News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 31 Mei 2019

IHSG di perdagangan Rabu kemarin sebelum libur nasional ditutup naik 70,96 poin setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.054,57 - 6.112,43. Sebanyak 220 saham ditutup menguat, 159 saham melemah dan 147 saham stagnan. Sementara secara sektoral, sebanyak 8 sektor menopang penguatan IHSG dengan dipimpin oleh sektor Infrastruktur dan Sektor Aneka Industri yang masing-masing menguat 2,21% dan 1,62%. Menguatnya IHSG tersebut menjadi anomali di tengah-tengah pelemahan mayoritas indeks di bursa kawasan regional, AS maupun Eropa seiring dengan ketegangan perdagangan AS-Tiongkok yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda maupun tanda-tanda adanya perundingan lanjutan. Menguatnya IHSG tersebut juga berlawanan dengan pelemahan nilai tukar Rupiah. Aksi beli investor asing yang mencapai Rp. 421 miliar menjadi salah satu penopang pergerakan IHSG. Saham-saham yang dibeli investor asing yang berkontribusi terhadap penguatan IHSG antara lain GGRM, BMRI, ASI dan TLKM. Sementara saham-saham yang marak dibeli investor domestik yang menopang IHSG antara lain UNVR, UNTR dan BBRI.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,17%, Indeks Nasdaq menguat 0,27% dan Indeks S&P menguat 0,21%.  Meskipun indeks ditutup menguat, akan tetapi penguatan tetap diimbangi oleh komentar yang bertentangan tentang pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok yang memperkuat kekhawatiran tentang pertempuran panjang perdagangan yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi global. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa pembicaraan dengan Tiongkok berjalan dengan baik. Namun komentar tersebut dimentahkan oleh seorang Diplomat senior Tiongkok yang mengatakan bahwa memprovokasi perselisahan perdagangan merupakan bentuk ’terorisme ekonomi terbuka’. Di sisi lain, dari sisi data ekonomi AS, sebuah laporan pemerintah menunjukkan bahwa inflasi AS jauh lebih lemah daripada yang diperkirakan pada Q1-2019 menyusul penurunan tajam permintaan domestik. Sementara pertumbuhan ekonomi Q1-2019 yang secara QoQ sebesar 3,1%, sedikit lebih rendah dari yang diperkirakan sebelumnya pada bulan April yang lalu. Kegelisahan investor terhadap ketegangan perdagangan juga mendorong permintaan untuk aset safe haven dan imbal hasil obligasi AS tertahan di dekat posisi terendah dalam 20 bulan terakhir. Kurva imbal hasil antara tenor tiga bulan dan 10 tahun tetap terbalik, yang merupakan inversi terlebar dalam hampir 12 tahun terakhir. Sementara saham sektor energi turun 1,2% dikarenakan turunnya harga minyak hampir 3% yang disebabkan oleh penurunan persediaan minyak mentah AS tidak sebanyak yang diperkirakan.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka  terkoreksi –0,75% yang dipicu oleh ketegangan perdagangan antara AS-Tiongkok dan kebijakan terbaru dari AS terkait penerapajn tarif impor sebesar 5% untuk semua barang dari Meksiko.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini di perdagangan terakhir sebelum libur Lebaran, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan rawan akan aksi profit taking. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6068/6033 - 6126/6148.

Cermati :
JSMR, BBRI, SMGR, KLBF, EXCL, TLKM, HMSP
        

    
BERITA EMITEN

INDF : Menganggarkan belanja modal sebesar Rp. 7,4 triliun untuk melaksanakan ekspansi bisnis dan mengejar pertumbuhan pendapatan pada level high single digit atau sekitar 5%-9% pada 2019.
Rekomendasi : Netral
 
VIVA : Rencana divestasi saham akan dilakukan bersamaan dengan private placement dengan total maksimal saham yang dilepas sebesar 25%. Dua aksi korporasi tersebut akan dilakukan setidaknya pada Q3-2019. Tujuan private placement tersebut sebagian besar digunakan untuk membayar utang dan menambah modal kerja perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
MPMX : Melalui anak usahanya yakni PT. Mitra Pinasthika Mustika (MPM) Finance, mengantongi fasilitas pinjaman luar negeri hingga US$ 250 juta atau setara Rp. 3,6 triliun. Fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan modal kerja perseroan hingga Q2 tahun 2020. Untuk tahun 2019, perseroan mengalokasikan belanja modal senilai Rp. 600 miliar - Rp. 700 miliar dimana anggaran tersebut diharapkan menopang pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun ini sebesar 5%-10%.
Rekomendasi : Netral
 
ADES : Perseroan membidik pertumbuhan penjualan dan laba bersih masing – masing 15% sepanjang tahun 2019. Untuk itu perseroan memperkuat tenaga pemasaran untuk memperkuta penetrasi pasar. Pembenahan jaringan distribusi serta efisiensi pada biaya operasional juga terus di lakukan untuk menekan beban.
Rekomendasi : Netral
 
NASA : perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp 150 miliar. Sumber dana berasal dari pinjaman bank. Dana tersebut akan digunakan untuk akuisisi vila di seminyak, bali. Selain itu perseroan juga berencana mencari lahan untuk pengembangan proyek rumah tapak.
Rekomendasi : Netral
 
RBMS : Perseroan mulai membangun rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah sebanyak 3.000 unit di karawang, jawa barat. Hunian tersebut akan di bangun diatas lahan seluas 30 hektare milik anak usahanya, yakni PT alam Indah Selaras. Tahap pertama akan di bangun sedikitnya 500 unit.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 18 Juni 201918 Jun 2019 08:44

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup terkoreksi untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG kemarin ditutup turun 59,74 poin atau terkoreksi –0,96% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Juni 201917 Jun 2019 08:52

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin kembali trekoreksi dan untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 22,82 poin atau melemah –0,36% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Juni 201913 Jun 2019 09:02

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 29,82 poin atau terkoreksi –0,47% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.257,44 - 6.296,82. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Juni 201912 Jun 2019 08:45

IHSG di perdagangan kemarin  masih melanjutkan penguatannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 16,38 poin atau menguat 0,26% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 Juni 201911 Jun 2019 08:50

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 80,49 poin atau menguat 1.30% setelah bergerak positif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 246 saham di tutup menguat, 170 saham melemah [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF