News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 31 Januari 2019

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 27,71 poin atau menguat 0,43% setelah bergerak sideways dalam range  6,345.42— 6,464.93. Sebanyak 211 saham ditutup melemah, 199 saham menguat dan 123 saham stagnan. Secara Sektoral sebanyak 5 sektor melemah dan 6 sektor menguat. Penguatan di  pimpin oleh sektor Infrastruktur dan Consuer dimana masing masing  sektor mencatatkan penguatan sebesar 1,38% dan 1,25%. Penguatan IHSG juga di dorong oleh aksi beli asing di pasar reguler sebesar Rp 304,98 miliar dengan pembelian terbesar ada pada saham BBRI, UNVR, BBCA, HMSP dan PGAS.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 1,77%, Indeks Nasdaq menguat 2,20% dan Indeks S&P menguat 1,55%. Menguatnya indeks tadi malam didorong oleh sentimen hasil pertemuan The Fed AS. The Fed memutuskan mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di level 2,25% - 2,50%. The Fed juga mengatakan akan bersabar dalam menaikkan biaya pinjaman lebih lanjut pada tahun ini dimana pernyataan tersebut memberi kelegaan kepada investor di tengah kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi. Dalam pernyataannya, The Fed menghapus pernyataannya sebelumnya di Desember 2018 terkait risiko terhadap prospek tampak seimbang dan juga menghapus kalimat yang memproyeksikan beberapa kenaikan suku bunga lebih lanjut pada tahun ini. The Fed juga mengatakan bisa mengubah laju pengurangan neraca keuangan mengingat perkembangan ekonomi dan keuangan. Seperti diketahui, neraca keuangan The Fed melonjak paska krisis keuangan tahun 2008 dan banyak investor meyakini bahwa upaya The Fed untuk mengurangi neracanya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.
Bersamaan dengan laporan kuartalan Apple yang lebih baik dari perkiraan, komentar The Fed juga membantu indeks bangkit dari pelemahan yang dialami dalam dua sesi perdagangan sebelumnya. Saham Apple tadi malam naik 6,83% setelah melaporkan pertumbuhan yang kuat dalam bisnis jasa, yang meredakan kekhawatiran investor setelah Apple pada awal bulan ini memangkas proyeksi penjualan kuartalannya. Selain Apple, saham Boeing juga naik signifikan sebesar 6,25% setelah memproyeksikan laba setahun penuh dan cash flow yang lebih baik dari perkiraan analis. Di sisi lain, investor juga sedang menantikan hasil perundingan dagang antara AS dan Tiongkok yang sedang berlangsung dan rilis data utama ketenagakerjaan AS pada akhir pekan ini.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka  menguat 1,34% yang turut didorong oleh sentimen menguatnya indeks di bursa Wall Street tadi malam paska rilis kebijakan The Fed AS yang mempertahankan suku bunga acuannya. Namun di sisi lain investor di bursa Jepang juga menantikan perkembangan perundingan dagang antara AS dan Tiongkok serta dibayangi oleh sentimen menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan  berpotensi menguat seiring dengan sentimen positif eksternal terkait kebijakan terbaru dari The Fed AS, penguatan nilai tukar Rupiah dan naiknya harga sejumlah komoditas dunia. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6445/6425 - 6474/6484.

Cermati :
TLKM, BBRI, PGAS, EXCL, WSKT, JSMR
   

       
BERITA EMITEN

PTPP : Akan menerbitkan surat utang hingga Rp. 2,7 triliun yang terdiri atas obligasi dan surat utang jangka menengah senilai Rp. 2 triliun - Rp. 2,2 triliun serta surat berharga perpetual senilai Rp. 500 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan belanja modal dimana untuk tahun 2019 perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp. 8,7 triliun yang akan berasal dari dana internal dan surat utang.
Rekomendasi : Netral
 
BBRI : Meraih laba bersih konsolidasi sebesar Rp. 32,4 triliun sepanjang tahun 2018 atau tumbuh 11,6% secara tahunan. Faktor pendorong pertumbuhan laba bersih tersebut adalah kredit ke sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang semakin meningkat yang mana kredit tersebut setara 76,5% dari total kredit yang disalurkan perseroan. Pertumbuhan laba bersih juga ditopang oleh pendapatan berbasis komisi dan pendapatan operasional lainnya yang meningkat 22,7% dari Rp. 19,1 triliun menjadi Rp. 23,4 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
PPRO : Tengah menjajaki potensi melakukan sekuritisasi tagihan piutang dan menggalang dana dari dana investasi real estate (DIRE). Diversifikasi sumber pendanaan tersebut diharapkan terealisasi tahun ini atau pada tahun 2020.
Rekomendasi : Netral
 
HITS : Melalui anak usahanya yakni PT. Hutama Trans Kontinental, membeli satu unit kapal gas senilai US$ 7,7 juta yang dibeli dari Soleil Trust. Untuk tahun 2019 perseroan memproyeksikan belanja modal sebesar US$ 62 juta untuk penambahan empat kapal dan melepas sebanyak dua kapal kecil.
Rekomendasi : Netral
 
DMAS : Meraih marketing sales sebesar Rp. 884 miliar pada tahun 2018 yang mana sektor industri menyumbang sekitar 72% dari total marketing sales. Untuk tahun 2019, perseroan meyakini pertumbuhan lebih baik dari sisi penjualan dikarenakan permintaan terhadap lahan industri masih tinggi.
Rekomendasi : Netral
 
RALS : Akan menjual saham hasil pembelian kembali (buyback) saham sebanyak 20 juta unit dengan tujuan untuk mendukung likuiditas saham perseroan di bursa. Penjualan kembali saham tersebut akan dilakukan paling lambat 14 hari setelah penyampaian informasi ke bursa.
Rekomendasi : Netral
 
SMRU : Perseroan berencana memacu kinerja  produksi dengan meningkatkan utilitas alat produksi hingga 85%. Hal tersebut dilakukan untuk kompensasi atas potensi penurunan pendapatan sejalan dengan tren harga batubara yang turun. Target kinerja produksi tahun ini terdiri dari pengupasan lapisan tanah penutup atau overburden removal sebanyak 38 juta bank cubic meter dan produksi batubara sebesar 3,5 juta ton.
Rekomendasi : Netral
 
DILD : Perseroan menagetkan marketing sales sebesar Rp 2,5 triliun pada tahun ini. Target tersebut 13,64% lebih tinggi ketimbang pencapaian marketing sales tahun lalu yakni Rp 2,2 triliun. perseroan akan mengejar marketing sales dari proyek yang sedang di kembangkan dan proyek baru. Komposisinya 70% proyek existing dan 30%proyek baru. Pembangunan aneka proyek pada tahun ini akan memanfaatkan dana belanja modal sebesar Rp 1,5 triliun.
Meraih fasilitas kredit sindikasi perbankan senilai Rp. 2,8 triliun yang berasal dari Bank BNI dan Bank BCA. Fasilitas kredit tersebut akan digunakan untuk pendanaan utang (refinancing) dan menambah modal kerja. Refinancing tersebut terhadap pinjaman ke delapan bank dan melunasi utang obligasi yang jatuh tempo pada pertengahan 2019.
Rekomendasi : Netral
 
MYOH : Perseroan berencana membeli 10 dump truck berkapasitas angkut 100 ton pada tahun ini. Ekspansi ini untuk mendukung aktivitas pemindahan batuan penutup batubara. Alat berat tersebut bakal melengkapi 133 dump truck dan 18 escavator yang sudah ada. Anggaran belanja dump truck mencapai US$ 14,5 juta.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 18 April 201918 Apr 2019 08:53

IHSG di perdagangan Selasa, 16 April 2019, sebelum libur Pemilu, ditutup naik 46,39 poin atau menguat 0,72% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.438,39 [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 April 201916 Apr 2019 09:04

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 29,28 poin atau menguat 0,46% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.415,12 - 6.442,03. Sebanyak 198 saham [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 April 201915 Apr 2019 08:47

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 4,30 poin atau terkoreksi tipis –0,07% setelah bergerak sideways dalam range 6.394,91 - 6.422,27. Sebanyak 232 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 April 201912 Apr 2019 09:49

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 68,16 poin atau melemah –1,05% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.410,17 - 6.472,73. Sebanyak 249 [ ... ]

Read more...
Morning Note 9 April 201909 Apr 2019 08:58

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 48,28 poin atau terkoreksi –0,75% setelah disepanjang perdagangan mayoritas bergerak melemah dalam range 6.390,71 - 6.484,15. Sebanyak [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF