News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 12 Februari 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 26,66 poin atau terkoreksi  -0,41% setelah bergerak sideways dalam range 6.494,13 - 6.535,18. Sebanyak 232 saham ditutup melemah, 172 saham menguat dan 128 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 8 sektor ditutup terkoreksi dimana lima diantaranya ditutup melemah >-1%. Melemahnya IHSG kemarin dipengaruhi oleh sejumlah sentimen baik eksternal maupun domestik yakni antara lain belum adanya kejelasan penyelesaian perang dagang antara AS dengan Tiongkok, penurunan sejumlah harga komoditas dunia seperti minyak dan batubara, melemahnya nilai tukar Rupiah dan penurunan cadangan devisa Indonesia per Januari 2019 dari US$ 120,65 miliar menjadi US$ 120,07 miliar.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi terbatas. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,21%. Sementara indeks Nasdaq dan indeks S&P ditutup menguat masing-masing 0,13% dan 0,07%. Pergerakan indeks tadi malam dipengaruhi oleh penantian investor terhadap perundingan dagang antara AS dengan Tiongkok, kebuntuan Kongres AS dan penurunan pendapatan tahun 2019. Terkait perundingan dagang, dilansir oleh Reuters, Tiongkok dan AS menyatakan optimismenya terkait perundingan dagang antara kedua negara tersebut. Sementara itu di sisi lain, para pemimpin Kongres AS tengah berupaya mencapai kesepakatan tentang anggaran keamanan perbatasan untuk mencegah potensi terulangnya penutupan pemerintahan (US Govenment Shutdown). Sedangkan dari sisi kinerja keuangan emiten, dua pertiga emiten dalam komponen indeks S&P telah melaporkan kinerja Q4-2018, dimana sekitar 71,2% membukukan laba yang lebih baik dari perkiraan. Untuk pendapatan emiten di Q4-2018, diperkirakan tumbuh 16,5%, lebih baik ketimbang awal tahun yang tumbuh 15,8%. Namun ekspektasi pertumbuhan laba di Q1-2019 diperkirakan turun dimana analis memperkirakan pendapatan emiten bakal turun 0,2% dari tahun lalu, yang menandakan kontraksi pertama sejak awal Q2-2016. Hal tersebut didasarkan pada adanya kekhawatiran perlambatan ekonomi global, perang dagang dan kebijakan moneter yang agak ketat.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,54% yang didukung oleh melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar serta optimisme investor terhadap perundingan dagang antara AS dengan Tiongkok.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih rawan akan tekanan. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6481/6467 - 6522/6549. Cermati :
BBNI, BMRI, EXCL, HMSP, LPPF, MNCN, TLKM
  
BERITA EMITEN

ADRO : Membukukan produksi batubara pada tahun 2018 sebesar 54,04 juta ton atau meningkat 4,34% dibanding tahun 2017 yang sebesar 51,79 juta ton. Untuk tahun 2019, perseroan menargetkan produksi batu bara di kisaran 54 juta ton - 56 juta ton dengan belanja modal sebesar US$ 450 juta - US$ 600 juta.
Rekomendasi : Netral
 
ADHI : Mengantongi kontrak baru sebesar Rp. 891,8 miliar pada Januari 2019 atau 2,54% dari total target tahun 2019 yang sebesar Rp. 35 triliun. Salah satu proyek yang diperoleh perseroan berasal dari 30% dari PLTA Asahan JO Shimizu dengan nilai Rp. 808,4 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
BISI : Mengalokasikan belanja modal senilai Rp. 30 miliar pada tahun ini yang akan digunakan antara lain untuk menambah mesin-mesin kemasan. Perseroan berencana menambah mesin kemasan benih dan melakukan perawatan mesin-mesin produksi. Perseroan memproyeksikan produksi benih jagung bisa menjadi 45.000 ton atau naik 15% secara tahunan. Perseroan juga berencana menambah 3-5 varietas bibit baru setiap tahun untuk meningkatkan penjualan.
Rekomendasi : Netral
 
INCO : Tengah memasuki tahap penyelesaian studi kelayakan dan negosiasi dengan dua calon mitra. Perseroan berencana membangun smelter feronikel di Bahodopi dan smelter nikel di Pomalaa.
Rekomendasi : Netral
 
BBTN : Berhasil meraih laba senilai Rp. 3,20 triliun di tahun 2018 atau tumbuh 5,96% secara tahunan dibanding tahun 2017 sebesar Rp. 3,02 triliun. Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh penyaluran kredit di tahun 2018 sebesar Rp. 237,75 triliun atau tumbuh 19,48% dibanding tahun 2017 yang sebesar Rp. 198,99 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
GHON : Perseroan optimis bias mencetak pertumbuhan bisnis lebih baik pada tahun ini.perseroan membidik pertumbuhan tenant minimal 15% dari total tenant tahun lalu. Sepnajang tahun lalu , total tenancy perseroan sebnayk 800 tenant . salah satu faktor yang potensial mengerek pertumbuhan adalah rencana operator seluler dalam meningkatkan cakupan sinyal.
Rekomendasi : Netral
 
ARNA : Perseroan optimis mampu mengerek penjualan di kisaran 8% -9% di bandingkan realisasi pada tahun lalu. Perseroan memproyeksikan penjualan tahun ini pada angka Rp 2,12 triliun. penjualan itu didukung oleh rampung nya satu plant 4B di Ogan Ilir, sumarta selatan pada tahun ini.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 19 Agustus 201919 Aug 2019 08:50

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 29,07 poin atau menguat 0,47% setelah bergerak sideways dalam range 6.235,70 - 6.292,38. Sebanyak 200 saham ditutup menguat, 182 [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 Agustus 201916 Aug 2019 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 9,75 poin atau melemah –0,16% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.161,67 - 6.257,59. Sebanyak 267 [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Agustus 201915 Aug 2019 08:48

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 56,37 poin atau menguat 0,91% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.240,20 - 6.274,58. Sebanyak 250 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Agustus 201913 Aug 2019 08:56

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 31,54 poin atau melemah –0,50% setelah bergerak sideways dalam range 6.245,28 – 6.309,10. Sebanyak 251 saham ditutup melemah, [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 Agustus 201909 Aug 2019 08:51

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya dimana IHSG ditutup naik 70,48 poin atau menguat 1,14% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF