News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 11 Februari 2019

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 13,79 poin atau melemah –0,23% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.498,97 - 6.526,87. Sebanyak 229 saham ditutup melemah, 187 saham menguat dan 126 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak tujuh sektor ditutup terkoreksi dengan dipimpin oleh sektor Industri Dasar dan Pertambangan yang masing-masing melemah –1,73% dan –1,46%. Melemahnya IHSG tersebut dipengaruhi oleh sentimen eksternal terkait kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global setelah komisi Eropa memangkas prospek pertumbuhan ekonomi zona Euro untuk tahun 2019 dan 2020 serta belum adanya kejelasan dari penyelesaian perang dagang antara AS dengan Tiongkok. Sentimen tersebut juga turut mendorong pelemahan indeks di bursa Wall Street dan mayoritas pasar ekuitas global.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup bervariasi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,25%. Sementara indeks Nasdaq dan indeks S&P ditutup menguat 0,14% dan 0,07%. Di perdagangan tersebut, indeks Nasdaq dan indeks S&P mampu ditutup menguat, sementara indeks Dow masih melanjutkan pelemahannya untuk hari ketiga secara beruntun. Pergerakan indeks awalnya tertekan oleh keraguan investor bahwa AS dan Tiongkok bakal mencapai kesepakatan perdagangan sebelym tenggat waktu pada 1 Maret 2019 mendatang. Keraguan tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Putaran lanjutan pembicaraan perdagangan antara AS dengan Tiongkok dijadwalkan akan dilakukan pada pekan ini. Namun Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa dirinya tidak berencana untuk bertemu dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, sebelum batas waktu 1 Maret 2019 yang dietetapkan untuk mencapai kesepakatan perdagangan. Dan apabila kedua negara tersebut gagal mencapai kesepakatan, maka tarif tambahan AS untuk impor barang dari Tiongkok akan mulai berlaku. Namun sentimen tersebut mampu diimbangi oleh hasil kinerja keuangan yang positif dari sejumlah emiten. Harga saham Coty Inc, Mattel Inc dan Motorola Solutions melonjak setelah melaporkan hasil kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Dan saham Electronic Solutions rebound 16,05% setelah melaporkan penjualan yang baik dari produk barunya. Naiknya harga saham Electronics Art dan Motorola Solutions menjadi pendorong menguatnya indeks S&P dan Nasdaq.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Bursa Jepang tidak melakukan aktivitas perdagangan dikarenakan libur nasional Foundation Day. Sementara bursa utama di kawasan regional lainnya bergerak melemah di tengah-tengah sikap wait & see investor terhadap perkembangan sentimen perang dagang antara AS dan Tiongkok.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini,  IHSG diperkirakan  masih rawan akan tekanan seiring dengan pergerakan melemah mayoaitas indeks di kawasan regional dan global. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6505/6488 - 6533/6544.

Cermati :
TLKM, WSKT, ADHI, ASII, BBNI, EXCL, HMSP, MNCN
 

BERITA EMITEN

WSKT : Sejumlah investor asing disebut tertarik untuk membeli sejumlah konsesi ruas tol milik perseroan. Hal tersebut didasarkan pada hasil pembicaraan Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) dengan Investor. Sebelumnya perseroan mengungkapkan bahwa entitas anaknya yakni PT. Waskita Toll Road, akan mendivestasi minimal lima ruas tol pada tahun 2019 dari total 18 ruas tol yang direncanakan siap untuk dilepas. Namun persroan belum bersedia menyampaikan secara detail nama ruas tol yang dijajaki untuk di divestasi dan potensial calon investor yang sudah siap membeli konsesi tersebut.
Rekomendasi : Netral
 
TOWR : Meraih fasilitas pinjaman sekitar Rp. 1,2 triliun dari dua bank asal Jepang yakni bank MUFG cabang Jakarta senilai Rp. 500 miliar dan Rp. 720,83 miliar dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation cabang Singapura. Pinjaman tersebu dilakukan melalui entitas anak perseroan yakni PT. Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo). Pinjaman tersebut nantinya akan digunakan untuk mendanai kebutuhan umum, modal kerja dan untuk pembayaran biaya maupun pengeluaran Protelindo dan anak usahanya.
Rekomendasi : Netral
 
PJAA : Telah mempersiapkan pendanaan untuk melunasi obligasi dengan skema penawaran umum berkelanjutan (PUB) I tahap II tahun 2018 seri A senilai Rp. 350 miliar yang mana dananya akan berasal dari internal maupun pinjaman perbankan.
Rekomendasi : Netral
 
WSBP : Membukukan pertumbuhan kontrak baru sebesar 59,69% secara tahunan pada Januari 2019. Kontrak pada Januari 2019 tersebut senilai Rp. 725 miliar yang berasal dari antara lain proyek jalan tol Cibitung-Cilincing, tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar dan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tambak Lorok. Dengan demikian di Januari 2019 perseroan telah merealisasikan 6,97% dari kontrak baru yang dibidik tahun 2019 yang sebesar Rp. 10,39 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
MCAS : Perseroan menargetkan pendapatan Rp 5,1 triliun – Rp 6,3 triliun pada tahun ini. perkiraan pendapatan tersebut berdasarkan potensi berkembangnya saluran distribusi. Saat ini perseroan dan anak usahanya tengah mengembangkan saluran distribusi baru, diantaranya Alfamikro Application (AMA) berkerjasama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Rekomendasi : Netral
 
KRAS : Perseroan menaikan target volume ekspor ke Malaysia pada tahun ini menjadi sebanyak 2 kali lipat, yakni 400.000 ton – 500.000 ton. Nilainya kurang lebih US$ 200 juta aau sekitar 10% terhadap total target penjualan perseroan pada tahun ini. Pada tahun ini perseroan juga mendapat angina segar atas pembatasan impor baja lewat Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 110/2018 yang berlaku sejak 20 Januari 2019.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 15 Februari 201915 Feb 2019 08:46

IHSG di perdagangan kemarin berhasil rebound dari pelemahannya selama lima hari perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 0,90 poin atau menguat tipis 0,01% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Februari 201914 Feb 2019 08:57

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya untuk hari kelima perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 7,21 poin atau melemah –0,11% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Februari 201913 Feb 2019 09:04

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup terkoreksi untuk hari keempat perdagangan secara beruntun dimana IHSG ditutup turun 68,68 poin atau terkoreksi –1,06% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Februari 201912 Feb 2019 08:50

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 26,66 poin atau terkoreksi  -0,41% setelah bergerak sideways dalam range 6.494,13 - 6.535,18. Sebanyak 232 saham ditutup melemah, 172 [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 Februari 201911 Feb 2019 11:40

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 13,79 poin atau melemah –0,23% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF