguat, 193 saham melemah dan 149 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak enam sektor ditutup menguat dan menopang pergerakan IHSG dengan dipimpin oleh sektor Industri Dasar yang menguat 1,71%.  Menguatnya IHSG tersebut masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal terkait perkembangan terbaru dari perang dagang AS-Tiongkok dimana AS dan Tiongkok sepakat untuk melanjutkan perundingan dagang pada awal Oktober 2019 mendatang di Washington. Namun meski demikian, penguatan IHSG cenderung terbatas yang dipicu oleh aksi jual investor asing yang mencapai Rp. 363 miliar di pasar reguler. Saham-saham yang paling banyak dijual investor asing yakni antara lain BBRI, BBCA, BBNI, TLKM dan PGAS.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup bervariasi. Indeks Dow dan Indeks S&P ditutup menguat masing-masing 0,26% dan 0,09%. Sementara indeks Nasdaq ditutup melemah –0,17%. Variatifnya pergerakan indeks tersebut dipengaruhi oleh rilis data utama ketenagakerjaan AS yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Mengutip dari Reuters, pertumbuhan ketenagakerjaan di AS pad Agustus 2019 melambat dari yang diperkirakan dengan perekrutan ritel turun selama tujuh bulan secara beruntun. Data tersebut yakni Non Farm Payrolls yang tercatat turun dari 159.000 ke 130.000 (ekspektasi 158.000) dan Unemployment Rate yang tetap di level 3,7%. Namun penurunan tersebut diimbangi oleh kenaikan upah yang diharapkan mendukung pengeluaran konsumen dan menjaga ekonomi tumbuh secara moderat di tengah ketegangan perdagangan AS-Tiongkok. Average Hourly Earnings MoM tercatat naik sebesar 0,4% (ekspektasi sebesar 0,3%), yang merupakan kenaikan terbesar sejak Februari 2019. Data upah bulanan tersebut kemudian meredam penurunan dari indeks di bursa AS. Di sisi lain, akhir pekan kemarin, ketua The Fed AS, Jerome Powell, mengatakan bahwa pasar tenaga kerja kuat dan bank sentral akan terus bertindak sesuai untuk mempertahankan ekspansi ekonomi. Powell juga mengatakan bahwa AS dan ekonomi dunia tidak akan jatuh ke dalam resesi. Sementara dari Tiongkok dikabarkan bahwa bank sentral Tiongkok mengatakan akan memangkas jumlah uang tunai yang harus dimiliki bank sebagai cadangan, mengguyur likuditas total 900 miliar Yuan (setara US$ 126,35 miliar) ke pasar keuangan untuk menopang perekonomian. Kementerian Perdagangan Tiongkok juga mengatakan bahwa Tiongkok dan AS sepakat untuk bertemu pada awal Oktober 2019 untuk menajutkan putaran negosiasi perdagangan berikutnya.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,07% yang mana penguatan tersebut dibayangi oleh keraguan investor di bursa Jepang terhadap kekuatan ekonomi AS paska rilis data utama ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari yang diperkirakan. Namun perkembangan terbaru di seputaran negosiasi dagang AS-Tiongkok diperkirakan berpotensi menopang pergerakan indeks Nikkei hari ini serta juga indeks di bursa kawasan regional.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik awal pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan melanjutkan penguatannya secara terbatas dengan dibayangi oleh capital outflow investor asing. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range  6297/6285 - 6329/6349.

Cermati :
AALI, BBNI, BBRI, WSKT, PTBA
                  

                                                      
BERITA EMITEN

KAEF : Bersiap menggalang dana Rp. 1,5 triliun pada akhir kuartal III tahun ini. Perseroan akan menerbitkan surat utang jangka menengah (Medium Term Notes/MTN) sekitar Rp. 500 miliar hingga Rp. 1 triliun. Perseroan juga berniat untuk menarik standby loan sekitar Rp. 500 miliar - Rp. 600 miliar. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk mendanai aksi akuisisi mayoritas saham dua rumah sakit yang saat ini masih dalam proses negosiasi dan juga untuk menyerap saham baru yang akan  diterbitkan oleh anak usahanya yakni PT. Phapros Tbk.
Rekomendasi : Netral
 
WSKT : Menawarkan obligasi senilai Rp. 3,5 triliun yang merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan IV tahun 2019 senilai total Rp. 4,95 triliun. Dana yang diperoleh nantinya akan digunakan untuk modal kerja konstruksi bangunan sipil, keperluan pembangunan transmisi 500 KV Sumatera serta untuk biaya pembelian lahan konstruksi, biaya sewa peralatan, biaya sub kontraktor dan upah tenaga kerja.
Rekomendasi : Netral
 
ELTY : Melunasi utang senilai Rp. 360,30 miliar kepada PT. Riverton Group. Pelunasan dilaksanakan dengan skema pelepasan saham anak usaha dan aset tanah.
Rekomendasi : Netral
 
ISAT : Tengah menggelar lelang sebanyak 3.100 menara miliknya untuk mendapatkan dana segar. Lelang telah memasuki tahapan due diligence. Disebut-sebut sebanyak lima perusahaan menara telah menyatakan minat dan mengikuti due diligence tender menara tersebut.
Rekomendasi : Netral
 
PCAR : Pendapatan perseroan diperkirakan menurun pada akhir tahun ini dikarenakan adanya pembiayaan bunga kredit perseroan dimana perseroan menambah plafon kredit hingga Rp. 16 miliar. Pendapatan perseroan akan menurun dikarenakan adanya suku bunga pinjaman yang sebelumnya sebesar 10,5% meningkat menjadi 14%.
Rekomendasi : Netral
 
KRAS : Berharap perjanjuan restrukturisasi kredit senilai US$ 2,2 miliar kepada 10 bank dan lembaga pembiayaan dapat ditandatangani pada bulan ini, mundur dari rencana awal yakni pada Agustus 2019.
Rekomendasi : Netral
 
WSBP : Membidik sejumlah proyek infrastruktur pada paruh kedua tahun ini untuk mengejar target nilai kontrak baru dimana perseroan menargetkan kontrak baru senilai Rp. 10,31 triliun. Per 31 Agustus 2019, perseroan baru meraih kontrak baru senilai Rp. 3,41 triliun atau 33,01% dari total target tahun ini.
Rekomendasi : Netral
 
URBN : Menargetkan dapat mengakuisisi perusahaan properti lain pada 2020 dengan menggunakan dana hasil IPO sebesar Rp. 215,77 miliar. Hingga saat ini sisa dana hasil IPO mencapai Rp. 330,33 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
MAPI : Merambah bisnis penjualan ponsel resmi setelah resmi menjadi Apple Authorised Reseller melalui gerai ritel Digimap. Langkag tersebut juga menandakan ekspansi yang luas bagi perseroan untuk memperkuat segmen lifestyle yang menjadi fokus utamanya. Saat ini, Digimap sudah memiliki 18 gerai di lima kota di Indonesia.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 23 September 201923 Sep 2019 08:49

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 13,00 poin atau melemah –0,21% setelah bergerak sideways dalam range 6.213,24 - 6.256,82. Secara sektoral, sebanyak tujuh [ ... ]

Read more...
Morning Note 20 September 201920 Sep 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 32,16 poin atau melemah –0,51% setelah bergerak sideways dalam range 6.242,89 - 6.282,06. Seluruh sektor yang diperdagangan ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 September 201917 Sep 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun 115.41 poin atau melemah -1.82% setelah beregrak di zona merah sepanjang sesi perdagangan. IHSG secara intraday sempat menyentuh ke level [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 September 201916 Sep 2019 09:02

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG di tutup turun 7,33 poin atau melemah –0,12% setelah bergerak sideways dalam range 6.318,92 - 6.375,80. [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 September 201913 Sep 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup melemah dan mengakhiri reli selama enam hari perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 39,78 poin atau melemah –0,62% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF