News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 9 April 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 48,28 poin atau terkoreksi –0,75% setelah disepanjang perdagangan mayoritas bergerak melemah dalam range 6.390,71 - 6.484,15. Sebanyak 261 saham ditutup melemah, 172 saham menguat dan 117 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 9 sektor menjadi penekan pergerakan IHSG dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Infrastruktur yang melemah –2,06%. Sementara sektor Finance ditutup menguat 0,03% yang ditopang oleh penguatan saham BBCA dan BBRI yang masing-masing menguat 0,18% dan 0,70%. Melemahnya IHSG tersebut didorong oleh aksi jual khususnya oleh investor domestik, dimana investor asing kemarin melakukan aksi beli bersih mencapai Rp. 718 miliar. Sejumlah saham unggulan yang tertekan oleh aksi jual investor domestik yakni antara lain GGRM, UNVR, ITMG, TLKM dan ASII.  Sementara indeks di bursa regional ditutup bervariasi dengan mayoritas menguat setelah penguatan indeks di bursa Wall Street akhir pekan kemarin setelah data utama ketenagakerjaan AS menunjukkan hasil yang positif.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,32%. Sementara Indeks Nasdaq dan Indeks S&P ditutup menguat masing-masing 0,19% dan 0,10%. Melemahnya indeks Dow tadi malam didorong oleh pelemahan saham Boeing, sementara penguatan indeks S&P dan Nasdaq tertahan oleh pelemahan saham-saham sektor Industri. Saham Boeing melemah –4,44% tadi malam disebabkan oleh Boeing yang mengatakan akan memangkas produksi pesawat 737 Max hampir 20%. Pelemahan saham Boeing tersebut turut membebani saham pemasok komponen pesawat Boeing yakni AeroSystems dan Triumph Group yang masing-masing melemah –5,1% dan –6,2%. Saham sektor Industri juga tertekan oleh pelemahan saham General Electric yang anjlok –5,2% setelah JP Morgan menurunkan peringkatnya menjadi ’underweight’. Sementara dari 11 sektor dalam komponen indeks S&P, enam sektor ditutup menguat yang dipimpin oleh sektor energi yang mendapatkan dorongan dari kenaikan harga minyak mentah. Di sisi lain, investor juga bersiap menjelang musim laporan pendapatan Q1-2019 dimana beberapa bank besar dijadwalkan akan merilis laporan keuangannya pada akhir pekan ini. Menurut data Refinitiv, analis memperkirakan penurunan laba sebesar 2,3% pada emiten dalam komponen indeks S&P yang merupakan penurunan pertama sejak tahun 2016, yang mana turut menimbulkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi. Selain itu, investor juga masih ragu terhadap pertumbuhan ekonomi setelah rilis data ekonomi tadi malam menunjukkan penurunan yakni Factory Orders MoM periode Februari 2019 yang tercatat turun 0,5%.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,05% yang mana dipengaruhi oleh sikap kehati-hatian investor terhadap pergerakan nilai tukar Yen, KTT Uni Eropa dan pertemuan Bank Sentral Eropa.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan masih berpotensi rawan akan tekanan dimana IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6383/6340 - 6476/6527.

Cermati :
ASII, PTBA, MNCN, UNVR, INDF
 

BERITA EMITEN

BUVA : Bersiap melanjutkan rencana akuisisi perusahaan di bidang lifestyle dan entertainment. Adapun perseroan tengah menjajaki pendanaan eksternal untuk pertumbuhan organic dan anorganik serta untuk keperluan pembiayaan kembali (refinancing) utang. Dana yang dibutuhkan sekitar US$ 130 juta - US$ 140 juta.
Rekomendasi : Netral
 
MEDC : Mencatatkan rugi bersih sebesar US$ 51,3 juta pada 2018 dibandingkan realisasi laba bersih pada periode sebelumnya yang sebesar US$ 127,1 juta. Sementara pendapatan melonjak 33,68% dari US$ 905,11 juta menjadi US$ 1,21 miliar. Rugi bersih tersebut disebabkan oleh efek kerugian non tunai dari afiliasi pertambangan yaitu PT. Amman Mineral Nusa Tenggara guna mempercepat pembangunan Phase 7. Untuk tahun 2019, perseroan memproyeksikan belanja modal sekitar US$ 400 juta yang akan digunakan untuk kelistrikan dan ekspansi minyak dan gas.
Rekomendasi : Netral
 
BIPI : Membukukan lonjakan pendapatan menjadi US$ 27,16 juta pada 2018, dibandingkan periode 2017 yang sebesar US$ 3,27 juta. Konsolidasi anak usaha perseroan yakni PT. Mitratama Perkasa, menjadi penopang kenaikan tersebut.
Rekomendasi : Netral
 
HKMU : Optimistis dapat meraih pertumbuhan pendapatan 95% menjadi Rp. 1,68 triliun pada 2019 seiring dengan optimalisasi fasilitas manufaktur aluminium yang dijalankan oleh anak usahanya yakni PT. Handal Aluminium Sukses.
Rekomendasi : Netral
 
MPMX : Setelah melepas bisnis pelumas, perseroan justru semakin optimis pada tahun ini. Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan bersih sebesar 5%-10%. Sementara target laba bersih Rp 400 – 450 miliar. Perseroan akan lebih fokus meningkatkan pertumbuhan secara organik dengan mengerek produkstifitas. Perseroan memiliki 4 divisi usaha yakni MPMulia, MPMInsurance, MPMFinance dan MPMRent, dimana MPMulia mendominasi penjualan bersih hingga lebih dari 80%. Pendorongnya dalah pertumbuhan penjualan sepeda motor.
Rekomendasi : Netral
 
INTA : Perseroan tengah fokus mengembangkan bisnis pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2x100 megawatt. Perseroan menargetkan proyek ini mulai beroperasi pada semester II 2020. Proyek tersebut bernilai US$ 360 juta. Saat ini prses konstruksi telah mencapai 65%.
Rekomendasi : Netral
 
KRAS : Perseroan menargetkan laba sebesar US$ 5 – 6,3 juta pada tahun ini. Tahun lalu perseroan masih mencatatkan kerugian sebesar US$ 74,82 juta. Namun, secara historis, rugi tersebut konsisten menyusut dalam 4 tahun terakhir. Adapun terget pendapatan bersih tahun 2019 berpotensi terpenuhi sejalan dengan longgarnya persaingan impor.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 18 Juni 201918 Jun 2019 08:44

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup terkoreksi untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG kemarin ditutup turun 59,74 poin atau terkoreksi –0,96% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Juni 201917 Jun 2019 08:52

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin kembali trekoreksi dan untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 22,82 poin atau melemah –0,36% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Juni 201913 Jun 2019 09:02

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 29,82 poin atau terkoreksi –0,47% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.257,44 - 6.296,82. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Juni 201912 Jun 2019 08:45

IHSG di perdagangan kemarin  masih melanjutkan penguatannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 16,38 poin atau menguat 0,26% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 Juni 201911 Jun 2019 08:50

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 80,49 poin atau menguat 1.30% setelah bergerak positif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 246 saham di tutup menguat, 170 saham melemah [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF