News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 6 September 2019

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 37.14 poin atau menguat 0.59% setelah bergerak di zona hijau sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 219 saham di tutup menguat, 186 saham di tutup turun dan 142 saham di tutup stagnan. Secara sektoral sebanyak 8 sektor di tutup naik dan 2 sektor lainnya di tutup melemah dimana kenaikan dterbesar di pimpin oleh sektor aneka industri yang naik 2.58%. Kondisi eksternal  dari rencana china yang akan melanjutkan dialog dagang di Washington - AS pada awal Oktober 2019  menjadi katalis poitif pada perdagangan kemarin.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan penguatannya. Indeks Dow ditutup menguat 1,41%, Indeks Nasdaq menguat 1,75% dan Indeks S&P menguat 1,30%. Menguatnya indeks tadi malam tersebut dipicu oleh ekspektasi penurunan ketegangan perdagangan AS-Tiongkok setelah AS dan Tiongkok sepakat untuk mengadakan pembicaraan dagang tingkat tinggi pada bulan depan. Di sisi lain, data ekonomi AS terbaru yang kuat, mengurangi kekhawatiran perlambatan ekonomi dalam negeri AS. Di lansir dari Reuters, AS dan Tiongkok sepakat untuk mengadakan pembicaraan dagang pada awal Oktober 2019 di Washington AS dan investor menaruh harapan akan adanya pencairang ketegangan perdagangan di kedua belah pihak. Indeks saham teknologi S&P tadi malam naik 2,1% sementara saham sektor keuangan melonjak 1,9%. Sementara indeks saham sektor perbankan yang sensitif terhadap suku bunga melonjak 2,5% mengikuti kenaikan yield obligasi US Treasury. Dari sisi data ekonomi, Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP, yang dianggap sebagai pendahulu bagi laporan pekerjaan yang lebih komprehensif dari Departemen Tenaga Kerja AS, menunjukkan laju tercepat dalam empat bulan terakhir di Agustus 2019 yakni dari 142.000 ke 195.000, yang dipimpin oleh kenaikan besar dalam sektor jasa. Sementara data lainnya yakni ISM Non Manufacturing PMI Agustus 2019 tercatat naik dari 53,7 ke 56,4 yang merupakan rebound dari level terlemahnya dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, yang mana kenaikan tersebut disebabkan oleh pesanan baru yang naik ke level tertingginya sejak Februari 2019 di tengah kekhawatiran perang dagang. Data yang positif tersebut meredakan kekhawatiran terhadap penurunan ekonomi paska kontraksi dalam data aktivitas pabrik di AS pada Agustus 2019. Namun meski demikian, investor akan mencermati data utama ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pada akhir pekan ini.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,55% mengikuti penguatan indeks di bursa Wall Street tadi malam paska adanya ekspektasi terhadap penyelesaian perang dagang menyusul rencana perundingan dagang AS-Tiongkok pada awal Oktober 2019 mendatang.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan melanjutkan penguatannya seiring kondusifnya sentimen eksternal. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6290/6273 - 6315/6324.

Cermati :
EXCL, BBRI, ADRO, TLKM, SMGR
   

                                                                   
BERITA EMITEN

WEGE : Tengah menggarap konstruksi hotel senilai Rp. 1,8 triliun sebanyak tiga proyek yakni Hotel Benhill (Jakarta), Hotel Pullman Mandalika (Nusa Tenggara Barat) dan Hotel Patrajasa di Cirebon – Jawa Barat. Perseroan juga memiliki hotel dengan skema build, operate and transfer (BOT) di Bandung-Jawa Barat.
Rekomendasi : Netral
 
EXCL : Menjajaki penjualan 4.500 menara telekomunikasi. Jika berhasil dieksekusi, aksi tersebut akan menjadi yang ketiga kalinya setelah perseraon berhasil melepas total 6.000 menara pada tahun 2014 dan 2016. Di level global, saat ini induk usaha perseroan yakni Axiata Group Bhd, dalam proses merger dengan operator telekomunikasi asal Norwegia, Telenor ASA. Proses merger tersebut turut melibatkan diskusi untuk mengonsolidasikan aset infrastruktur di wilayah Asia.
Rekomendasi : Netral
 
SSIA : Menargetkan akuisisi lahan di Subang-Jawa Barat seluas 160 ha pada semester II-2019. Target tersebut merupakan strategi perseroan untuk fokus pada pengembangan kawasan industri Subang City of Industry. Hingga semester I-2019, perseroan sudah merealisasikan akuisisi lahan di Subang mencapai 60 ha. Hingga akhir 2018, perseroan telah memiliki 1.053 ha dari total 2.000 ha yang ditargetkan. Rencananya, sisa 1.000 ha akan diakuisisi dalam waktu tiga tahun hingga empat tahun mendatang. Sementara itu, perseroan telah meraih penjualan lahan seluas 15,6 ha senilai Rp. 261 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
POLL : Telah menyerap belanja modal sebanyak Rp. 720 miliar hingga Agustus 2019. Realisasi tersebut setara dengan 60% dari total anggaran tahun ini sebanyak Rp. 1,2 triliun. Mayoritas dana tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan proyek properti superblock. Terkait ibu kota baru, perseroan sedang mengkaji ekspansi bisnis ke ibu kota baru tersebut.
Rekomendasi : Netral
 
TRIO : Membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp. 34,70 miliar pada semester I-2019, meningkat dibandingkan semester I-2018 yang rugi sebesar Rp. 4,98 miliar. Sementara pendapatan bersih mengalami penurunan dari Rp. 887,64 miliar menjadi Rp. 562,11 miliar. Perseroan saat ini sedang melaksanakan penjajakan terhadap 2-3 investor strategis untuk menyerap saham private placement perseroan. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk pengembangan usaha dan ditargetkan realisasi aksi korporasi tersebut paling lambat tahun ini.
Rekomendasi : Netral
 
TELE : Berencana menawarkan obligasi senilai Rp. 500 miliar yang merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan II dengan nilai total Rp. 2 triliun. Dana yang diperoleh sebanyak Rp. 256 miliar akan digunakan untuk membayar pokok utang Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2016 yang akan jatuh tempo pada 14 Oktober 2019 dan sisanya akan disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada entitas anak.
Rekomendasi : Netral
 
MAPI : Sejak memperkenalkan gerai perdana pada juli tahun ini, perseroan ter;ihat semakin gencar mengembangkan digimap. Sepanjang tahun ini perseroan akan membuka lebih dari 20 Digimap. Digimp merupakan apple authorized reseller atau gerai redmi penjual produk – produk apple. Hingga 30 agustus 2019 perseroan sudash membuka 18 gerai digimap di jabodetabek, bandung, Surabaya, medan dan bali.
Rekomendasi : Netral
 
URBN : Perseroan menaikkan alokasi dana akuisisi aset sebesar 58,52% dari semula Rp 215,78 miliar menjadi Rp 342,06 miliar. Penambahan dana itu sejalan dengan perubahan opsi akuisisi dari sebelumnya hanya tanah, kini menjadi akisisi tanah, proyek atau perusahaan. Alasannya adalah perseroan ingin tetap fokus pada pengembangan kawasan menggunakan konsep dan prinsip transit oriented development (TOD) sehingga perseroan terus berupaya mendapatkan dan mengembangkan lahan-lahan yang berlokasi di titik-titik transportasi massal.
Rekomendasi : Netral
 
RMBS : Entitas asosiasi perseroan yakni PT Nusantara Almazina berencana IPO pada 25 september 2019. Nusantara Almazina membidik dana IPO senilai Rp 92,3 miliar hingga Rp 101,53 miliar. Nusantara Almazina yang bergerak dalam bidang property akan menjual maksimal 461,54 juta saham setara dengan 21% dari modal di tempatkan dan di setor penuh. Dana hasil IPO tersebut, akan di gunakan untuk akuisisi, mengambil alih piutang dan modal kerja.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 23 September 201923 Sep 2019 08:49

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 13,00 poin atau melemah –0,21% setelah bergerak sideways dalam range 6.213,24 - 6.256,82. Secara sektoral, sebanyak tujuh [ ... ]

Read more...
Morning Note 20 September 201920 Sep 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 32,16 poin atau melemah –0,51% setelah bergerak sideways dalam range 6.242,89 - 6.282,06. Seluruh sektor yang diperdagangan ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 September 201917 Sep 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun 115.41 poin atau melemah -1.82% setelah beregrak di zona merah sepanjang sesi perdagangan. IHSG secara intraday sempat menyentuh ke level [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 September 201916 Sep 2019 09:02

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG di tutup turun 7,33 poin atau melemah –0,12% setelah bergerak sideways dalam range 6.318,92 - 6.375,80. [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 September 201913 Sep 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup melemah dan mengakhiri reli selama enam hari perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 39,78 poin atau melemah –0,62% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF