News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 9 Agustus 2019

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya dimana IHSG ditutup naik 70,48 poin atau menguat 1,14% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.224,90 - 6.281,10. Sebanyak 259 saham ditutup menguat, 156 saham melemah dan 131 saham stagnan. Secara sektoral, sembilan sektor menopang penguatan IHSG dengan dipimpin oleh sektor Industri Dasar dan Agri yang masing-masing menguat 3,37% dan 2,50%. Menguatnya IHSG tersebut didukung oleh pergerakan positif indeks di bursa kawasan regional paska meredanya untuk sementara kekhawatiran akan memanasnya perang dagang AS-Tiongkok. Selain itu, penguatan IHSG juga turut didukung oleh aksi beli investor asing, penguatan nilai tukar Rupiah dan secara teknikal IHSG telah mengalami over sold. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih di pasar reguler mencapai Rp. 316 miliar. Saham-saham yang dibeli oleh investor asing yang turut menopang penguatan IHSG antara lain GGRM, ASII, BMRI, BBRI dan TLKM.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 1,43%, Indeks Nasdaq menguat 2,24% dan Indeks S&P menguat 1,88%. Menguatnya indeks tadi malam didorong oleh naiknya harga saham-saham berbasis teknologi. Saham sektor teknologi menguat 2,4% sementara seluruh sektor utama lainnya naik setidaknya 1%. Naiknya indeks tadi malam dipengaruhi oleh aksi bargain hunting terhadap saham-saham yang sudah oversold paska aksi jual masif baru-baru ini. Saham-saham teknologi yang memimpin penguatan antara lain saham Advanced Micro Devices yang melonjak 16,2% setelah merilis prosessor cip generasi kedua serta menyebutkan telah menggaet Google dan Twitter sebagai pelanggan ; dan sagam Symantec Corp yang naik 12,3% setelah sebuah sumber menyebutkan bahwa Broadcomm Inc dalam penjajakan lanjutan untuk mengakuisisi Symantec. Di sisi lain, data ekonomi terbaru AS menunjukkan kuatnya pasar tenaga kerja setelah jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan penggangguran secara tak terduga mengalami penurunan pada pekan lalu dari 217.000 ke 209.000. Data tersebut kemudian menghilangkan sebagian kekhawatiran pasar tentang potensi resesi dan membantu naiknya imbal hasil obligasi AS. Sedangkan dari sisi perang dagang, data ekspor Tiongkok yang lebih baik dari perkiraan juga membantu meredam kekhawatiran perang dagang AS-Tiongkok. Ekspor Tiongkok meningkat 3,3% pada Juli 2019 sementara impor turun 5,6% sehingga mendorong neraca perdagangan Tiongkok surplus sebesar US$ 45,1 miliar. Di saat yang sama, nilai tukar Yuan Tiongkok tampak stabil terhadap US Dollar juga turut memberikan rasa ’nyaman’ ke pasar ekuitas.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,80%. Menguatnya indeks Nikkei tersebut turut didorong menguatnya indeks di bursa Wall Street tadi malam, meredanya untuk sementara kekhawatiran terhadap perang dagang AS-Tiongkok dan rilis data pertumbuhan ekonomi Jepang Q2-2019 yang lebih baik dari yang diperkirakan. GDP Growth Rate QoQ Preliminary Jepang untuk Q2-2019 tercatat sebesar 0,4% (lebih baik dari perkiraan yang sebesar 0,1%) dan secara Annualized sebesar 1,8% (lebih baik dari yang diperkirakan yang sebesar 0,4%).
 
Untuk perdagangan di bursa domestik akhir pekan ini, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatannya dengan dibayangi oleh aksi profit taking. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6239/6204 - 6296/6316.

Cermati :
BBRI, TLKM, HMSP, ASII, BBNI, BRPT
      

                                                      
BERITA EMITEN

WIKA : Menargetkan pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung terealisasi 49%-51% hingga akhir tahun ini sehingga megaproyek tersebut dapat beroperasi pada pertengahan 2021.Hingga akhir tahun anggaran yang terserap diestimasikan sekitara Rp. 40 triliun dari total anggaran yang sebesar Rp. 80 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
PTPP : Bekerja sama dengan PT. Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT. Misi Mulia Metrical mendirikan perusahaan patungan PT. Pembangunan Perumahan Semarang Demak. Perusahaan itu nantinya akan bertindak sebagai pembangun dan pengelola tol Semarang-Demak yang terintegrasi dengan tanggul laut Semarang. Perseroan juga meraih kontrak baru sebagai kontraktor pabrik peleburan atau smelter nikel senilai US$ 127 juta dari PT. Macika Mineral Industri.
Rekomendasi : Netral
 
PGAS : Berencana menggalang dana sebesar US$ 350 juta. Perseroan mengkaji sejumlah opsi pendanaan eksternal termasuk penerbitan surat utang berdenominasi rupiah maupun obligasi global. Demi memperkuat struktur keuangan, perseroan telah mengantongi bridging loan dari Bank Mandiri senilai US$ 350 juta pada awal tahun ini yang akan dimanfaatkan untuk mendanai kebutuhan belanja modal sepanjang tahun 2019 yang mencapai US$ 500 juta.
Rekomendasi : Netral
 
AISA : FKS Food and Agri Pte Ltd melalui PT. FKS Food and Ingredients (FKS FI) bernita mengambil sebagian saham baru yang diterbitkan oleh perseroan sebesar Rp. 329,47 miliar. Perseroan berencana menambah modal tanpa HMETD atau private placement dengan menerbitkan maksimal 1,57 miliar saham seri B dengan nilai nominal Rp. 200 per saham.
Rekomendasi : Netral
 
BBRI : Merespon kebijakan penurunan bunga acuan Bank Indonesia dengan melakukan penyesuaian suku bunga kredit. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan menurunkan suku bunga kredit pada segmen kredit mikro, ritel dan konsumer hingga 50 bps.
Rekomendasi : Netral
 
WTON : Perseroan maeraih kontrak baru senilai Rp 3,92 triliun hingga Juli 2019. Dengan tambahan kontrak bawaan sebesar Rp 5,41 triliun, total kontrak perseroan menjadi Rp 9,33 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 64,34% dari total target yang sebesar Rp 14,5 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
CAMP : Perseroan mengklaim menguasai 20 % - 25% pangsa pasar es krim di dalam negeri. Saat ini konsumsi es krim nasional sekitar 0,7 – 0,8 liter per kapita per tahun. Tingkat konsumsi tersebut di bawah Malaysia dan singapura yakni masing – masing 2 liter dan 5 liter. Konsumsi es krim nasional masih rendah lantaran sebaran penjualannya belum merata. Oleh sebab itu perseroan memacu jagkauan pemasarandan distribusi di 25 kota.
Rekomendasi : Netral
 
IPCM : Hingga tutup semester I 2019 perseroan masih mengandalkan Tanjung Priok sebagai tulang punggung bisnis. Namun kedepan perseroan ingin memacu bisnis di pelabuhan lainnya. Pelabuhan Tanjung Priok menyumbang Rp 165,79 miliar atau 50,69% terhadap total pendapatan bersih.  Turunnya produkstifitas selama semester I 2019 seiring dengan menyusutnya jumlah kunjungan kapal membuat pendapatn bersih perseroan turun 10,77% yoy menjadi Rp 327,06 miliar.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 17 Oktober 201917 Oct 2019 08:46

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 11,43 poin atau menguat 0,19% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Oktober 201914 Oct 2019 09:26

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 82,16 poin atau menguat 1,36% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.033,32 - 6.109,12. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 Oktober 201911 Oct 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 5,52 poin atau melemah –0,09% setelah di sepanjang perdagangan bergerak sideways dalam rentang terbatas 6.018,45 - 6.044,11. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 10 Oktober 201910 Oct 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 10,44 poin atau melemah –0,17% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak sideways dalam range 6.017,36 - 6.047,79. Sebanyak 189 [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Oktober 201909 Oct 2019 09:01

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 39,02 poin atau menguat 0,65% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.009,38 - 6.046,46. Sebanyak 268 saham ditutup [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF