News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 15 Agustus 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 56,37 poin atau menguat 0,91% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.240,20 - 6.274,58. Sebanyak 250 saham ditutup menguat, 161 saham melemah dan 131 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 8 sektor menopang penguatan IHSG dengan dipimpin oleh sektor Properti dan Industri Dasar yang masing-masing menguat 2,00% dan 1,52%. Menguatnya IHSG tersebut turut dipicu oleh sentimen eksternal terkait perang dagang dimana pemerintah AS memutuskan untuk menunda pengenaan tarif impor tambahan sebesar 10% terhadap barang-barang impor dari Tiongkok. Sentimen tersebut mendorong pergerakan positif indeks di bursa Wall Street yang diikuti oleh pergerakan positif bursa global. Sementara, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih di pasar reguler mencapai Rp. 409 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dijual antara lain BBCA, ASII dan BMRI. Namun meski demikian, aksi jual tersebut tidak berpengaruh terhadap pergerakan IHSG dikarenakan investor asing juga melakukan aksi beli sejumlah saham unggulan seperti INTP, BBNI, BBRI, TLKM dan AKRA.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup melemah signifikan. Indeks Dow ditutup melemah –3,05%, Indeks Nasdaq melemah –3,02% dan Indeks S&P melemah –2,93%. Melemahnya indeks tadi malam didorong oleh kekhawatiran investor terhadap resesi menyusul inversi kurva imbal hasil US Treasury untuk pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir. Indeks Dow mencatatkan penurunan harian terbesar sejak Oktober 2018 setelah yield obligasi US Treasury bertenor 2 tahun melampaui yield obligasi AS bertenor 10 tahun, yang dianggap sebagai sinyal resesi. Berbaliknya kurva imbal hasil tersebut merupakan yang pertama kalinya sejak Juni 2007, beberapa bulan sebelum resesi besar yang menekan pasar selama bertahun-tahun. Sejak 50 tahun terkahir, kurva imbal hasil obligasi AS selalu berbalik sebelum terjadinya resesi.  Sentimen negatif bertambah dari data ekonomi Tiongkok dan Jerman yang tertekan oleh semakin sengitnya perang dagang AS-Tiongkok, ketidakjelasan Brexit dan ketegangan geopolitik. Jerman mencatatkan kontraksi dalam produk domestik bruto Q2=-2019, sementara pertumbuhan industri Tiongkok pada Juli 2019 mencapai level terendahnya dalam 17 tahun terakhir. Lebih dari 300 saham dalam komponen indeks S&P melemah 10% atau lebih dari level tertingginya dalam satu tahun terakhir, menurut data Refinitiv, bahkan 180 saham diantaranya telah jatuh lebih dari 20%. Seluruh 11 sektor utama indeks S&P ditutup melemah, dengan sektor energi, finansial, bahan baku, barang konsumsi dan layanan komunikasi semuanya turun lebih dari 3%.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –1,60%. Pelemahan tersebut turut dipicu oleh koreksi signifikan di bursa AS tadi malam sebagai akibat inversi kurva imbal hasil yang dianggap sebagai sinyal akan datangnya resesi. Selain bursa Jepang, bursa di kawasan regional juga turut mengalami pelemahan.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan berpotensi tertekan oleh sentimen negatif eksternal yang juga melemahkan pasar ekuitas global. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6226/6247 - 6281/6295.

Cermati :
GGRM, AKRA, BBNI, WSKT, PGAS, LPPF
    

                                                            
BERITA EMITEN

BNLI : Bank asal Jepang, Mizuho Bank Ltd dan grup bank asal Singapura, OCBC tengah bersaing memperebutkan saham perseroan. Rencana akuisisi oleh Mizuho terungkap dalam sebuah riset yang dipublikasikan oleh Indopremier pada pekan lalu. Menurut riset tersebut, Mizuho mengincar 44,6% saham perseroan yang dimiliki oleh Bank Standard Chartered.  Uji tuntas rencana akuisisi Mizuho tersebut akan diumumkan pada akhir bulan ini. Sementara itu dikutip dari Bloomber, OCBC mempertimbangkan untuk membeli sekitar 90% saham perseroan senilai US$ 1,9 miliar atau sekitar Rp. 27,09 triliun dengan asumsi kurs Rp. 14.260/US$.
Rekomendasi : Netral
 
ANJT : Memasang strategi defensive selama semester II-2019 akibat penurunan kinerja di semester I-2019. Perseroan membukukan penurunan penjualan di semester I-2019 dari Rp. 996,11 miliar menjadi Rp. 830,98 miliar. Sementara dari sisi laba berbalik dari laba bersih sebesar Rp. 2,99 miliar di semester I-2018 menjadi rugi bersih Rp. 177,70 miliar di semester I-2019. Perseroan akan menunda atau menjadwalkan kembali belanja modal dan hanya akan mengeluarkan dana untuk penyelesaian pabrik kelapa sawit dan pabrik pengolahan edamame beku.
Rekomendasi : Netral
 
RICY : Membukukan kinerja positif di semester I-2019. Penjualan tercatat tumbuh 11,71% secara tahunan menjadi sebesar Rp. 1,05 triliun. Sementara laba bersih tercatat tumbuh 10,49% menjadi Rp. 1,79 miliar. Pertumbuhan tersebut didorong oleh naiknya penjualan segmen spinning sebesar 23,58% menjadi Rp. 553,19 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
ACES : Berencana membuka 10 gerai baru pada semester II-2019 guna mendongkrak kinerja perseroan untuk mencapai target pertumbuhan penjualan sebesar 15% di tahun ini. Untuk itu perseroan akan mengucurkan dana investasi mencapai Rp. 250 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
BBRI : Membukukan pertumbuhan laba positif di semester I-2019 kendati sejumlah indicator penopang pendapatan melambat. Laba konsolidasi semester I-2019 tumbuh 8,19% secara tahunan dari Rp. 14,94 triliun menjadi Rp. 16,16 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pendapatan berbasis komisi yang meningkat 17,86% menjadi Rp. 12,11 triliun. Sementara pendapatan bunga bersih tumbuh 4,37% dari Rp. 38,25 triliun menjadi Rp. 39,92 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
MCAS : Perseroan menjual sekitar 10% saham miliknya di PT Distribusi Vocer Nusantara Tbk (DIVA). Saham tersebut di jual untuk mendanai investasi. Selain itu divestasi juga di lakukan untuk mengembangkan bisnis DIVA, yaitu dengan mengandeng Kejora Ventures.
Rekomendasi : Netral
 
WSKT : Perseroan berniat merevisi target kontrak baru tahun ini. Sebab, perolehan kontrak baru perseroan saat ni baru sekitar Rp 8,18 triliun atau sekitar 14,87% dai target keseluruhan Rp 55 triliun. Revisi tersebut di karenakan mundurnya beberapa pengadaan investasi. Beberapa proyek yang mundur adalah investasi di jalan tol.
Rekomendasi : Netral
 
BTPN : Perseroan mencatatkan laba bersih konsolidasi setelah pajak yang dapat di atribusikan kepada pemilik sebesar Rp 1,26 triliun sepanjang smester I 2019. Jumlah tersebut tumbuh 15% secara yoy dari Rp 1,09 triliun. Sepanjang semester I 2019, perseroan focus konsolidasi terutama pasca resmi bergabung dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia pada februari 2019 lalu.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 23 September 201923 Sep 2019 08:49

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 13,00 poin atau melemah –0,21% setelah bergerak sideways dalam range 6.213,24 - 6.256,82. Secara sektoral, sebanyak tujuh [ ... ]

Read more...
Morning Note 20 September 201920 Sep 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 32,16 poin atau melemah –0,51% setelah bergerak sideways dalam range 6.242,89 - 6.282,06. Seluruh sektor yang diperdagangan ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 September 201917 Sep 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun 115.41 poin atau melemah -1.82% setelah beregrak di zona merah sepanjang sesi perdagangan. IHSG secara intraday sempat menyentuh ke level [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 September 201916 Sep 2019 09:02

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG di tutup turun 7,33 poin atau melemah –0,12% setelah bergerak sideways dalam range 6.318,92 - 6.375,80. [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 September 201913 Sep 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup melemah dan mengakhiri reli selama enam hari perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 39,78 poin atau melemah –0,62% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF