News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 8 Agustus 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup menguat dan mengakhiri pelemahannya selama empat sesi perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 84,72 poin atau menguat 1,38% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.153,64 - 6.221,66. Sebanyak 267 saham ditutup menguat, 151 saham melemah dan 144 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 8 sektor menopang penguatan IHSG dengan peenguatan terbesar ada pada sektor Keuangan dan Infrastruktur masing-masing 1,98% dan 1,94%. Menguatnya IHSG tersebut turut dipengaruhi oleh rebound-nya indeks di bursa Wall Street setelah Tiongkok memutuskan untuk mestabilkan mata uangnya Yuan setelah melemah dalam lebih satu dekade terakhir, yang kemudian dikhawatirkan oleh investor sebagai strategi baru Tiongkok dalam perang dagang dengan AS, setelah AS secara resmi menyebut bahwa Tiongkok sebagai manipulator mata uang. Di sisi lain, menguatnya nilai tukar Rupiah dan aksi beli selektif investor asing, juga turut menopang pergerakan IHSG. Meski secara keseluruhan investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih di pasar reguler mencapai Rp. 138 miliar, namun sejumlah aksi beli selektif investor asing, mampu menopang penguatan IHSG. Saham-saham yang dibeli tersebut antara lain GGRM, BBRI, TLKM dan BMRI.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi setelah sempat mengalami pelemahan signifikan secara intra day. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,09%. Sementara indeks Nasdaq dan indeks S&P ditutup menguat 0,38% dan 0,08%. Pergerakan indeks tadi malam sempat mengalami tekanan sebelum ditutup bervariasi terbatas. Secara intra day, indeks Dow sempat melemah hingga –2,26%, Indeks Nasdaq sempat melemah –1,67% dan indeks S&P sempat melemah –1,95%. Pelemahan tersebut sebagai akibat tekanan dari imbal hasil obligasi AS bertenor tiga bulan yang berada di level paling tingginya sejak Maret 2007, lebih tinggi dari US Treasury bertenor 10 tahun. Gejolak imbal hasil obligasi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran atas penurunan ekonomi global sebagai dampak memanasnya perang dagang AS-Tiongkok dan spekulasi bahwa The Fed AS harus meneruskan langkah pemangkasan suku bunga acuannya. Imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun bahkan sempat menyentuh level terendahnya sejak Oktober 2016. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor akan datangnya resesi. Namun penurunan imbal hasil tersebut kemudian mulai terkikis setelah adanya pelelangan. Dan pulihnya imbal hasil tersebut mendorong indeks berbalik arah mengurangi pelemahannya dan bahkan indeks Nasdaq dan S&P mampu ditutup menguat. Kenaikan indeks tersebut juga ditopang oleh minat investor terhadap saham-saham yang sudah oversold paska tekanan jual baru-baru ini. Di sisi lain, pelaku pasar meningkatkan spekulasinya bahwa The Fed AS akan memangkas suku bunga acuannya sebanyak tiga kali lebih lanjut sebelum akhir tahun. Seperti diketahui, bank sentral di Selandia Baru, India dan Thailand, telah memangkas suku bunga pinjamannya di tengah kekhawatiran bahwa perang dagang AS-Tiongkok dapat memperburuk perekonomian global.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,06% yang didorong oleh aksi investor yang membeli saham-saham yang sudah dianggap murah dan oversold paska penurunan indeks selama empat hari secara beruntun.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih berpotensi bergerak menguat. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6165/6125 - 6233/6261.

Cermati :
BBNI, TLKM, UNVR, BBTN, HMSP, WSKT    
 

                                                         
BERITA EMITEN

WIKA : Memproyeksikan dapat mengantongi kontrak baru senilai Rp. 37 triliun pada Q3-2019 dan masih mempertahankan target yang dibidik pada tahun ini. Hingga semester I-2019, realisasi kontrak baru perseroan sebesar Rp. 15,23 triliun atau 24,66% dari target Rp. 61,74 triliun pada tahun ini. Perseroan masih membidik sejumlah proyek hingga akhir tahun seperti Mass Rapit Transit (MRT) phase 2, light rail transit (LRT) phase 2, proyek jalan tol, pelabuhan serta pembangkit listrik. Perseroan juga meyakini masih mampu membukukan pertumbuhan kinerja keuangan pada Q3-2019 dikarenakan perseroan masih memiliki carry over kontrak hingga Rp. 97 triliun. Perseroan juga mengincar berbagai tender konstruksi di lima negara di Afrika dengan potensi nilai proyek mencapai Rp. 2 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
AUTO : Strategi menekan biaya produksi, mampu menjaga pertumbuhan kinerja perseroan di semester I-2019. Perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 2,29% dari Rp. 7,41 triliun di semester I-2018 menjadi Rp. 7,58 triliun. Sementara laba bersih tahun berjalan tercatat tumbuh 19,39% dari Rp. 205,78 miliar menjadi Rp. 245,68 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
BALI : Memperoleh pinjaman sebesar Rp. 150,7 miliar untuk membangun base transceiver station (BTS) dan jaringan serat opyik. Rinciannnya sebesar Rp. 49,2 miliar dialokasikan untuk membangun BTS jenis micro cell dan Rp. 101,5 miliar digunakan untuk membangun serat optic sambungan rumah yang akan dibangun di seluruh Indonesia khususnya di daerah Jabodetabek.
Rekomendasi : Netral
 
CSAP : Membukukan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 41,80% menjadi Rp. 17,64 miliar di semester I-2019, dibanding semester I-2018 yang sebesar Rp. 30,31 miliar. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan beban penjualan, beban umum dan beban keuangan. Sementara pendapatan naik dari Rp. 4,94 triliun menjadi Rp. 5,35 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
WOOD : Berhasil mencetak pertumbuhan ekspor furniture sebesar 20% ke Amerika Serikat. Peningkatan tersebut menjadi salah satu penopang pertumbuhan penjualan di semester I-2019 sebesar 20% menjadi Rp. 2,5 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
JRPT : Perseroan menandai pembangunan Bintaro Jaya Xchange 2 dengan melakukan ground breaking atau penanaman tiang pancang. Perseroan menyiapkan dana investasi hingga Rp 1,25 triliun dengan perincian 70% pinjaman bank dan 30% kas. Proyek berupa mixed used itu akan terdidi dari pusat perbelanjaan tahap II, hotel dan kolam ikan laut besar.
Rekomendasi : Netral
 
BKSL : Perseroan menambah portofolio proyek yang di jual pada semester II 2019. Perseroan menyodorkan apartemen berkonsep low rise di bogor jawa barat dengan nama My Home. Proyek apartemen 15 lantai tersebut berdiri di atas lahan seluas 3.000 hektare dengan target penyelesaian pembangunan dalam dua tahun mendatang. Perseroan menyiapkan total anggaran lebih dari 1 triliun untuk pembangunan proyek tersebut.
Rekomendasi : Netral
 
DOID : Perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12,23% yoy menjadi US$ 435,35 juta sepanjang semester I 2019. Namun laba bersihnya turun lebih dari 4 kali lipat menjadi US$ 4,07 juta. Tren penurunan harga batubara masih menjadi pemicu utama nya. Disaat bersamaan aktifitas produksi perseroan terganggu curah hujan yang tinggi. Oleh sebab itu tingkat utilitas alat produksi perseroan hanya 56%.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 19 Agustus 201919 Aug 2019 08:50

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 29,07 poin atau menguat 0,47% setelah bergerak sideways dalam range 6.235,70 - 6.292,38. Sebanyak 200 saham ditutup menguat, 182 [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 Agustus 201916 Aug 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 9,75 poin atau melemah –0,16% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.161,67 - 6.257,59. Sebanyak 267 [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Agustus 201915 Aug 2019 08:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 56,37 poin atau menguat 0,91% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.240,20 - 6.274,58. Sebanyak 250 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Agustus 201913 Aug 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 31,54 poin atau melemah –0,50% setelah bergerak sideways dalam range 6.245,28 – 6.309,10. Sebanyak 251 saham ditutup melemah, [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Agustus 201909 Aug 2019 08:51

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya dimana IHSG ditutup naik 70,48 poin atau menguat 1,14% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF