News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 14 Mei 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 73,72 poin atau terkoreksi –1,19% setelah bergerak sideways dalam range 6.135,39 - 6.238,26. Sebanyak 276 saham ditutup melemah, 129 saham menguat dan 123 saham stagnan. Seluruh sektor yang diperdagangkan ditutup terkoreksi dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Industri Dasar dan Properti yang masing-masing melemah –2,69% dan –2,67%. IHSG mengawali perdagangan dengan bergerak positif dan secara intra day sempat menguat 0,47% secara intra day seiring dengan adanya optimisme terhadap penyelesaian perang dagang AS-Tiongkok setelah Pemerintah AS melalui Presiden dan Menteri Keuangan-nya mengatakan bahwa perundingan dagang AS-Tiongkok berakhir konstruktif, namun juga mengatakan bahwa tidak ada ada perundingan dagang lebih lanjut. Sentimen tersebut tidak mampu menopang pergerakan IHSG yang kemudian bergerak turun hingga akhirnya ditutup terkoreksi. Dua faktor utama yang menekan IHSG yakni antara lain aksi jual investor asing yang mencapai Rp. 565 miliar di pasar reguler dan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar yang sudah mendekat Rp. 14.500/US$.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi signifikan. Indeks Dow ditutup terkoreksi –2,38%, Indeks Nasdaq terkoreksi –3,41% dan Indeks S&P terkoreksi –2,41%. Koreksi signfikan indeks tadi malam dipicu oleh memanasnya sentimen perang dagang dimana Tiongkok mengumumkan tarif balasan terhadap kebijakan AS yang menaikkan tarif impor dari 10% menjadi 25% terhadap barang impor dari Tiongkok senilai US$ 200 miliar. Kemarin, Tiongkok mengatakan bahwa pihaknya akan menerapkan tarif lebih tinggi terhadap produk impor dari AS senilai US$ 60 miliar. Kenaikan tarif terhadap total 5.140 produk AS tersebut akan mulai berlaku pada 1 Juni 2019n dengan tarif mulai dari 5% hingga 25%. Ancaman kenaikan tarif oleh pemerintah Tiongkok tersebut muncul meski Presiden AS, Donald Trump, memperingatkan agar Tiongkok tidak membalas kenaikan tarif yang diterapkan oleh AS yang diumumkan pada Jumat pekan kemarin karena hanya akan membuat situasi menjadi lebih buruk. Dan investor merespon kabar terkini dari perang dagang tersebut dengan memindahkan asetnya dari saham ke aset safe haven. Harga emas pun kemudian melonjak ke level tertingginya dalam tiga bulan terakhir. Yield US Treasury turun ke level terendahnya dalam enam pekan terakhir yang menunjukkan bahwa harga obligasi mengalami kenaikan dikarenakan banyaknya permintaan. Imbal hasi US Treasury bertenor 10 tahun turun di bawah surat utang AS bertenor tiga bulan sehingga menghasilkan inversi kurva imbal hasil yang sering dilihat sebagai potensi resesi. Sejumlah saham yang yang sensitif terhadap isu perang dagang mengalami penurunan harga signifikan seperti Boeing yang turun 4,9%, Caterpillar turun 4,6%, Apple turun 5,8% dan indeks Philadelphia Chip yang turun 4,7%.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –1,51% yang turut dipengaruhi oleh memanasnya tensi perang dagang setelah Tiongkok mengumumkan tindakan balasan terhadap kebijakan tarif AS. Selain  itu bursa Jepang, bursa di kawasan regional juga turut ’terpukul’ oleh sentimen tersebut.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak melemah seiring dengan meningkatnya tensi perang dagang AS-Tiongkok, mengikuti pelemahan pasar ekuitas regional dan global. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6101/6067 - 6204/6273.

Cermati :
BBNI, GGRM, HMSP, ITMG, LPPF, TLKM, UNVR.
 

BERITA EMITEN

BBNI : Memutuskan membagikan dividen sebesar Rp. 3,75 triliun untuk tahun buku 2018. Jumlah tersebut merupakan 25% dari laba bersih perseroan tahun 2018 yang sebesar Rp. 15,02 triliun. Sebesar 75% dari laba bersih akan digunakan sebagai saldo laba ditahan dikarenakan perseroan ingin mempertahankan rasio kecukupan modal (CAR) di level 18,5% hingga akhir tahun 2019. Dividen yang akan dibagikan tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2017 yang sebesar Rp. 4,77 triliun atau 35% dari laba bersih perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
ASII : Entitas anak perseroan yakni PT. Federal International Finance (FIF) berencana menghimpun dana hingga Rp. 22 triliun selama tahun ini. Pendanaan tersebut akan digunakan untuk memenuhi target pembiayaan kredit motor yang sebesar Rp. 40 triliun. Sumber pendanaan tersebut akan berasal dari penerbitan obligasi sebanyak 25%, 25% dari hasil joint financing dan 50% dari pinjaman perbankan.
Rekomendasi : Netral
 
PTBA : Menjajaki pinjaman bank sekitar US$ 168 juta untuk kebutuhan ekspansi proyek pembangkit listrik yang digarap bersama PT. Aneka Tambang Tbk. Kedua BUMN tersebut bakal membentuk perusahaan patungan pada Q3-2019 untuk menggarap proyek tersebut. Proyek yang akan digarap yakni PLTU berkapasita 3x60 MW dan PLTD berkapasitas 3x17 MW di Halmahera Timur-Maluku Utara dengan nilai investasi mencapai US$ 350 juta.
Rekomendasi : Netral
 
GPRA : Menganggarkan belanja modal sebesar Rp. 235 miliar pada tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis properti perseroan sepanjang tahun 2019 yakni pengembangan proyek perumahan di Pakuan-Bogor dan penyelesaian proyek pengembangan apartemen di kawasan Puri Indah-Jakarta Barat.
Perseroan akan menerbitakn medium term note (MTN) senilai Rp 200 miliar hingga Rp 250 miliar pada kuartal III 2019. Dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi tiga perusahaan terafiliasi. Dua dari tiga objek akuisisi masing masing memiliki proyek rumah tapak di bekasi dan tangerang. Satu objek akuisisi lain memiliki proyek apartemen di ciputat.
Rekomendasi : Netral
 
ISAT : Melunasi utang obligasi berkelanjutan II Tahap III tahun 2018 seri A dan bunganya senilai total Rp. 1,22 triliun dengan menggunakan dana dari penarikan fasilitas kredit dan kas internal perseroan. Untuk ekspansi tahun 2019-2021, perseroan berencana menyiapkan dana hingga US$ 2 miliar. Tahun ini juga perseroan berencana membangun 18.000 menara BTS baru.
Rekomendasi : Netral
 
MSKY : Berencana melangsungkan penambahan modal tanpa HMETD dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 906,5 juta saham atau setara 10%. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
ADHI : Membutuhkan dana Rp. 55 triliun untuk pengembangan bisnis properti. Saat ini perseroan tengah mengembangkan sejumlah proyek mulai dari perkantoran, apartemen berbasis transportasi hingga bisnis hotel.
Rekomendasi : Netral
 
BMRI : Untuk Q2-2019, memproyeksikan kredit korporasi tumbuh sekitar 15% secara tahunan. Selain menyasar sektor infrastruktur, perseroan juga masuk ke sektor tambang yang kondisinya mulai membaik seperti proyek-proyek oil dan gas dari Pertamina dan proyek lama dari PLN.
Rekomendasi : Netral
 
KMTR : Perseroan akan mengoperasikan pabrik crumb rubber atau karet remah di medan dan lampung pada semester kedua tahun ini. Kpasitas produksi kedua pabrik tersebut sebesar 36,000 ton hingga 40,000 ton pertahun. Saat ini perseroan masih dalam tahap penyelesaian akhir konstruksi. Anggaran pembangunan tahun ini mengambil sebagian dana belanja modal Rp 120 miliar sepanjang tahun 2019.
Rekomendasi : Netral
 
TOBA : Perseroan berencana mengakuisisi tambang baru. Perseroan lebih mengutamakan akuisisi tambang baubara yang sudah beroperasi. Saat ini perseroan sudah berjaga – jaga apabila jadi merealisasikan tambang baru pada tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 190 juta hingga US$ 200 juta.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 24 Mei 201924 May 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya dengan ditutup naik 93,06 poin atau menguat 1,57% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif. Sebanyak 294 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 23 Mei 201923 May 2019 09:49

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 11,74 poin atau terkoreksi –0,20% setelah bergerak sideways dalam range 5.918,90 - 5.966,80. Sebanyak 193 saham ditutup melemah, 193 [ ... ]

Read more...
Morning Note 22 Mei 201922 May 2019 09:39

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 44,25 poin atau menguat 0,75% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 5.925,42 - 5.996,54. Sebanyak 243 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 20 Mei 201920 May 2019 08:52

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan koreksinya dan merupakan pelemahan untuk hari ke lima secara beruntun. IHSG ditutup turun 68,87 poin atau terkoreksi –1,17% [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Mei 201917 May 2019 09:01

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya untuk hari keempat secara beruntun. IHSG ditutup turun 85,15 poin atau melemah –1,42% setelah bergerak dalam range [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF