News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 16 Juli 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 44,89 poin atau menguat 0,70% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.405,45 - 6.439,10. Sebanyak 227 saham ditutup menguat, 183 saham melemah dan 150 saham stagnan. Secara sektoal, sebanyak tujuh sektor menopang penguatan IHSG dengan dipimpin oleh sektor Infrastruktur dan Industri Dasar yang masing-masing menguat 1,64% dan 1,21%. Sejumlah sentimen positif menjadi penopang penguatan IHSG kemarin. Sentimen positif eksternal datang dari adanya optimisme pemangkasan suku bunga acuan The Fed AS pada pertemuannya akhir bulan ini. Sementara sentimen positif domestik datang dari menguatnya nilai tukar Rupiah dan suplusnya neraca perdagangan Indonesia Juni 2019 sebesar US$ 200 juta. Sentimen tersebut mendorong investor asing melakukan aksi beli bersih di pasar reguler mencapai Rp. 312 miliar.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan penguatannya secara terbatas. Indeks Dow ditutup menguat 0,10%, Indeks Nasdaq menguat 0,17% dan Indeks S&P menguat 0,02%. Pergerakan indeks tadi malam salah satunya dipengaruhi oleh dimulainya rilis laporan keuangan emiten periode Q2-2019. Citigroup memulai musim laporan keuangan dengan merilis laporan laba yang lebih baik dari perkiraan namun mencatatkan penurunan margin bunga bersih sebesar 5 bps. Kondisi tersebut memicu penurunan harga saham bank-bank yang lain di tengah kekhawatiran bahwa hal tersebut akan menyebabkan pendapatan dan profitabilitas yang rendah untuk bank-bank besar di AS dikarenakan ekspektasi penurunan suku bunga. Meski saham Citigroup mampu mengikis pelemahannya di akhir perdagangan menjadi –0,1%, namun saham bank lain seperti JP Morgan, Goldman Sachs dan Well Fargo yang dijadwalkan akan merilis laporan keuangannya pada hari ini, turun lebih dari 1% sehingga mendorong saham sektor keuangan melemah –0,5%. Akan tetapi tekanan pada saham sektor perbankan, mampu diimbangi oleh penguatan saham sektor teknologi dan layanan kesehatan sehingga mampu mendorong penguatan indeks. Sementara dari sisi eksternal, pertumbuhan ekonomi Q2-2019 Tiongkok tercatat sebesar 6,2% yang merupakan pertumbuhan paling lambat dalam kurun waktu 27 tahun terakhir yang merupakan dampak dari perang dagang dengan AS. Dan Presiden Trump melalui akun Twitternya mengomentari bahwa perlambatan ekonomi adalah alasan mengapa Tiongkok ingin membuat kesepakatan dagang dengan AS.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –0,19% sebagai akibat tekanan dari menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar serta kekhawatiran perlambatan ekonomi global paska Tiongkok merilis pertumbuhan ekonomi Q2-2019 yang menunjukkan perlambatan.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan rawan akan aksi profit taking. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6403/6387 - 6436/6455. Cermati :
ASII, UNVR, PTPP, SMGR, JSMR
                     
                        
BERITA EMITEN

KIJA : Soegiharto, direktur utama perseroan yang baru terpilih, menolak sejumlah argument jajaran direksi lama termasuk tudingan konspirasin atau acting in concert dalam RUPST Perseroan. Soegiharto menegaskan tidak ada upaya penggaralangan suara dari Islamic Development Bank (IDB) dan PT. Imakotama Investindo selaku pemegang saham peseroan dalam RUPST 26 Juni 2019. Kepemilkan saham keduanya juga tidak melebihi permitted holders atau tida mencapai di atas 40%.
Rekomendasi : Netral
 
NISP : Hingga akhir tahun 2019, menargetkan pertumbuhan kredit dua digit sekitar 10%-15% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut akan didorong pada semester II karena pada periode tersebut pengusaha diperkirakan mulai ekspansi untuk investasi.
Rekomendasi : Netral
 
BNGA : Tidak melakukan revisi target dalam rencana bisnis bank tahun ini, meski secara industri OJK merevisi target kredit turun menjadi 9%-11% dari sebelumnya 10%-12% secara tahunan. Perseroan memasang target high single digit untuk pertumbuhan kredit atau sekitar 9% secara tahunan.
Rekomendasi : Netral
 
DILD : Melakukan finalisasi terkait rencana pengembangan kawasan industri baru di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ekspansi tersebut akan masuk ke dalam rencana jangka panjang perseroan. Perseroan telah mengakuisisi sebagian lahan baru di Jawa Tengah dan Jawa Timur, atau yang dekat dengan infrastruktur tol Trans Jawa.
Rekomendasi : Netral
 
VRNA : Semakin memantapkan rencananya untuk merger dengan IBJ Verena Finance (IBJV). Penggabungan usaha kedua perseroan tersebut diharapkan efektif pada 23 Juli 2019. Rencana tersebut sudah mendapatkan persetujuan efektif dari OJK.
Rekomendasi : Netral
 
SMGR : Membukukan peningkatan volume penjualan semen sebesar 19% menjadi 17,47 juta ton hingga semester I-2019. Lonjakan tyersebut didukung atas konsolidasi dengan PT. Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB).
Rekomendasi : Netral
 
KRAS : Bersama dengan lima bank sindikasi, menandatangani perubahan dan pernyataan kembali perjanjian pokok transformasu bisnis dan keuangan perseroan. Perseroan juga mendapatkan pinjaman untuk kebutuhan modal kerja tambahan total US$ 200 juta dari sindikasi bank tersebut melalui kerja sama pembiayaan.
Rekomendasi : Netral
 
TINS : Merealisasikan pertumbuhan volume penjualan 144% secara tahunan pada semester I-2019. Faktor pendongkrak penjualan tersebut yakni adanya peraturan Menteri ESDM No. 11 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pemberian Wilayah, Perizinan dan Pelaporan pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.
Rekomendasi : Netral
 
TPIA : Perseroan menerbitkan obligasi berteor tiga tahun senilai Rp 750 miliar dengan kupoin 9,5%. Surat utang tersebut merupakan bagian dari Obligasi berkelanjutan tahap II yang telah di setujui OJK dengan target total pendanaan mencapai Rp 2 triliun. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai pembangunan pabrik methyl Tert-butyl Ether dan Butene-1 dengan target operasional pada kuartal III 2020.
Rekomendasi : Netral
 
WSBP : Kembali menyiapkan untuk penerbitan obligasi berkelanjutan senilai Rp 1,5 triliun. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk mendukung proyek lama dan proyek baru.  
Rekomendasi : Netral
 
TLKM : Perseroan sudah siap untuk mengomersilakn layanan 5G dengan konsep Bussines to bussines. Konsep bussines to business di nilai paling relevan karena biaya pengembangan infrastruktur jarungan dan layannya sangat mahal. Namun perseroan belum bisa segera mengembangkan infrastruktur 5G di karenakan regulasi yang belum jelas.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 19 Agustus 201919 Aug 2019 08:50

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 29,07 poin atau menguat 0,47% setelah bergerak sideways dalam range 6.235,70 - 6.292,38. Sebanyak 200 saham ditutup menguat, 182 [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 Agustus 201916 Aug 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 9,75 poin atau melemah –0,16% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.161,67 - 6.257,59. Sebanyak 267 [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Agustus 201915 Aug 2019 08:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 56,37 poin atau menguat 0,91% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.240,20 - 6.274,58. Sebanyak 250 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Agustus 201913 Aug 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 31,54 poin atau melemah –0,50% setelah bergerak sideways dalam range 6.245,28 – 6.309,10. Sebanyak 251 saham ditutup melemah, [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Agustus 201909 Aug 2019 08:51

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya dimana IHSG ditutup naik 70,48 poin atau menguat 1,14% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF