News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 8 Februari 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 11.42 poin atau melemah –0,17% setelah bergerak sideways dalam range 6,517.23—6,563.98. Sebanyak 226 saham ditutup melemah, 199 saham menguat dan 123 saham stagnan. Secara sektoral,sebanyak 7 sektor ditutup melemah dan 3 sektor lainnya menguat. IHSG sempat melaju positif dan secara intra day sempat menguat hingga 0,25% yang mana masih dipengaruhi oleh sentimen pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2018 yang lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2017. Namun IHSG kemudian bergerak turun hingga secara intra day sempat terkoreksi hingga –0,47% sebelum akhirnya ditutup terkoreksi terbatas –0,17%. Sejumlah faktor mempengaruhi penurunan tersebut yakni antara lain pergerakan melemah mayoritas indeks di bursa global, aksi profit taking dan melemahnya nilai tukar Rupiah sebesar 0,38% ke level 13,970 / US$. Selain itu investor juga menantikan data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang mana Bank Indonesia memperkirakan NPI kuartal IV-2018 bisa surplus, namun defisit transaksi berjalan masih cukup lebar di kisaran 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan pelemahannya. Indeks Dow ditutup melemah –0,87%, Indeks Nasdaq melemah –1,18% dan Indeks S&P melemah –0,94%. Melemahnya indeks tadi malam dipengaruhi oleh kekhawatiran bahwa AS dan Tiongkok tidak akan dapat mencapai kesepakatan perdagangan dengan sisa waktu kurang dari satu bulan. Hal tersebut juga menambah kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan global. Hal tersebut didasarkan pada pernyataan dua pejabat AS dan sumber yang dilansir Reuters, Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping, tidak mungkin bertemu dengan batas waktu awal Maret 2019, yang ditetapkan oleh kedua negara untuk mencapai kesepakatan. Berita tersebut muncul setelah penasihat Presiden AS, Larry Kudlow, mengatakan kepada Fox Business Network bahwa ada ’jarak yang cukup besar’ antara kdua negara, yang dijadwalkan untuk melanjutkan perundingan perdagangannya di Beijing-Tiongkok pada pekan depan. Sentimen tersebut menambah tekanan terhadap pasar ekuitas AS setelah sebelumnya ada sentimen lainnya seperti perkiraan kinerja keuangan yang mengecewakan dari beberapa emiten termasuk Twitter dan tekanan perlambatan ekonomi Zona Euro. Komisi Eropa memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi zona Euro untuk tahun ini dari 1,9% menjadi 1,3% serta juga untuk tahun 2020 dikarenakan perlambatan yang diperkirakan terjadi dimana sebagian disebabkan oleh ketegangan perdagangan antara AS dengan Tiongkok. Selain itu tekanan juga datang dari melemahnya harga minyak mentah dunia yang mendorong saham-saham sektor energi melemah –2,43%.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –1,16% yang mengikuti pelemahan di bursa AS dan bursa global lainnya akibat kekhawatiran terhadap perlambatan perekonomian global dan belum adanya penyelesaian dari perang dagang antara AS dengan Tiongkok.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik akhir pekan ini, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan pelemahannya, khususnya oleh tekanan eksternal terkait kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6514/6492 - 6561/6586.

Cermati :
ADHI, WSKT, TLKM, SMGR, LlSIP, JSMR, HMSP
  

              
BERITA EMITEN

JSMR : Mengincar dana sebesar Rp. 700 miliar dari penerbitan instrument Kontrak Investasi Kolektif Dana Investas Infrastruktur atau Dinfra yang dijadwalkan berlangsung pada Q1-2019. Saat ini sedang dilakukan proses penjajakan kepada para investor untuk penerbitan instrument Dinfra. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk proyek jalan tol Gempol-Pandaan.
Rekomendasi : Netral
 
TOTL : Mengantongi kontrak baru senilai Rp. 700 miliar pada Januari 2019 atau 17,5% dari target yang diincar pada 2019 sebesar Rp. 4 triliun. Proyek tersebut adalah pembangunan hotel di Bengkulu dan apartemen di Jakarta Timur. Untuk tahun 2019, perseroan mengincar pendapatan sebesar Rp.3,1 triliun dengan laba bersih diproyeksikan mencapai Rp. 245 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
ARNA : Membukukan penjualan bersih sebesar Rp. 1,97 triliun sepanjang tahun 2018 atau naik 13,76% dibanding tahun 2017 yang sebesar Rp. 1,73 triliun. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp. 156,62 miliar atau naik 29,62% dibandingkan tahun 2017 yang sebesar Rp. 120,83 miliar. Pertumbuhan penjualan bersih perseroan ditopang oleh pertumbuhan volume penjualan sebesar 9% dan harga jual rata-rata yang tumbuh hampir 5%. Selain itu pertumbuhan volume penjualan salah satunya didorong oleh program rumah subsidi. Untuk tahun 2019 perseroan menargetkan penjualan bersih sebesar Rp. 2,13 triliun dan laba bersih sebesar Rp. 200 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
BBNI : Menargetkan transaksi bisnis remitansi pada tahun ini tumbuh sekitar 20%, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2018 yang naik 14,2% secara tahunan.
Rekomendasi : Netral
 
MEGA : Membukukan kinerja positif di tahun 2018 yang didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit dan penurunan biaya pencadangan. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp. 1,6 triliun atau tumbuh 23% dibanding tahun 2017. Sementara biaya pencadangan turun 57% menjadi Rp. 484 miliar. Sedangkan penyaluran kredit tumbuh 19,96% dari Rp. 35,22 triliun menjadi Rp. 42,25 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
SMGR : Memproyeksikan ekspor semen dan clinker pada 2019 naik menjadi sekitar 4 juta ton. Penambahan volume ekspor didorong oleh kondisi kelebihan pasokan yang masih berlanjut pada tahun ini.
Rekomendasi : Netral
 
SMBR : Perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp 800 miliar p[ada tahun ini. Sebesar 80% dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan operasi , distribusi maupun pengembangan bisnis, seperti investasi untuk akuisisi tambang batu kapur, terminal stasiun jambi dan pengembangan anak usaha. Sisanya 20% merupakan belanja rutin untuk menunjang kegiatan operasional perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
APLN : Perseroan membidik marketing sales sebesar 3 – 4 triliun pada tahun ini. jumlah tersebut tidak berbeda jauh dari target tahun sebelumnya yang sebesar 3,5 triliun. sepanjang tahun 2018 perseroan membukukan marketing sales sebesar 2,4 triliun, jumlah itu meleset dari yang di targetkan. Sepanjang tahun lalu proyek perumahan menjadi penyumbang terbesar bagi perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
BATA : Perseroan gencar melakukan ekspansi menyambut momentum Ramadhan dan Idul Fitri. Perseroan berencana membuka gerai baru dengan konsep red & white. Tidak hanya membuka gerai baru perseroan juga mengincar kota kota lain yakni tier II dan single town. Perseroan berencana membuka 30 gerai baru sebelum lebaran.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 18 Juni 201918 Jun 2019 08:44

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup terkoreksi untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG kemarin ditutup turun 59,74 poin atau terkoreksi –0,96% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Juni 201917 Jun 2019 08:52

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin kembali trekoreksi dan untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 22,82 poin atau melemah –0,36% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Juni 201913 Jun 2019 09:02

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 29,82 poin atau terkoreksi –0,47% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.257,44 - 6.296,82. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Juni 201912 Jun 2019 08:45

IHSG di perdagangan kemarin  masih melanjutkan penguatannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 16,38 poin atau menguat 0,26% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 Juni 201911 Jun 2019 08:50

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 80,49 poin atau menguat 1.30% setelah bergerak positif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 246 saham di tutup menguat, 170 saham melemah [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF