News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 17 Juli 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 16,35 poin atau terkoreksi –0,26% setelah bergerak sideways dalam range 6.389,39 - 6.428,27. Sebanyak 236 saham ditutup melemah, 158 saham menguat dan 156 saham stagnan. Secara sektoral sebanyak tujuh sektor menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Industri Dasar dan Properti masing-masing –0,91% dan –0,69%. Melemahnya IHSG tersebut kemarin salah satunya tertekan oleh aksi profit taking baik oleh investor domestik maupun investor asing. Saham-saham yang mengalami penurunan dikarenakan aksi jual investor domestik antara lain UNTR, SMGR, BBNI, BMRI dan TKIM. Sementara saham-saham yang banyak dijual investor asing dan menekan pergerakan IHSG antara lain INTP, BBCA, INKP dan TLKM. Sementara sentimen eksternal yang turut menekan pergerakan IHSG datang dari rilis data pertumbuhan Tiongkok sebesar 6,2% yang merupakan pertumbuhan paling lambat dalam kurun waktu 27 tahun terakhir.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,09%, Indeks Nasdaq terkoreksi –0,43% dan Indeks S&P terkoreksi –0,34%. Melemahnya indeks tadi malam salah satunya adalah rilis laporan keuangan kuartalan emiten perbankan yang menambah kekhawatiran tentang dampak pemangkasan suku bunga acuan The Fed AS terhadap laba emiten. JP Morgan Chase dan Wells Fargo melaporkan kinerja laba yang melampaui ekspektasi, namun juga melaporkan pendapatan bunga bersih yang lebih lemah, menunjuk pada kenaikan biaya deposito. Hal tersebut mengikuti Citigroup yang sehari sebelumnya juga melaporkan penurunan margin bunga bersih. Saham JP Morgan tadi malam mampu ditutup menguat 1,15% setelah sebelumnya mengalami tekanan. Namun saham Wells Fargo ditutup terkoreksi –2,98% karena menagan prospek untuk memotong biaya. Menambah tekanan pada pasar datang dari Presiden Trump yang mengatakan ada jalan panjang dalam penyelesaian perselisihan dagang dengan Tiongkok dan mengancam akan mengenakan tarif lain untuk barang-barang impor dari Tiongkok senilai US$ 325 miliar. Di sisi lain, indeks sempat memangkas pelemahannya setelah ketua The Fed AS, Jerome Powell, kembali menegaskan bahwa The Fed akan melakukan tindakan yang sesuai untuk menjaga perekonomian AS. Sedangkan dari sisi data ekonomi AS, Retail Sales MoM Juni 2019 tercatat naik sebesar 0,4%, lebih baik dari perkiraan yang sebesar 0,1%, yang menunjukkan kuatnya pengeluaran konsumen. Namun data tersebut tidak mengubah harapan penurunan suku bunga pada bulan ini, meskipun menurunkan harapan akan pemangkasan suku bunga yang agresif.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –0,28% yang dipicu oleh pelemahan indeks di bursa Wall Street tadi malam dan memudarnya optimisme terhadap penyelesaian perang dagang AS-Tiongkok.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih rawan akan tekanan. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak 6385/6368 - 6424/6445.

Cermati :
INTP, HMSP, SMGR, TINS, INCO, PTBA
 

                                             
BERITA EMITEN

LPKR : Mengumumkan penyelesaian rights issue. Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp. 11,2 triliun yang akan digunakan untuk membayar utang, memastikan penyelesaian proyek-proyek yang ada termasuk Meikarta dan memulai strategi baru.
Rekomendasi : Netral
 
BBTN : Berencana menerbitkan efek beragun aset (EBA) berntuk surat partisipasi (SP) senilai Rp. 2 triliun - Rp. 4 triliun. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) perseroan. Selain menerbitkan EBA-SP, perseroan juga berencana menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt) tahun ini yang bertujuan untuk menjaga rasio kecukupan modal perseroan di atas 16% dikarenakan CAR bisa tergerus apabila perseroan ekspansif dalam menyalurkan kredit. Adapun tahun ini perseroan berencana mencari pendanaan di luar dana pihak ketiga sebesar Rp. 14 triliun yang akan bersumber dari pinjaman bilateral atau sindikasi, obligasi, negotiable certificate of deposit maupun sekuritisasi.
Rekomendasi : Netral
 
KIJA : Perseroan wajib untuk membeli kembali (buyback) surat utang (notes) senilai US$ 300 juta didasarkan atas perubahan pengendali perseroan. Sedangkan perubahan pengendali perseroan dibuktikan dengan adanya acting in concert saat RUPST.
Rekomendasi : Netral
 
BBRI : Membidik penyaluran kredit melalui skema sindikasi sebesar Rp. 30 triliun hingga akhir tahun ini. Target tersebut tumbuh sekitar 12% dibanding tahun 2018.
Rekomendasi : Netral
 
BSDE : Perseroan meraih marketing sales sebesar Rp 2,7 triliun sepanjang semester I 2019. Jumlah tersebut setara dengan 43,5% dari target marketing sales tahun ini yang sebesar Rp 6,2 triliun.  Proyek residensial masih menjadi penyokong utama pendapatan dimana kontribsi nya sebesar Rp 1,2 triliun atau 45% terhadap total pendapatan. Perseroan akan terus melanjutkan ekspansi berupa proyek-proyek yang telah berjalan pada semester II tahun ini.
Rekomendasi : Netral
 
SRIL : Sepanjang semester I 2019 perseroan mencetak pertumbuhan penjualan kotor dua digit di banding periode yang sama tahun lalu. Pencapaian tersebut di atas rata rata industry mengingat perang dagang yang masih berkecamuk. Kinerja kuat di dukung dominasi bisnis benang yang berkontribusi sebesar 40,1% terhadap total penjualan. Perseroan mengantongi penjualan sebesar US$ 631,64 juta atau naik 16,16% secara tahunan dan laba bersih sebesar US$ 63,25 juta atau naik 12,28% secara tahunan.
Rekomendasi : Netral
 
IPTV : Perseroan resmi mengambil alih 60% saham Pt Digital Bision Nusantara atau K-Vision. Aksi korporasi tersebut di yakini dapat memperkuat target pertumbuhan pendapatan sebesar 20% pada tahun ini. Aksi tersebut juga merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat segmen pasar menengah ke bawah.
Rekomendasi : Netral
 

Morning Meeting

Morning Note 19 Agustus 201919 Aug 2019 08:50

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 29,07 poin atau menguat 0,47% setelah bergerak sideways dalam range 6.235,70 - 6.292,38. Sebanyak 200 saham ditutup menguat, 182 [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 Agustus 201916 Aug 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 9,75 poin atau melemah –0,16% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.161,67 - 6.257,59. Sebanyak 267 [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Agustus 201915 Aug 2019 08:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 56,37 poin atau menguat 0,91% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.240,20 - 6.274,58. Sebanyak 250 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Agustus 201913 Aug 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 31,54 poin atau melemah –0,50% setelah bergerak sideways dalam range 6.245,28 – 6.309,10. Sebanyak 251 saham ditutup melemah, [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Agustus 201909 Aug 2019 08:51

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya dimana IHSG ditutup naik 70,48 poin atau menguat 1,14% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF