News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 12 April 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 68,16 poin atau melemah –1,05% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.410,17 - 6.472,73. Sebanyak 249 saham ditutup melemah, 135 saham menguat dan 136 saham stagnan. Secara sektoral, 9 sektor menekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Industri Dasar sebesar –2,32%. Melemahnya IHSG kemarin dipicu aksi jual investor asing yang mencapai Rp. 410 miliar di pasar reguler. Saham-saham yang dijual investor asing yang juga berkontribusi menekan pergerakan IHSG yakni antara lain UNVR, GGRM, UNTR, BBCA, BBRI, ASII, TLKM dan BBNI. Di sisi lain, melemahnya IHSG disebabkan oleh sikap investor yang mencermati pergerakan bursa Wall Street paska rilis notulensi rapat The Fed AS yang menunjukkan sikap dovish. Sementara itu, proses negosiasi dagang AS-Tiongkok yang sedang berlangsung yang mendekati kesepakatan, dibayangi oleh sentimen potensi perang dagang AS dengan Uni Eropa.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi terbatas di tengah tumbuhnya keresahan mengenai perlambatan ekonomi global. Indeks Dow dan Indeks Nasdaq ditutup terkoreksi masing-masing –0,05% dan –0,21%. Sementara indeks S&P ditutup menguat tipis 0,004%. Indeks Dow dan indeks S&P ditutup terkoreksi akibat terbebani oleh saham-saham sektor kesehatan. Saham-saham perawatan kesehatan menjadi penekan terbesar pada ketiga indeks dengan turun –1,2% setalah Senator AS, Bernie Sanders, memperkenalkan rencana ’Medicare for All’ kepada Kongres AS. Selain itu, Komite Keuangan Senat AS mengakhiri sesi dengar untuk membahas peran yang dimainkan oleh para pengelola manfaat farmasu terkait harga obat-obatan.  Dari sisi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS, melaporkan klaim penggangguran awal turun pada pekan lalu ke level terendahnya sejak tahun 1969. Laporan lain menunjukkan harga produsen pada Maret 2019 membukukan kenaikan terbesar sejak Oktober 2018. Data indikator ekonomi yang tampak baik tersebut dapat mengurangi kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi global yang tajam dapat menekan pasar ekuitas dan hal tersebut sudah diperlihatkan pada notulen rapat The Fed AS bulan lalu. Sementara dari sisi laporan keuangan, investor bersiap menanti serangkaian laporan keuangan dari enam bank utama AS dimana JP Morgan Chase dan Wells Fargo dijadwalkan merilis laporan keuangannya pada akhir pekan ini dan empat lainnya pada awal pekan depan.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,33% yang didorong oleh melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar di tengah-tengah sikap kehati-hatian investor terhadap isu perlambatan ekonomi global.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG di perkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpeluang untuk menguat secara terbatas. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6389/6368 - 6452/6494.

Cermati :
SMGR, WSKT, BBTN, HMSP, LPPF, ITMG, ADRO
  

BERITA EMITEN

AUTO : Perseroan menyiapkan belanja modal sebesar 800 muliar sepanjang tahun 2019. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai peningkatan kapasitas pabrik yang sudah beroperasi. Perseroan juga berencana melunasi surat utang jangka menengah dengan jumlah pokok utang Rp 350 miliar yang akan jatuh tempo 11 Agustus 2019. Sumber dana pelunasan berasal dari kas operasional.
Rekomendasi : Netral
 
ELSA : Perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar 1 triliun sepanjang tahun 2019. Jumah tersebut naik 66,67% di banding alokasi belanja modal tahun lalu. Dengan dana tersebut perseroan akan membeli peralatan untuk mendukung lini bisnis jasa hulu migas.
Rekomendasi : Netral
 
KINO : Perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp 250 miliar—Rp 300 miliar pada tahun 2019. Belanja modal tersebut akan digunakan untuk mengerek kapasitas produk yang berpotensi mencatatkan pertumbuhan tinggi, salah satunya vitamin rambut Ellips. Ellips masuk dalam kategori produk perawatan tubuh yang cukup laris baik dalam negeri maupun luar negeri.
Rekomendasi : Netral
 
INDF : Akan membeli 25,66% saham publik pada anak usaha perseroan yang tercatat di Bursa Efek Singapura (SGX), Indofood Agri Resources Ltd (IFAR). Aksi ini merupakan upaya Indo Agri untuk menghapus pencatatan (delisting) sahamnya di SGX.
Rekomendasi : Netral
 
AUTO : Mengalokasikan belanja modal sebesar Rp. 800 miliar tahun ini yang mana mayoritas dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan sejumlah produk baru dan penambahan kapasitas produksi. RUPST perseroan juga telah menyetujui pembagian dividen senilai Rp. 245 miliar atau setara 40% dari laba bersih tahun 2018 yang sebesar Rp. 611 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
CPRI : Berencana merampungkan pembangunan 30 resor hingga Q1-2020. Khusus akhir 2019, perseroan optimistis dapat menyelesaikan 12 resor di Nusa Penida - Bali. Saat ini perseroan sudah memiliki cadangan lahan seluas 4,2 ha dan tambahan 2,1 ha lahan sewa yang dengan batas perjanjian penggunaan 25 tahun.
Rekomendasi : Netral
 
HRTA : Merilis surat utang jangka menengah (MTN) syariah mudharabah I senilai Rp. 300 miliar. Perseroan juga berencana untuk menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham anak usaha.
Rekomendasi : Netral
 
BJTM : Hingga Q1-2019, meraih laba bersih sebesar Rp. 405,5 miliar atau tumbuh 7,61% secara tahunan. Aset bertumbuh 14,06% menjadi sebesar Rp. 63,1 triliun. Sementara penghimpunan dana pihak ketiga bertumbuh 15,16% menjadi Rp. 51,82 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
BBCA : Memproyeksikan pertumbuhan kredit pada Q2-2019 mencapai 14% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pada Q1-2019 yang sebesar 13%. RUPST perseroan juga menyetujui membagikan dividen sebesar Rp. 340 per saham atau mencapai Rp. 8,37 triliun. Dividen tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp. 85 per saham yang sudah dibagikan pada 21 Desember 2018 yang lalu.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 18 Juni 201918 Jun 2019 08:44

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup terkoreksi untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG kemarin ditutup turun 59,74 poin atau terkoreksi –0,96% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Juni 201917 Jun 2019 08:52

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin kembali trekoreksi dan untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 22,82 poin atau melemah –0,36% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Juni 201913 Jun 2019 09:02

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 29,82 poin atau terkoreksi –0,47% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.257,44 - 6.296,82. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Juni 201912 Jun 2019 08:45

IHSG di perdagangan kemarin  masih melanjutkan penguatannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 16,38 poin atau menguat 0,26% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 Juni 201911 Jun 2019 08:50

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 80,49 poin atau menguat 1.30% setelah bergerak positif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 246 saham di tutup menguat, 170 saham melemah [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF