News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 19 Juli 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 8,69 poin atau menguat 0,14% setelah bergerak sideways dalam range 6.375,62 - 6.407,26. Sebanyak 203 saham ditutup menguat, 203 saham melemah dan 138 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak tujuh sektor menopang penguatan IHSG dengan dipimpin sektor Industri Dasar yang ditutup menguat 2,02%. Pergerakan IHSG kemarin sempat mengalami tekanan dan sempat terkoreksi hingga –0,30% secara intra day akibat pelemahan pasar ekuitas global sebagai dampak dari mencuatnya kembali kekhawatiran perang dagang yang akan kembali sulit diselesaikan. Namun IHSG mampu berbalik arah didukung oleh aksi beli investor selektif investor asing terhadap beberapa saham unggulan seperti UNVR, GGRM, TKIM dan JSMR. Di sisi lain, penguatan IHSG juga didukung oleh sentimen kebijakan Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga acuannya dari 6% menjadi 5,75%.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,01%, Indeks Nasdaq menguat 0,27% dan Indeks S&P menguat 0,36%. Menguatnya indeks tadi malam salah satunya didorong oleh komentar dari Presiden The Fed wilayah New York, John Williams, yang membantu memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga The Fed AS pada akhir bulan ini. Dilansir Reuters, Williams mengatakan bahwa ketika suku bunga dan inflasi rendah, para pembuat kebijakan harus bersiap menunggu masalah ekonomi potensial terwujud. Menurut alat FedWatch CME Group, ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed pada akhir bulan ini berada pada 100% dengan 66,9% memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 50 bps. Sebelum adanya komentar Williams, Indeks sempat mengalami tekanan dan bergerak melemah dikarenakan anjloknya saham Netflix –10,27% menyusul rilis laporan keyangan dengan target pelanggan baru di luar negeri yang meleset dari perkiraan. Penurunan saham Netflix tersebut memicu pelemahan sebesar –0,9% di saham sektor layanan komunikasi. Di sisi lain, penguatan indeks juga terbantu dengan rilis laporan keuangan sejumlah emiten yang sesuai lebih baik dari perkiraan seperti saham Philip Morris, Union Pacific Corp, IBM dan Morgan Stanley.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,48% yang didukung oleh sikap investor yang ”berburu” saham murah paska pelemahan indeks Nikkei selama tiga hari perdagangan secara beruntun. Selain itu, penguatan indeks juga turut ditopang oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan The Fed AS pada akhir bulan ini.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik akhir pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat seiring dengan sentimen turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 25 bps dan ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan The Fed AS pada akhir bulan ini. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6384/6364 - 6415/6427.

Cermati :
GGRM, SMGR, SCMA, BBTN, ADRO
    

                                            
BERITA EMITEN

APLN : Fitch Ratings dan Moody’s Investor Service kompak menurunkan peringkat utang perseroan. Hal tersebut terkait menipisnya likuditas perseroan yang membuat ketidakpastian dalam pelunasan kembali (refinancing) utang. Fitch Ratings menurunkan peringkat utang obligasi global perseroan senilai US$ 300 juta yang akan jatuh tempo pada 2024 dari B– menjadi CCC-. Sementara Moody’s menurunkan peringkat perseroan menjadi B2 dari B1.
Rekomendasi : Netral
 
SRTG : Mengincar pendapatan dividen hingga Rp. 1,5 triliun tahun ini atau naik signifikan dibanding tahun lalu yang sebesar Rp. 900 miliar. Target tersebutn sejalan dengan kenaikan sumbangan dividen dari portofolio investasi perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
ASII : Membuka kemungkinan untuk memproduksi mobil listrik. Hal tersebut akan dilakukan apabila pemerintah melalui Kementerian Perindustrian, mengeluarkan peraturan mengenai produksi mobil listrik.
Rekomendasi : Netral
 
TRIO : Menjajaki penambahan modal melalui private placement saham kepada investor strategis. Aksi tersebut ditargetkan tuntas pada tahun ini dan dana yang dihimpun akan dimanfaatkan untuk ekspansi perseroan. Saat ini perseroan sedang melakukan penjajakan dengan 2-3 investor strategis untuk menyerap saham private placement perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
HOKI : Berencana melakukan ekspansi pasar dan membuat pabrik baru pada semester II tahun ini. Perseroan akan melakukan ekspansi pasar baru di luar Jawa. Selain itu, perseroan berencana menjajaki pasar tradisional dikarenakan sebelumnya produk beras merek HOKI sudah masuk gerai modern.
Rekomendasi : Netral
 
MFIN : Akan menerbitkan kembali obligasi senilai Rp. 429 miliar tahun ini. Surat utang tersebut bagian dari Obligasi Berkelanjutan III Mandala Multifinance dengan total target dana Rp. 1,2 triliun. Dengan penerbitan obligasi tersebut  perseroan berharap menopang penyaluran pembiayaan tahun ini sebesar Rp. 5,2 triliun atau meningkat 36,8% dibanding tahun 2018 yang sebesar Rp. 3,8 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
WIKA : Dalam enam bulan di tahun ini perseroan baru mengantongi kontrak baru sebanyak 23% dari target tahun ini, sebesar Rp 61,4 triliun. Perseroan mengatakan, tidak akan merevisi target akhir tahun ini. Sebab ada sejumlah kontrak baru yang tengah diincar, di antaranya kontrak dari proyek transportasi massal berbasis rel, seperti MRT dan LRT .
Rekomendasi : Netral
 
JSKY : Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 30% year on year (yoy) pada tahun 2019 melalui sejumlah strategi yang telah disiapkan perseroan. Strategi perseroan yakni memacu segmen pasar business to consumer. Optimisme perseroan didukung dengan rencana perseroan untuk mendirikan empat area service center yang tersebar di Jakarta. Pembangunan empat service center akan dimulai bertahap terhitung sejak akhir tahun 2019.
Rekomendasi : Netral
 
IPTV : Usai mengakuisisi 60% saham stasiun televisi satelit K-Vision, perseroan akan meluncurkan layanan terintegrasi melalui set top box andoid dan menggenjot pertumbuhan pelanggan secara agregat 200.000 pelanggan per bulan. Perseroan juga menargetka kinerja perusahaan tahun ini tumbuh 20%.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 13 Desember 201913 Dec 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 40,70 poin atau melemah –0,66% setelah bergerak sideways dalam range 6.139,40 - 6.201,02. Sebanyak 247 saham di tutup melemah, 151 [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Desember 201912 Dec 2019 09:03

IHSG di perdagangan kemarin kembali melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 3,41 poin atau melemah –0,06% setelah bergerak sideways dalam range 6.171,93 - 6.204,60. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 10 Desember 201910 Dec 2019 09:04

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 6,92 poin atau menguat 0,11% setelah bergerak sideways dalam rentang terbatas 6.180,84 - 6.210,78. Sebanyak 206 saham ditutup menguat, 184 [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF