News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 18 Juni 2019

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup terkoreksi untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG kemarin ditutup turun 59,74 poin atau terkoreksi –0,96% setelah bergerak sideways dalam range 6.190,52 - 6.263,50. Sebanyak 279 saham ditutup melemah, 146 saham menguat dan 103 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Industri Dasar dan Manufaktur masing-masing sebesar –1,83% dan –1,34%. Melemahnya indeks tersebut kemarin salah satunya disebabkan oleh aksi jual investor asing yang mencapai Rp. 206 miliar dan melemahnya nilai tukar Rupiah. Di sisi lain, pelaku pasar juga tampaknya menantikan hasil dari pertemuan The Fed AS dan hasil dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, untuk mengetahui arah laju suku bunga acuan masing-masing.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,09%, Indeks Nasdaq menguat 0,62% dan Indeks S&P menguat 0,09%. Naiknya indeks tadi malam didukung oleh saham Facebook, Amazon dan Apple di tengah penantian investor terhadap pertemuan The Fed AS yang diperkirakan akan meletakkan dasar untuk penurunan suku bunga acuannya akhir tahun ini. The Fed AS diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga acuanya pada pertemuannya pekan ini. Namun pernyataan The Fed AS diperkirakan akan memberikan pandangannya terhadap dampak perang dagang AS-Tiongkok, seruan Presiden Trump terhadap penurunan suku bunga dan data ekonomi yang lebih lemah. Menopang ekspektasi penurunan suku bunga tahun ini, The Fed regional New York, mengatakan bahwa ukuran pertumbuhan bisnis Empire State di negara bagian New York di periode Juni 2019 mencatat rekor penurunan ke level terlemah dalam lebih dari 18 bulan terakhir, yang menunjukkan kontraksi mendadak dalam kegiatan regional New York. Saham-saham sektor perbankan dalam komponen indeks S&P yang cenderung mendapat manfaat dari kenaikan suku bunga, turun –1% sedangkan saham sektor keuangan turun 0,93%. Sementara saham-saham produsen chip yang tergabung dalam Phildelphia Semiconductor Index, turun 0,64% yang tertekan penurunan saham Advanced Micro Devices –2,8% dan Lam Research yang turun –2,43% sebagai dampak tekanan dari sengketa perdagangan AS-Tiongkok. Selain pertemuan The Fed AS, investor juga menantikan KTT G20 yang dilaksanakan pada akhir bulan ini untuk mengetahui perkembangan selanjutnya dari perselisihan dagang AS-Tiongkok yang berkepanjangan.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,16% yang dipengaruhi oleh sikap kehati-hatian investor jelang pertemuan The Fed AS dan juga pergerakan nilai tukar Yen yang cenderung menguat terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih berpotensi rawan tekanan, namun tidak menutup peluang untuk menguat secara terbatas. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6166/6142 - 6215/6239.

Cermati :
HMSP, JSMR, UNVR, PTPP, ASII
  

                     
BERITA EMITEN

PSAB : Menerbitkan obligasi sebesar Rp. 500 miliar melalui penawaran umum berkelanjutan I tahap I yang merupakan bagian dari PUB I senilai total Rp. 3 triliun. Dana yang diperoleh nantinya akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung operasional grup perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
KRAS : Mengkaji rencana pemisahan (spin off) lini usahanya sebagai bagian dari rencana restrukturisasi utang. Perseroan menargetkan aksi tersebut dapat terealisasi dalam dua bulan ke depan. Tiga lini bisnis yang siap untuk spin-off yaitu bisnis iron still making, long product hot strip mill dan rolling mill. Langkah tersebut juga bertujuan untuk mengoptimalkan produktivitas dan efisiensi perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
BKSW : Akan menerbitkan dan menawarkan obligasi berkelanjutan I Bank QNB Indonesia tahap I tahun 2019 dengan jumlah pokok sebesar Rp. 200 miliar. Dana yang diperoleh nantinya akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja dalam rangka pengembangan usaha dalam bentuk ekspansi kredit.
Rekomendasi : Netral
 
HOKI : Selain memperluas jaringan, perseroan sedang melakukan ekspansi pabrik baru di Sumatra. Perseroan menjalin kerja sama co branding dengan gerai alfamart di Sumatra. Adapun lokasi pabrik baru perseroan berada di Palembang. Perseroan tengah membangun pabri berkapasitas 40 ton per jam dengan target penyelesaian dalam dua tahap. Tahap pertama 20 ton per jam tahun depan dan separuhnya lagi tahun 2021.
Menganggarkan belanja modal sebesar Rp. 100 miliar tahun 2019 yang mana mayoritas dana tersebut untuk membiayai pembangunan pabrik beras baru di Sumatera Selatan sebanyak Rp. 70 miliar. Sementara sebanyak Rp. 20 miliar untuk menambah kapasitas pabrik di Subang dan Rp. 10 miliar untuk pembangunan pembangkit listrik berbahan kulit padi.
Rekomendasi : Netral
 
HKMU : Perseroan menargetkan penjualan dan laba bersih tahun ini masing – masing sebesar Rp 1,64 triliun dan Rp 143 miliar dengan cara mengerek produksi dan meperluas pemasaran. Untuk menambah kapasitas produksi perseroan menambah mesin baru di tahun ini. Hingga JUni 2019 perseroan telah membeli 3 mesin baru. Mesin baru tersebut di harapkan bisa mengerek utilitas menjadi 90%.
Rekomendasi : Netral
 
PICO : Perseroan berencana memindahkan salah satu lini produksi di cikupa, tangerang ke marunda, Jakarta utra. Relokasi salah satu lini produksi tersebt memakan anggaran kurang lebih Rp 40 miliar. Dana tersebut untuk investasi tanah, bangunan dan mesin produksi. Investasi pabrik di marunda akan memangkas ongkos logistic dari yang semula Rp 10,000 per unit drum baja menjadi Rp 4,000 per unit drum baja.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 19 Juli 201919 Jul 2019 08:44

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 8,69 poin atau menguat 0,14% setelah bergerak sideways dalam range 6.375,62 - 6.407,26. Sebanyak 203 saham ditutup menguat, 203 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 18 Juli 201918 Jul 2019 09:19

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya dengan ditutup turun 7,27 poin atau melemah –0,11% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah. [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Juli 201917 Jul 2019 08:46

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 16,35 poin atau terkoreksi –0,26% setelah bergerak sideways dalam range 6.389,39 - 6.428,27. Sebanyak 236 saham ditutup melemah, 158 [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 Juli 201916 Jul 2019 09:19

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 44,89 poin atau menguat 0,70% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.405,45 - 6.439,10. Sebanyak 227 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Juli 201915 Jul 2019 09:12

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 43,72 poin atau melemah –0,68% setelah bergerak sideways dalam range 6.369,49 - 6.425,32. Sebanyak 268 saham melemah, 151 [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF