News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 7 Agustus 2019

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 56,23 poin atau melemah –0,91% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.022,60 - 6.157,76. Sebanyak 307 saham ditutup melemah, 121 saham menguat dan 121 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak tujuh sektor ditutup melemah dan menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Aneka Industri dan Keuangan masing-masing –2,26% dan –1,90%. Pelemahan IHSG tersebut sejalan dengan pelemahan indeks di bursa Wall Street yang diikuti oleh pelemahan pasar ekuitas global seiring dengan meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok. AS melalui Presidennya, menuduh Tiongkok telah melakukan manipulasi mata uang setelah Yuan melemah dan menyentuh level terendahnya dalam 11 tahun terakhir, yang mana sebagian investor beranggapan bahwa hal tersebut merupakan tanggapan langsung terhadap AS yang akan kembali mengenakan tarif impor terhadap barang dari Tiongkok senilai US$ 300 miliar. Sentimen tersebut sempat menekan IHSG hingga melemah –2,48% secara intra day dan mendorong investor asing melakukan aksi jual hingga Rp. 2,00 triliun di pasar reguler. Namun pelemahan IHSG kemudian mampu dikurangi seiring dengan adanya kabar bahwa Tiongkok mengambil tindakan dengan membatasi pelemahan mata uangnya setelah dituduh memanipulasi nilai tukar Yuan.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat dan mengakhiri pelemahan beruntunnya selama lima hari perdagangan. Indeks Dow ditutup menguat 1,21%, Indeks Nasdaq menguat 1,39% dan Indeks S&P menguat 1,30%. Menguatnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh langkah Tiongkok untuk mestabilkan mata uangnya Yuan, sekaligus meredakan kekhawatiran bahwa mata uang akan menjadi senjata berikutnya di perang dagang AS-Tiongkok. Intervensi dari Bank Sentral Tiongkok tersebut dilakukan setelah Departemen Keuangan AS menyebut Tiongkok sebagai manipulator mata uang dikarenakan membiarkan Yuan merosot ke level terendahnya dalam lebih dari satu dekade pada awal pekan ini. Langkah Tiongkok yang menetapkan nilai referensi Yuan pada tingkat yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan serta komentar penasihat ekonomi AS, Larry Kudlow bahwa Presiden Trump berencana mengundang delegasi Tiongkok untuk perundingan dagang pada bulan September mendatang, sedikit meredam kekhawatiran tentang eskalasi lebih lanjut dalam perang dagang. Saham-saham teknologi yang memiliki eksposur pendapatan besar di Tiongkok dan yang mengalami tekanan paling masif di awal pekan, menjadi pendorong terbesar penguatan indeks tadi malam.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,18%, meski bursa Wall Street dan sejumlah bursa di kawasan regional mengalami rebound. Melemahnya indeks Nikkei tersebut dipengaruhi oleh menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar serta masih adanya kekhawatiran di kalangan investor terkait masih panasnya perang dagang AS-Tiongkok.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat secara terbatas setelah mengalami tekanan selama empat hari perdagangan secara beruntun. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6042/5965 - 6177/6235.

Cermati :
SMGR, UNVR, BBNI, TLKM, ASII
                                            

               
BERITA EMITEN

INCO : Akan menjaga momentum produksi yang mulai berjalan normal sejak Mei 2019 serta melanjutkan efisiensi biaya untuk mengerek kinerja keuangan hingga akhir tahun. Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$ 292,25 juta di semester I-2019 atau turun 21,99% dibanding semester I-2018 yang sebeszar US$ 374,61 juta. Perseroan juga mencatatkan rugi bersih sebesar US$ 26,17 juta di semester I-2019 berbanding terbalik dari laba bersih sebesar US$ 29,38 juta pada semester I-2018. Kinerja laba tertekan oleh penurunan produksi dan penjualan yang lebih rendah.
Rekomendasi : Netral
 
HKMU  : Berencana merealisasikan penjualan ekspor perdagan ke Australia pada akhir Agustus 2019. Penjualan telah mengantongi kontrak penjualan sebanyak 300 ton hingga akhir tahun. Hingga semester I-2019, perseroan mengantongi pendapatan sebesar Rp. 565,50 miliar atau tumbuh 47,89% secara tahunan. Sementara laba bersih tercatat tumbuh 64,19% secara tahunan menjadi Rp. 48,24 miliar. Adapun target pendapatan di tahun 2019 adalah sebesar Rp. 1,26 triliun dan laba bersih sebesar Rp. 143 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
SMSM : Memangkas target tahunan 2019 dari yang telah ditetapkan sebelumnya pada awal tahun. Adapun di semester I-2019, perseroan mengantongi pendapatan sebesar Rp. 1,9 triliun  atau naik tipis 1,19% secara tahunan, sementara laba bersih tercatat naik 5,92% dari Rp. 220,91 miliar menjadi Rp. 233,99 miliar. Untuk pertumbuhan semester II-2019, perseroan memproyeksikan flat atau tumbuh maksimal 5%.
Rekomendasi : Netral
 
ELTY : Berencana menggandeng perusahaan asal Tiongkok, China Construction First Group Co Ltd (CCFG) untuk mengembangkan kawasan residensial dan komersial di Jakarta tahun ini. Nilai investasinya diperkirakan mencapai US$ 350 juta.
Rekomendasi : Netral
 
ISAT : Perseroan membukukan pendapatan Rp 12,3 triliun di akir semester I – 2019. Jumlah tersebut naik 11,1% dari periode yang sama tahun lalu. Dengan peningkatan ini, perseroan berhasil memangkas rugi lebih dari setengah menjadi Rp 331 miliar dari yang sebelumnya Rp 683,70 miliar. Pertumbuhan tersebut di topang oleh bisnis seluler yang naik 15,2% yoy menjadi Rp 10 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
SRIL : Perseroan mencatatkan penjualan ke AS dan China naik 3,2 kali lipat sepanjang semester I 2019. KOntribusi ekspor dari kedua kawasan tersebut mencapai 13,6% dari total penjualan ekspor di semester I 2019 sebesar US$ 377,70 juta.
Rekomendasi : Netral
 
SIPD : Perseroan mencatatkan kenaikan penjualan bersih 35,21% yoy menjadi Rp 1,92 triliun pada semester I 2019. Permintaa ayam yang naik, stabilnya US Dollar, impor harga kedelai dan pasokan jagung turut menjadi katalis positif penopang kinerja perseroan. Bisnis perunggasan masih menjadi contributor utama penjualan, yakni Rp 1,67 triliun.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 19 Agustus 201919 Aug 2019 08:50

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 29,07 poin atau menguat 0,47% setelah bergerak sideways dalam range 6.235,70 - 6.292,38. Sebanyak 200 saham ditutup menguat, 182 [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 Agustus 201916 Aug 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 9,75 poin atau melemah –0,16% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.161,67 - 6.257,59. Sebanyak 267 [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Agustus 201915 Aug 2019 08:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 56,37 poin atau menguat 0,91% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.240,20 - 6.274,58. Sebanyak 250 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Agustus 201913 Aug 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 31,54 poin atau melemah –0,50% setelah bergerak sideways dalam range 6.245,28 – 6.309,10. Sebanyak 251 saham ditutup melemah, [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Agustus 201909 Aug 2019 08:51

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya dimana IHSG ditutup naik 70,48 poin atau menguat 1,14% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF