News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 29 Mei 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 65,83 poin atau terkoreksi –1,08% setelah bergerak sideways dalam range 6.033,14 - 6.118,91. Sebanyak 268 saham ditutup melemah, 142 saham menguat dan 120 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 8 sektor menjadi penekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Keuangan dan Infrastruktur masing-masing –1,72% dan –1,22%. Aksi profit taking menjadi faktor utama penekan IHSG. Profit taking menjelang libur panjang Lebaran, dilakukan setelah IHSG mengalami penguatan selama tiga hari perdagangan secara beruntun serta juga penguatan IHSG sebanyak lima sesi perdagangan dalam enam sesi perdagangan. Saham-saham unggulan yang menjadi penekan IHSG antara lain GGRM, UNVR, BBNI, TLKM dan BMRI. Sementara investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih di pasar reguler mencapai Rp. 297 miliar dimana saham-saham yang paling banyak dijual antara lain TLKM, BBNI, TBIG, BBRI dan UNVR.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdangan tadi malam ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,93%, Indeks Nasdaq terkoreksi –0,39% dan Indeks S&P terkoreksi –0,84%. Melemahnya indeks tadi malam masih dipengaruhi oleh kekhawatiran investor terhadap ketegangan perdagangan AS-Tiongkok dan jatuhnya imbal hasil obligasi AS. Imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury turun ke posisi 2,6% atau terendah dalam 19 bulan terakhir. Hal tersebut menandakan bahwa investor beralih dari aset-aset berisiko ke surat utang pemerintah. Sentimen tersebut kemudian menekan harga saham-saham perbankan seperti Goldman Sachs yang turun 1,8%, Citigroup dan Morgan turun masing-masing 0,9% dan 1,1%. Sentimen tersebut muncul setelah kemarin Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa AS belum siap untuk membuat kesepakatan dagang dengan Tiongkok, meskipun ia memperkirakan perjanjian tersebut akan terjadi di masa yang akan datang. Trump juga mengatakan bahwa bea impor terhadap produk Tiongkok bisa naik lagi cukup tinggi.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,96% mengikuti pelemahan indeks di bursa Wall Street setelah ketegangan perdagangan AS-Tiongkok tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih rawan akan tekanan seiring dengan tekanan sentimen perang dagang dan aksi profit taking. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6005/5976 - 6090/6147.

Cermati :
BBRI, ASII, SMGR, MPMX, PTBA, KLBF, TLKM
          

 
BERITA EMITEN

JSMR : Mendapatkan suntikan dana dalam bentuk ekuitas Rp. 780 miliar dari penerbitan instrument Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur atau KIK Dinfra dengan underlying saham anak usaha.
Rekomendasi : Netral
 
BISI : Menargetkan bisa mencetak pendapatan Rp. 2,87 triliun dan laba Rp. 500 miliar pada 2019. Perseroan menargetkan pertumbuhan double digit untuk top line sekaligus bottom line. Untuk top line diproyeksikan tumbuh 27% dan laba bersih ditargetkan tumbuh 24%.
Rekomendasi : Netral
 
DSSA : Mengantongi pinjaman sindikasi hingga US$ 370 juta dari lima bank yang akan digunakan untuk membiayai ekspansi.
Rekomendasi : Netral
 
MEDC : Perseroan akan melepas kepemilikan aset minyak dan gas di luar negeri, salah satunya Tunisia yang dinilai kurang produktif ladang minyaknya. Keluarnya perseroan dari aset di Tunisia bukan karena faktor konflik geopolitik yang mengganggu masa depan eksplorasi minyak dan gas, melainkan posisi negara paling utara di Afrika itu dirasa kurang cocok dengan ukuran operasinya.
Rekomendasi : Netral
 
AISA : Perseroan akhirnya menyelesaikan seluruh proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang membelitnya. Dengan demikian perusahaan dapat kembali berfokus pada operasional perusahaan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran utang dengan skema baru.
Rekomendasi : Netral
 
PSSI : Perseroan akan membagikan dividen sebesar US$ 4,2 juta atau setara dengan Rp 60 miliar. Jumlah tersebut setara dari 30% laba bersih perseroan untuk tahun buku 2018.
Rekomendasi : Netral
 
RIMO : Perseroan pada tahun ini mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 100 miliar, jumlah tersebut menyusut dari belanja modal di tahun sebelumnya Rp 500 miliar. Menyusutnya belanja modal itu lantaran pertimbangan pasar di mana investor masih cenderung menahan diri alias wait and see membeli aset properti.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 23 September 201923 Sep 2019 08:49

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 13,00 poin atau melemah –0,21% setelah bergerak sideways dalam range 6.213,24 - 6.256,82. Secara sektoral, sebanyak tujuh [ ... ]

Read more...
Morning Note 20 September 201920 Sep 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 32,16 poin atau melemah –0,51% setelah bergerak sideways dalam range 6.242,89 - 6.282,06. Seluruh sektor yang diperdagangan ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 September 201917 Sep 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin di tutup turun 115.41 poin atau melemah -1.82% setelah beregrak di zona merah sepanjang sesi perdagangan. IHSG secara intraday sempat menyentuh ke level [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 September 201916 Sep 2019 09:02

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG di tutup turun 7,33 poin atau melemah –0,12% setelah bergerak sideways dalam range 6.318,92 - 6.375,80. [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 September 201913 Sep 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup melemah dan mengakhiri reli selama enam hari perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 39,78 poin atau melemah –0,62% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF