News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 4 April 2019

IHSG di perdagangan Selasa kemarin sebelum libur nasional, ditutup naik 23,46 poin atau menguat 0,36% setelah bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan dalam range 6.454,98 - 6.490,07. Sebanyak 185 saham ditutup menguat, 206 saham melemah dan 141 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak tujuh sektor menopang penguatan IHSG dengan penguatan terbesar ada pada sektor Agri dan Aneka Industri. Menguatnya IHSG tersebut didukung oleh aksi beli investor asing terhadap saham-saham unggulan seperti UNVR, ASII, INTP, JSMR dan AALI, menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar serta juga ditopang oleh penguatan pasar ekuitas global setelah rilis data manufaktur AS dan Tiongkok menunjukkan kenaikan dan meredakan kecemasan akan terjadinya perlambatan ekonomi global.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,15%, Indeks Nasdaq menguat 0,60% dan Indeks S&P menguat 0,21%. Menguatnya indeks tadi malam dipimpin oleh reli dari saham-saham produsen chip yang ditopang oleh sentimen meningkatnya ekspektasi terhadap kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok. Dilansir dari Reuters, penasihat ekonomi Presiden AS, Larry Kudlow, mengatakan bahwa pembicaraan dagang AS-Tiongkok telah mengalami kemajuan dan kedua pihak berharap untuk mencapai kesepakatan pada pekan ini. Saham produsen Chip yang sangat bergantung pada Tiongkok untuk pendapatannya menjadi paling diuntungkan oleh sentimen tersebut. Philadelphia Semiconductor Index ditutup menguat 2,3% yang dipimpin oleh saham Advanced Micro Devices yang menguat 8,5% dan Intel Corp yang menguat 2,0%. Namun indeks tertahan penguatannya oleh rilis data ekonomi AS yang lemah. Data tersebut yakni ISM Non Manufacturing PMI Maret 2019 yang tercatat turun dari 59,7 ke 56,1 (ekspektasi 58), yang merupakan level terendahnya sejak Agustus 2017. Data lainya yang lemah yakni ADP Employment Change Maret 2019 yang tercatat turun dari 197.000 ke 129.000 (ekspektasi 170.000). Sementara kebalikannya, aktivitas sektor jasa Tiongkok, mencapai level tertingginya dalam 14 bulan terakhir. Sentimen lain yang mempengaruhi pergerakan indeks tadi malam datang dari Inggris terkait PM Inggris, Theresa May, yang merilis upaya terbaru untuk mencapai kesepakatan Brexit. Partai Buruh yang merupakan oposisi di Inggris, mengatakan telah berdiskusi secara konstruktif dengan May untuk menyelesaikan deadlock Brexit.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,05% yang turut ditopang oleh sentimen optimisme terhadap penyelesaian sengketa dagang AS-Tiongkok, namun tertahan oleh aksi profit taking.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya seiring dengan pergerakan positif mayoritas pasar ekuitas global. Namun pergerakan IHSG juga dibayangi oleh pergerakan sejumlah harga komoditas yang cenderung menurun. IHSG di perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6457/6439 - 6492/6509.

Cermati :
WSKT, AKRA, ASII, BJBR, GGRM, TLKM.
  

BERITA EMITEN

URBN : Berencana menggelar pelepasan saham baru dengan non HMETD sebanyak maksimum 10% dari modal ditempatkan dan disetor. Sebanyak 32.528.500 saham baru akan dilakokasikan kepada Ibukota Development Ltd yang merupakan pemegang 8,81% saham perseroan. Sementara sisanya sebanyak 287.837.500 saham baru (8,17%) akan dilepas kepada investor baru. Rencana non HMETD tersebut dilakukan untuk konversi utang ke II dan sebagai upaya meraih tambahan modal kerja untuk mendukung pengembangan usaha perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
WSKT : Berencana menerbitkan obligasi hingga Rp. 6,8 triliun selama 2019-2020. Surat utang tersebut akan dirilis melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) III tahap IV senilai Rp. 1,8 triliun dan PUB IV dengan target Rp. 5 triliun. Dana yang diperoleh nantinya akan digunakan untuk melunasi utang jatuh tempo serta modal kerja.
Rekomendasi : Netral
 
MEDC : Melepas 51% saham PT. Api Metra Graha selaku pengelola The Energy Building SCBD Jakarta kepada PT. Medco Daya Abadi Lestari dengan nilai transaksi pengalihan mencapai US$ 163 juta. Melalui transaksi tersebut, perseroan dapat fokus pada segmen bisnis utamanya yakni minyak dan gas bumi serta ketenagalistrikan dan pertambangan. Perseroan juga dapat memperoleh tambahan pendanaan yang bisa digunakan untuk memperkuat arus kas dan permodalan perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
SMGR : Mencatatkan laba bersih sebesar Rp. 3,08 triliun pada 2018, naik signifikan dibanding tahun 2017 yang sebesar Rp. 1,62 triliun. Adapun pendapatan tumbuh 10,33% dari Rp. 27,81 triliun menjadi Rp. 30,68 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
CSIS : Berencana ekspansi ke bisnis pergudangan di kawasan Bogor dan Sukabumi. Hal tersebut ditujukan untuk memperkuat pendapatan berkesinambungan (recurring income) perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
BUMI : Mengincar volume produksi batubara sekitar 88 juta ton - 90 juta ton pada 2019 dibanding realisasi tahun 2018 yang sebesar 80 juta ton. PT. Kaltim Prima Coal diperkirakan akan memproduksi sebanyak 60 juta ton. Sementara PT. Arutmin Indonesia diproyeksikan memproduksi 28 juta ton - 30 juta ton.
Rekomendasi : Netral
 
HOKI : Perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 88% menjadi Rp 90,19 miliar sepanjang tahun 2018. Sebenarnya pendapatan perseroan tahun lalu hanya naik 19% jadi Rp 1,43 triliun, namun perseroan berhasil menekan beban usaha hingga 20% menjadi Rp 73,51 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
INCO : Perseroan menunda pembagian dividen pada tahun ini lantaran tengah butuh modal untuk ekspansi. Perseroan menganggarkan belanja modal sebesar US$ 165 juta, jumlah ini naik 98% di banding anggaran tahun lalu. Belanja modal akan digunakan untuk pengembangan blok Pomalaa dan Bahadopi.
Rekomendasi : Netral
 
LUCK : Perseroan menargetkan pertumbuhan laba naik 4 kali lipat pada tahun ini. Perseroan percaya diri lantaran tahun ini akan membuka 13 cabang baru. Hingga saat ini sudah dua cabang yang berhasil di buka yakni di surabaya dan karawang. Tahun ini perseroan berharap bisa membukukan laba sebesar 12 miliar.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 18 April 201918 Apr 2019 08:53

IHSG di perdagangan Selasa, 16 April 2019, sebelum libur Pemilu, ditutup naik 46,39 poin atau menguat 0,72% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.438,39 [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 April 201916 Apr 2019 09:04

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 29,28 poin atau menguat 0,46% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.415,12 - 6.442,03. Sebanyak 198 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 April 201915 Apr 2019 08:47

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 4,30 poin atau terkoreksi tipis –0,07% setelah bergerak sideways dalam range 6.394,91 - 6.422,27. Sebanyak 232 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 April 201912 Apr 2019 09:49

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 68,16 poin atau melemah –1,05% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.410,17 - 6.472,73. Sebanyak 249 [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 April 201909 Apr 2019 08:58

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 48,28 poin atau terkoreksi –0,75% setelah disepanjang perdagangan mayoritas bergerak melemah dalam range 6.390,71 - 6.484,15. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF