News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 5 September 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 8,07 poin atau menguat 0,13% setelah bergerak sideways dalam range 6.239,00 - 6.273,60. Sebanyak 219 saham ditutup menguat, 195 saham melemah dan 140 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak enam sektor menopang pergerakan IHSG dengan sektor Pertambangan dan Perdagangan memimpin penguatan masing-masing sebesar 1.16% dan 0,73%. IHSG sempat bergerak melemah sebagai dampak dari tekanan eksternal paska penerapan tarif impor saling berbalas oleh AS dan Tiongkok sehingga meningkatkan ketegangan perdagangan di antara kedua negara tersebut. Di sisi lain, tekanan datang dari data ekonomi terbaru AS yang menunjukkan pelemahan aktivitas manufaktur di AS serta juga belum adanya perkembangan terbaru dari Brexit. Capital outflow investor asing juga masih terjadi kali ini mencapai Rp. 646 miliar dimana saham-saham yang paling banyak dijual antara lain TLKM, BBRI, UNTR, TOWR dan SMGR.

Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam di tutup menguat. Indeks Dow di tutup menguat 0,91%, Indeks Nasdaq di tutup menguat 1,30%, Indeks S&P menguat 1.08%. Kenaikan ini di picu hilangnya ke khawatiran akan Hongkong dan Brexit. Pemerintah Hong Kong secara resmi menarik kembali RUU ekstradisi yang telah memicu aksi massa selama berbulan-bulan. Kabar itu disambut dengan kenaikan indeks Hang Seng sebesar 4%. Isu Hongkong sempat dikhawatirkan bakal menjadi problem tambahan dalam sejarah hubungan ekonomi AS dan China. Sebuah laporan juga menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor jasa di China telah menguat dengan laju tercepat dalam tiga bulannya pada  bulan Agustus, meski tengah menghadapi tantangan ekonomi. Indeks Caixin/Markit Services Purchasing Managers Index (PMI) China berada di level 52,1 pada bulan Agustus, yang merupakan level tertinggi sejak bulan Mei. Dimana angka di atas 50 mengindikasikan adanya ekspansi. Data tersebut keluar bahkan setelah AS dan China saling berbalas kenaikan tarif, yang mengawali babak baru eskalasi perang dagang kedua negara. Dari inggris, Pemerintahan Inggris yang dipimpin Perdana Menteri Boris Johnson kalah dalam pemungutan suara di parlemen terkait usulan pengunduran diri negara itu dari Uni Eropa tanpa kesepakatan (non-deal Brexit). Hal itu menurunkan potensi (non-deal Brexit), dimana non-deal Brexit mengancam pertumbuhan ekonomi Inggris Raya dan dunia.
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei di buka menguat 0,73% yang picu oleh sentimen positif yang datang dari Hong Kong dan Inggris Raya.
Untuk Perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG di perkirakan akan bergerak positif seiring dengan sentimen dari Hongkong dan Inggris Raya. IHSG di perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6248/6226 - 6283/6295.

Cermati : PTBA, ERAA, SCMA, BBTN, BBRI,


Berita Emiten

BMRI : menambah portofolio pembiayaan percepatan penerimaan pembayaran (supply chain financing) kepada PT Timah Tbk. Pembiayaan ini ditujukan untuk mempercepat pembayaran kepada mitra perusahaan dengan nilai awal senilai Rp 150 miliar.
Rekomendasi : Netral

EXCL : Perseroan menyatakan pihaknya masih menunggu rencana induk perusahaan yakni Axiata Group Bhd Malaysia yang masih dalam proses merger dengan perusahaan telekomunikasi Norwegia, Telenor ASA. Dampak merger tersebut dinilai akan positif bagi perusahaan.
Rekomendasi : Netral

MDKA : Perseroan berencana memecah nilai nominal sahamnya (stock split) dengan nilai rasio 1:5, yang berarti nilai nominal saham yang semula sebesar Rp 100/saham akan dipecah menjadi Rp 20/saham. Pemecahan nilai nominal saham dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan likuiditas perdagangan perusahaan.
Rekomendasi : Netral

ESSA : Kembali menjajaki peluang ekspansi pabrik baru. Manajemen perusahaan belum dapat mengungkapkan perkiraan anggaran yang disiapkan untuk pabrik baru tersebut. Sejauh ini perseroan belum mengubah alokasi dana belanja modal (capex) tahun ini. Anggarannya masih sama seperti rencana awal, yakni sebesar US$ 5 Juta untuk perawatan mesin produksi.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 18 February 202018 Feb 2020 09:00

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik tipis 0,58 poin atau menguat 0,01% setelah bergerak mixed sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 174 saham di tutup naik, 218 saham di tutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 February 202017 Feb 2020 10:13

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup turun tipis -5.01 poin atau melemah -0,09% setelah bergerak mixed sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 207 saham di tutup turun, 163 [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 February 202014 Feb 2020 09:28

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun -41.12 poin atau melemah -0,70% setelah bergerak mixed sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 284 saham di tutup turun, 119 saham di tutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF