News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 13 Mei 2019

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin di tutup naik 10.31 poin atau menguat 0,17% setelah bergerak mixed sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 213 saham di tutup menguat, 183 saham melemah dan 131 saham stagnan. Secara sektoral sebanyak 7 sektor di tutup menguat dan 3 sektor di tutup melemah, dengan penguatan terbesar di pimpin oleh sektor Property di susul sektor Manufaktur dimana penguatan masing masing sebesar 0,9% dan 0,44%. IHSG di perdagangan pekan kemarin sempat menyentuh level terendah 6,149.22  atau –0,8% sebelum akhir nya di tutup rebound di level 6,209.12. Rilis data Neraca Pembayaran (NPI) kuartal I 2019 mewarnai perdagangan pekan kemarin. Bank Indonesia mencatat transaksi berjalan (yang merupakan bagian dari NPI) defisit senilai US$ 7 miliar pada kuartal I 2019 atau 2,6% dari PDB. Jumlah  tersebut lebih rendah di bandingkan kuarta IV 2018 yang sebesar 3,6% dari PDB, namun melebar dari defisit periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar US$ 5,19 miliar atau 2,01% dari PDB. Aksi Jual asing di pasar reguler sebesar Rp 859 Miliar turut menekan laju nya IHSG dimana saham saham unggulan yang paling banyak di jual BBCA, BBRI, ASII, TLKM dan BMRI.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat. Indeks Dow menguat 0,44%, Indeks Nasdaq menguat 0,08% dan Indeks S&P menguat 0,37%. Penguatan indeks tersebut juga sekaligus menghentikan penurunan indeks yang telah terjadi selama tiga hari perdagangan secara beruntun. Sebelum ditutup menguat, ketiga indeks tersebut sempat bergerak melemah dan sempat terkoreksi hingga >-1,3% secara intra day sebagai akibat masih memanasnya hubungan dagang AS-Tiongkok. Namun pelemahan tersebut kemudian terhenti dan berbalik menguat setelah Presiden AS, Donald Trump dan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, mengatakan bahwa pembicaraan dagang antara AS-Tiongkok berlangsung ”konstruktif” atau berlangsung dengan positif meski tidak ada kesepakatan yang dicapai. Namun meski demikian, penguatan indeks kemudian tertahan setelah Mnuchin mengatakan bahwa tidak ada permbicaraan perdagangan lebih lanjut yang direncanakan. AS mengatakan kepada Tiongkok bahwa Tiongkok memiliki waktu satu bulan untuk mencapai kesepakatan perdagangan atau menghadapi kenaikan tarif pada semua barang ekspornya ke AS. Di sisi lain, kenaikan tarif AS terhadap barang-barang dari Tiongkok senilai US$ 200 miliar telah berlaku pada Jumat pekan kemarin. Kebijakan AS tersebut telah mendorong para investor bersiap untuk menghadapi kemungkinan meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok yang pada akhirnya berpotensi dapat memicu perlambatan ekonomi global dan mendorong peralihan modal dari aset berisiko tinggi ke aset berisiko rendah seperti obligasi pemerintah. Dan pernyataan pemerintah AS terkait pembicaraan dagang yang konstruktif, mendorong investor untuk sementara meredam kekhawatiran terhadap meningkatnya ketegangan perdagangan.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –0,77%. Pelemahan tersebut dipicu oleh menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar sebagai salah satu aset safe haven dan pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok yang berakhir tanpa kesepakatan pada akhir pekan kemarin.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan dibayangi oleh sentimen melemahnya nilai tukar Rupiah dan belum adanya kesepakatan perdagangan yang tercapai antara AS-Tiongkok. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range  6161/6114 - 6245/6280. Cermati :
TLKM, ASII, INTP, GGRM, JSMR, BBNI
     
BERITA EMITEN

BUMI : Masih mempertahankan panduan target yang diincar tahun 2019 sejalan dengan optimisme bakal membaiknya harga komoditas batubara ke depannya. Di Q1-2019, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar US$ 234,2 juta atau turun 25% dibanding Q1-2018 yang sebesar US$ 310,5 juta. Sementara laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$ 48,44 juta atau turun 23,54% dibanding Q1-2018 yang sebesar US$ 90,15 juta.
Rekomendasi : Netral
 
RMBA : Memperluas pasar ekspor sebagai strategi bisnis untuk meningkatkan kinerja pada tahun ini. Saat ini perseroan telah memasarkan produknya ke 19 negara. Untuk kinerja Q1-2019, perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp. 5,04 triliun atau tumbuh 9,94% secara tahunan. Dan perseroan berhasil mengurangi rugi bersih dari Rp. 252,4 miliar menjadi Rp. 83,3 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
SAPX : Volume pengiriman barang oleh perseroan tecatat naik 30% seiring dengan momentum Ramadhan dan Idul Fitri. Peningkatan pengiriman produk lebih banyak ke e-commerce. Untuk kinerja Q1-2019, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp. 84,05 miliar atau naik 74,41% dibanding Q1-2018 yang sebesar Rp. 48,21 miliar. Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp. 4,25 miliar dibanding rugi bersih sebesar Rp. 1,97 miliar pada Q1-2018.
Rekomendasi : Netral
 
ISAT : Di Q1-2019, membukukan pendapatan sebesar Rp. 6 triliun atau naik 3,9% dibanding Q1-2018 yang sebesar Rp. 5,8 triliun. Adapun rugi bersih perseroan menyusut dari Rp. 405,2 miliar menjadi Rp. 292,5 miliar. Di sisi lain, perseroan telah melunasi seluruh porsi utang bank dalam US Dollar sehingga mengurangi risiko perubahan nilai tukar mata uang asing.
Rekomendasi : Netral
 
FASW : Konglomerat bisnis asal Thailand, Siam Cement Group Pcl (SCG) melalui anak usahanya yakni SCG Packaging Pcl, menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk mengakuisisi 55% saham perseroan. Nilai akuisisi tersebut mencapai US$ 665 juta atau setara Rp. 9,6 triliun. Transaksi akuisisi tersebut ditargetkan rampung pada Q3-2019.
Rekomendasi : Netral
 
TBIG : Perseroan akan merilis Obligasi Berkelanjutan III Tahun 2019 dengan jumlah pokok Rp 750 miliar. Emisi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) Obligas Berkelanjutan III TBIG. Total dana yang di himpun mencapai 7 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
IPCC : Perseroan menyiapkan dana belanja modal sebesar Rp 388 miliar pada tahun ini. Sebanyak Rp 90 miliar untuk membangun area parkir vertikal untuk menampung kendaraan. Hingga kini perseroan dalam tahap pengadaan material pembangunan proyek. Secara bertahap hingga tahun 2022 nanti, Perseroan menargetkan mengelola lahan seluas 89,5 hektare dengan kapasitas 2,1 juta unit kendaraan.
Rekomendasi : Netral
 
PEHA : Perseroan menghidupkan kembali rencana penerbitan saham baru yang urung di realisasikan pada tahun lalu. Perseroan berencana menggelar aksi korporasi tersebut pada semestaer kedua tahun ini. Target perlehan dana dari penerbitan saham baru mencapai Rp 1 triliun. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk belanja modal dan ekspansi. Ekspansi tersebut meliputi membeli mesin produksi ampoule gigi, lalu ada rencana juga untuk rekstrukturisasi sisa pinjaman.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 19 Agustus 201919 Aug 2019 08:50

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 29,07 poin atau menguat 0,47% setelah bergerak sideways dalam range 6.235,70 - 6.292,38. Sebanyak 200 saham ditutup menguat, 182 [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 Agustus 201916 Aug 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 9,75 poin atau melemah –0,16% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.161,67 - 6.257,59. Sebanyak 267 [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Agustus 201915 Aug 2019 08:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 56,37 poin atau menguat 0,91% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.240,20 - 6.274,58. Sebanyak 250 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Agustus 201913 Aug 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 31,54 poin atau melemah –0,50% setelah bergerak sideways dalam range 6.245,28 – 6.309,10. Sebanyak 251 saham ditutup melemah, [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Agustus 201909 Aug 2019 08:51

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya dimana IHSG ditutup naik 70,48 poin atau menguat 1,14% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF