News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 15 April 2019

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 4,30 poin atau terkoreksi tipis –0,07% setelah bergerak sideways dalam range 6.394,91 - 6.422,27. Sebanyak 232 saham ditutup melemah, 158 menguat dan 137 saham stagnan. Pergerakan IHSG tersebut cenderung dalam rentang pendek yang dipengaruhi oleh aksi jual investor asing yang mencapai Rp. 614 miliar. Selain itu, pelaku pasar di bursa domestik juga cenderung mulai mengambil posisi wait & see jelang perhelatan akbar Pemilu pada pertengahan pekan ini.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 1,03%, Indeks Nasdaq menguat 0,46% dan Indeks S&P menguat 0,66%. Menguatnya indeks tersebut dipengaruhi oleh dimulainya musim laporan keuangan emiten Q1-2019. Emiten yang memulai musim laporan keuangan Q1-2019 salah satunya adalah JP Morgan Chase yang menunjukkan hasil yang positif sehingga sahamnya naik 4,7% dan memimpin kenaikan di saham sektor perbankan. Sementara dari 29 emiten yang telah merilis laporan keuangannya, sebanyak 79,3% mencatatkan kinerja yang lebih tinggi dari prediksi analis. Seperti diketahui, analis memperkirakan emiten komponen indeks S&P berpotensi mencatatkan penurunan laba 2,3% secara tahunan pada Q1-2019. Menurut data Refinitiv, angka tersebut sedikit membaik jika dibandingkan dengan prediksi sebelumnya. Namun meski demikian, angka tersebut masih menunjukkan penurunan untuk pertama kalinya sejak 2016. Di sisi lain, saham Walt Disney melonjak 11,5% ke level tertingginya setelah menetapkan tarif layanan streaming dan menjadi pendorong terbesar indeks S&P. Sementara rival bisnisnya, Netflix, harga sahamnya turun 4,5%. Sedangkan dari sisi data ekonomi, harga-harga impor AS naik 0,6% pada Maret 2019 dan 1,7% dalam Q1-2019. Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan harga bahan bakar. Sedangkan harga-harga untuk ekspor AS, naik 0,7% pada bulan Maret 2019 dimana harga pertanian dan non pertanian berkontribusi terhadap kenaikan tersebut.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,15% yang mengikuti penguatan indeks di bursa Wall Street akhir pekan kemarin dan juga dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat secara terbatas. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6393/6380 - 6420/6435.

Cermati :
ITMG, PTBA, HMSP, INDF, TLKM, BBTN
   

BERITA EMITEN

TBIG : Melalui TGB Global Pte Ltd akan menerbitkan obligasi global (global bond) hingga sebesar US$ 850 juta atau setara Rp. 12 Triliun. Hasil emisi akan digunakan untuk kebutuhan investasi usaha dan pelunasan utang.
Rekomendasi : Netral
 
ADMF : Memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi sebesar US$ 350 juta. Hasil dari pinjaman sindikasi tersebut akan digunakan perseroan untuk menyalurkan pembiayaan tahun ini yang ditargetkan tumbuh 5%-10% secara tahunan.
Rekomendasi : Netral
 
BEST : Siap mengalokasikan belanja modal senilai Rp. 1,2 triliun untuk pengembangan kawasan industri. Belanja modal tersebut terdiri dari Rp. 600 miliar untuk belanja modal MM2100 dan Rp. 600 miliar untuk new industrial estate.
Rekomendasi : Netral
 
GJTL : Menargetkan pertumbuhan penjualan pada 2019 mencapai 8%-10%. Untuk tahun 2018, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar Rp. 15,3 triliun atau tumbuh 8,4% dibanding tahun 2017 yang sebesar Rp. 14,14 triliun. Untuk tahun 2019, perseroan menganggarkan belanja modal berkisar US$ 30 juta - US$ 40 juta yang akan digunakan terutama untuk pemeliharaan.
Rekomendasi : Netral
 
DOID : Perseroan membidik pendapatan sebesar US$ 850 – US$ 950 juta pada tahun ini. Target tersebut tumbuh 6,45% dari realisasi tahun lalu. Sepanjang tahun ini perseroan menargetkan volume pengusapan lapisan tanah penutup sebanyak 380 juta bank cubic meter hingga 420 juta bcm.
Rekomendasi : Netral
 
INPS : Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 800 miliar pada tahun ini. Target tersebut jauh di atas realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 318,33 miliar. Namun perseroan menyatakan target tersebut realistis. Mulai januari 2019, perseroan mengoperasikan stasiun pengisian bahan bakar shell. Jika di tambah dengan SPBU Pertamina, kini perseroan memiliki dua SPBU.
Rekomendasi : Netral
 
OASA : Berniat mendiversifikasi bisnis ke sektor energy baru terbarukan (EBT) berupa pembangkit listrik tenaga surya dengan panel surya. Perseroan sudah menggandeng tiga perusahaan swasta yang bergerak di sektor kelistrikan. Perseroan menyebutkan target kontribusi bisnis listrik panel surya tahun ini sebesar 30 – 40% terhadap total pendapatan.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 18 April 201918 Apr 2019 08:53

IHSG di perdagangan Selasa, 16 April 2019, sebelum libur Pemilu, ditutup naik 46,39 poin atau menguat 0,72% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.438,39 [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 April 201916 Apr 2019 09:04

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 29,28 poin atau menguat 0,46% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.415,12 - 6.442,03. Sebanyak 198 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 April 201915 Apr 2019 08:47

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 4,30 poin atau terkoreksi tipis –0,07% setelah bergerak sideways dalam range 6.394,91 - 6.422,27. Sebanyak 232 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 April 201912 Apr 2019 09:49

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 68,16 poin atau melemah –1,05% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.410,17 - 6.472,73. Sebanyak 249 [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 April 201909 Apr 2019 08:58

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 48,28 poin atau terkoreksi –0,75% setelah disepanjang perdagangan mayoritas bergerak melemah dalam range 6.390,71 - 6.484,15. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF