News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 13 Agustus 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 31,54 poin atau melemah –0,50% setelah bergerak sideways dalam range 6.245,28 – 6.309,10. Sebanyak 251 saham ditutup melemah, 152 saham menguat dan 147 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 8 sektor menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Pertambangan dan Keuangan masing-masing –1,24% dan –0,99%. IHSG sempat bergerak anomali di awal perdagangan dengan bergerak positif dan secara intra day sempat menguat hingga 0,43%. Namun tekanan aksi profit taking dan memanasnya kembali sentimen perang dagang AS-Tiongkok, menekan pergerakan IHSG hingga akhirnya ditutup melemah –0,50%. Perang dagang AS-Tiongkok kembali memanas setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa perundingan dagang AS-Tiongkok sedang berjalan, namun dirinya tidak siap untuk membuat kesepakatan dagang dengan Tiongkok. Hal tersebut kemudian memicu kekhawatiran pasar akan buntunya penyelesaian perang dagang dan dampaknya yang menekan pertumbuhan ekonomi global. Investor asing kemarin tercatat melakukan aksi jual bersih di pasar reguler mencapai Rp. 322 miliar dimana saham-saham unggulan yang dijual oleh investor asing dan berkontribusi menekan pergerakan IHSG antara lain UNTR, GGRM, ITMG dan BBRI.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan pelemahannya. Indeks Dow ditutup melemah –1,48%, Indeks Nasdaq melemah –1,20% dan Indeks S&P melemah –1,22%. Pelemahan indeks tadi malam dipengaruhi kegelisahan pasar terhadap aksi protes di Hong Kong, kekalahan Presiden Argentina Mauricio Macri dalam pemilu Argentina dan perang dagang AS-Tiongkok yang berlarut-larut yang memicu kekhawatiran akan terjadinya resesi. Dan faktor-faktor tersebut mendorong investor melakukan peralihan dananya dari aset-aset berisiko, sehingga mendorong harga emas naik 1% pada kisaran tertinggi dalam lebih dari enam tahun terakhir. Di sisi lain, imbal hasil obligasi jangka panjang dan pendek AS jatuh kemarin dengan patokan imbal hasil obligasi 10 tahun turun sedikit di atas 1,64% setelah penutupan pasar. Hal tersebut memperlebar selisih dengan imbal hasil surat utang bertenor tiga bulan, yang mencapai hampir 1,99% sehingga membentuk kurva terbailk dan memicu kekhawatiran akan potensi resesi.
Sebelumnya, Goldman Sachs Group Inc pada hari Minggu, 11 Agustus 2019, mengatakan bahwa risiko resesi di AS dan global meningkat ketika perang dagang AS-Tiongkok yang berlarut-larut. Goldman Sachs juga mengurangi perkiraan pertumbuhan ekonomi AS untuk Q4-2019 sebesar 20 bps menjadi 1,8%. Sementara indeks Volatilitas CBOE meningkat dari 17,36% menjadi 21,09%.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –1,22%. Melemahnya indeks Nikkei tersebut tertekan oleh menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar sebagai salah satu aset safe haven dan pelemahan di bursa Wall Street tadi malam akibat kekhawatiran terhadap ketidakjelasan penyelesaian perang dagang AS-Tiongkok serta potensi resesi.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik pagi ini, IHSG diperkirakan rawan akan tekanan seiring dengan pelemahan indeks di bursa Wall Street yang disusul oleh pelemahan pasar  ekuitas global. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6228/6204 - 6291/6332.

Cermati :
UNVR, MEDC, JSMR, AKRA, HMSP, BBRI
   

                                                           
BERITA EMITEN

KIJA : Membuka peluang untuk menggalang dana serta mengundang investor asing dari Timur Tengah. Strategi tersebut menjadi salah satu upaya direktur utama terpilih dalam meningkatkan kinerja perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
SCMA : Akan mengakuisisi 50% saham perusahaan hiburan dan periklanan,  PT. Benson Media Kreasi (BMK) dengan nilai sebesar Rp. 44 miliar yang akan didanai dari kas internal perseroan. Perseroan optimis rencana akuisisi tersebut dapat meningkatkan dan mempercepat posisi dan kinerja perseroan sebagai perusahaan media dan konten terkemuka yang terintegrasi baik vertikal maupun horizontal secara komprehensif.
Rekomendasi : Netral
 
KAEF : Berencana menggelar penambahan modal dengan HMETD atau rights issue sebanyak-banyaknya 1,57 miliar saham. Rencana tersebut akan diputuskan dalam RUPSLB perseroan pada 18 September 2019. Dana yang diperoleh akan dimanfaatkan sebagai modaln kerja dan pengembangan usaha perseroan dan entitas anak.
Rekomendasi : Netral
 
CMPP : Berencana menambah modal dengan HEMTD atau rights issue pada November atau Desember 2019. Aksi korporasi tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan bursa soal batas minimal saham yang beredar di publik (free float) sebesar 7,5%. Selain itu, dana yang diperoleh akan digunakan untuk melakukan restrukturisasi modal dan ekspansi.
Rekomendasi : Netral
 
LRNA : Akan menambah armada pada semester II-2019. Strategi tersebut guna memaksimalkan bisnis angkutan bandar udara milik perseroan. Perseroan menganggarkan belanja modal senilai Rp. 10 miliar - Rp. 12 miliar dimana sebagaian besar akan digunakan untuk menambah 24 unit armada untuk angkutan bandara.
Rekomendasi : Netral
 
MIDI : Hingga smester I 2019 perseroan telah merealisasikan pembukaan 60 gerai baruatau setara 60% dari target ekspansi di sepanjang tahun ini sebanyak 100 gerai baru. Dengan tambaha 60 gerai, maka jumlah total gerai perseroan lebih dari 1.500 gerai. Terdorong oleh penambahan jumlah gerai tersebut pendapatan perseroan menanjak selama semester pertama tahun ini.
Rekomendasi : Netral
 
BYAN : Perseroan mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 34,24% yoy menjadi US$ 178,71 juta. Penurunan kinerja itu berlanjut dari catatan sebelumnya pada kuarta I 2019. Selama tiga bulan pertama tahun ini, laba bersih perseroan menyusut 30,86% yoy menjadi US$ 84,23 juta. Turun nya laba di akbatkan oleh tren penurunan harga batu bara.
Rekomendasi : Netral
 
KKGI :Hingga akhir Juni tahun ini, perseroan memproduksi 1,54 juta ton batubara atau 44% dari seluruh target sepanjang tahun ini yang mencapai 3,5 juta ton batubara. Realisasi produksi itu lebih dari tiga kali lipat ketimbang pencapaian di periode yang sama tahun lalu yakni 396,436 metrik ton batubara.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 17 Oktober 201917 Oct 2019 08:46

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 11,43 poin atau menguat 0,19% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Oktober 201914 Oct 2019 09:26

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 82,16 poin atau menguat 1,36% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.033,32 - 6.109,12. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 Oktober 201911 Oct 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 5,52 poin atau melemah –0,09% setelah di sepanjang perdagangan bergerak sideways dalam rentang terbatas 6.018,45 - 6.044,11. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 10 Oktober 201910 Oct 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 10,44 poin atau melemah –0,17% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak sideways dalam range 6.017,36 - 6.047,79. Sebanyak 189 [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Oktober 201909 Oct 2019 09:01

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 39,02 poin atau menguat 0,65% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.009,38 - 6.046,46. Sebanyak 268 saham ditutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF