News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 11 Maret 2019

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 74,89 poin atau terkoreksi –1,16% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.381,73 - 6.442,20. Sebanyak 295 saham ditutup melemah, 146 saham menguat dan 95 saham stagnan. Seluruh sektor yang diperdagangkan ditutup melemah dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Infrastruktur dan Aneka Industri. Melemahnya IHSG tersebut sejalan dengan pelemahan indeks di bursa Wall Street yang kemudian diikuti oleh pelemahan pasar ekuitas global sebagai dampak dari kebijakan European Central Bank yang direspon negatif oleh pelaku pasar keuangan. Seperti diketahui, ECB menunda kenaikan suku bunga acuannya dan menawarkan pinjaman dengan bunga rendah kepada perbankan serta menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi zona Euro. Kebijakan ECB tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi global. Sentimen tersebut juga mendorong pelemahan nilai tukar Rupiah dari Rp. 14.135/US$ menjadi Rp. 14.331/US$ serta mendorong aksi jual investor asing mencapai Rp. 592 miliar.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan pelemahannya untuk hari kelima perdagangan secara beruntun. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,09%, Indeks Nasdaq terkoreksi –0,18% dan Indeks S&P terkoreksi –0,21%. Melemahnya indeks tersebut salah satunya dipengaruhi oleh rilis data utama ketenagakerjaan AS untuk periode Februari 2019, khususnya Non Farm Payrolls yang turun jauh dari ekspektasi pasar. Data tersebut yakni Non Farm Payrolls yang tercatat hanya sebesar 20.000 ( jauh di bawah ekspektasi yang sebesar 180.000), Average Hourly Earnings MoM tercatat naik sebesar 0,4% (ekspektasi naik 0,3%) dan Unemployment Rate yang tercatat turun dari 4% ke 3,8%.  Rilis data tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran investor bahwa ekonomi AS dan global sedang mengalami perlambatan. Kekhawatiran tersebut juga dipicu oleh data terbaru dari Tiongkok yakni Neraca Perdagangan periode Februari 2019 yang mengalami penurunan tajam dari US$ 39.59 miliar menjadi US$ 4,12 miliar.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,18% yang merupakan anomali di tengah-tengah koreksi mayoritas bursa global dan juga dipengaruhi oleh nilai tukar Yen yang cenderung stabil.
 
Untuk perdagangan di bursa domestikhari ini, IHSG diperkirakan masih berpotensi rawan akan tekanan khususnya dari aksi jual yang dilakukan oleh investor asing serta pergerakan melemah mayoritas pasar ekuitas global. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6362/6342 - 6423/6463.

Cermati :
SCMA, WSKT, ADRO, ASII, INDY, PGAS
  

    
BERITA EMITEN

MAPI : Fokus melakukan ekspansi toko ke negara ASEAN, utamanya Vietnam dengan target membuka 4-5 toko baru. Selain Vietnam, perseroan juga telah masuk ke Thailand akan tetapi hanya sebagai distributor saja dan belum secara resmi membuka toko di sana dikarenakan kondisi pasar di Vietnam dan Thailand yang cukup bertolak belakang.
Rekomendasi : Netral
 
TINS : Membukukan kenaikan total pendapatan sebesar 19,85% menjadi Rp. 11,05 triliun pada 2018 dibanding tahun 2017 yang sebesar Rp. 9,22 triliun. Adapun laba bersih mencapai Rp. 531,36 miliar, tumbuh 5,76% dari tahun 2017 yang sebesar Rp. 502,43 miliar. Pendapatan perseroan sebesar 91,88% bersumber dari bisnis logam timah, sebanuyak 3,87% dari bisnis produk hilir dan 2,19% dari bisnis rumah sakit.
Rekomendasi : Netral
 
PSSI : Telah menandatangani kontrak pengapalan berjangka waktu lima tahun senilai US$ 39,4 juta. Kontrak tersebut berupa pengapalan kargo bijih nikel dan batu bara dengan menggunakan dua kapal kelas supramax, untuk pabrik peleburan nikel PT. Virtue Dragon Nickel Industry.
Rekomendasi : Netral
 
FISH : Membentuk anak usaha di bidang perdagangan pangan yakni PT. FKS Pangan Nusantara yang akan menjalankan keguatan usaha perseroan yang sudah berjalan dan untuk mempermudah proses administrasi perseroan dalam rangka pengembangan keguatan usaha.
Rekomendasi : Netral
 
BRMS : Melalui anak usahanya yakni PT. Citra Palu Minerals, optimistis memproduksi emas perdana pada November 2019. Target produksi awal sekitar 100 ton dengan kebutuhan investasi di bawah US$ 12 juta. Perseroan melalui Citra Palu Minerals akan mengubah bijih emas menjadi dore bullion dan selanjutnya dikirim ke PT. Aneka Tambang Tbk untuk diubah menjadi emas batangan dan selanjutnya akan dipasarkan oleh Citra Palu Minerals.
Rekomendasi : Netral
 
AMRT : Perseroan berencana menambah 500 gerai baru pada tahun ini. Dengan penambahan gerai baru tersebut perseroan optimis target pertumbuhan mencapai 5%. Untuk ekspansi tersebut perseroan menyiapkan belanja modal senilai Rp 2 triliun. Belanja modal tersebut tidak hanya untuk pengembangan gerai namun juga untuk perpanjangan dan peremajaan gerai geria yang sudah ada.
Rekomendasi : Netral
 
SKRN : Perseroan optimis mematok target pertumbuhan kinerja 10%-15% sepanjang 2019. Pada Januari 2019, perseroan terlibat dalam proyek bandara international Yogyakarta. Perseroan juga terlibat proyek jalan Trans Sumatra yang berjalan mulai tahun ini. Selain proyek pemerintah, perseroan juga tercatat menyewa crane dalam pembangunan pabrik PT Lotte Chemical Titan.
Rekomendasi : Netral
 
MARK : Perseroan siap menggenjot produksi begitu pabrik baru yang di targetkan selesai bulan mei beroperasi. Kpasitas produksi pabrik baru tersebut sebesar 90.000 unit per bulan. Pabrik tersebut memiliki tingkat efektifitas keseluruhan 90%, yaitu sekitar 80.000 unit per bulan. Dengan pabrik baru ini, perseroan menargetkan produksi sarung tangan karet bisa mencapai 7,2 juta unit.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 21 Maret 201921 Mar 2019 09:13

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 2.43 poin atau menguat 0,04% setelah bergerak sideways sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 178 saham di tutup menguat, 195 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 20 Maret 201920 Mar 2019 08:58

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 29,17 poin atau melemah –0,45% setelah bergerak sideways dalam range 6.473,29 - 6.522,21. Sebanyak 212 saham ditutup melemah, 188 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 19 Maret 201919 Mar 2019 08:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 48,26 poin atau menguat 0,75% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.477,29 - 6.509,45. Sebanyak 225 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 18 Maret 201918 Mar 2019 09:48

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 47,92 poin atau menguat 0,75% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.419,64 - 6.489,20. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Maret 201914 Mar 2019 08:58

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 23.80 poin atau menguat sebesar 0.37% setelah bergerak sideways di sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 189 saham di tutup menguat, 187 saham [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF