News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 11 Januari 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 56,48 poin atau menguat 0,90% setelah bergerak sideways dalam range 6.258,51 - 6.328,71. Sebanyak 217 saham ditutup menguat, 219 saham melemah dan 125 saham stagnan. Penguatan IHSG ditopang oleh sembilan sektor dengan penguatan terbesar ada pada sektor Consumer dan Industri Dasar yang masing-masing menguat 1,96% dan 1,79%. Penguatan IHSG tersebut dipengaruhi oleh aksi beli investor asing yang mencapai Rp. 613 miliar dan nilai tukar Rupiah yang bergerak menguat ke level <Rp. 14.000/US$.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan penguatannya untuk hari kelima secara beruntun. Indeks Dow ditutup menguat 0,51%, Indeks Nasdaq menguat 0,42% dan Indeks S&P menguat 0,45%.Menguatnya indeks tersebut dipengaruhi oleh sikap investor yang menanggapi positif komentar ketua The Fed AS, Jerome Powell dan untuk sementara mengabaikan prospek  melemah laba emiten untuk Q4-2018. Powell tadi malam menegaskan kembali pandangan para pembuat kebijakan lainnya bahwa The Fed AS akan bersabar mengenai kenaikan suku bunga. Sebelumnya indeks juga sempat berbalik melemah setelah Powell juga mengatakan neraca bank akan ’jauh lebih kecil’ dan setelah Powell mengangkat isu kekhawatiran tentang utang AS. Dari sisi perang dagang, optimisme terkait dengan penyelesaian perang dagang agak memudar ketika Tiongkok hanya memberikan sedikit rincian tentang isu-isu utama seperti transfer teknologi paksa, hak kekayaan intelektual, tarif perdagangan dan serangan dunia maya. Dan kekhawatiran dampak perang dagang juga muncul dari laporan emiten yakni Macy’s dan American Airlines yang menyebutkan bahwa pertumbuhan laba emiten tersebut akan melambat. Saham Macy’s tadi malam anjlok –17,69% setelah memangkas perkiraan penjualan toko di sepanjang 2018 dikarenakan lemahnya permintaan selama pertengahan Desember 2018. Hal tersebut menambah keraguan investor menjelang musim laporan keuangan emiten periode Q4-2018 dalam beberapa pekan ke depan.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,66% mengikuti reli di bursa Wall Street dan memulihkan dari penurunan sebesar –1,29% kemarin. Namun meski demikian, investor di bursa Jepang diperkirakan akan bersikap hati-hati terkait dengan pergerakan nilai tukar Yen dan negosiasi perdagangan antara AS dengan Tiongkok.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih berpotensi menguat secara terbatas. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6289/6248 - 6349/6369.

Cermati :
BBRI, EXCL, GGRM, HMSP, MNCN, PGAS, SCMA, TLKM.
 

   
BERITA EMITEN

INCO : Telah memulai divestasi 20% saham kepada peserta Indonesia sejak 29 November 2018. Pelepasan saham tersebut menyusul amendemen kontrak karya tahun 2014.  Divestasi tersebut sejalan dengan ketentuan pemerintah dimana perusahaan pertambangan dan pengolahan integrasi harus mendivestasikan 40% saham kepada peserta Indonesia. Perseroan juga harus mengakui 20% saham yang dimiliki oleh pemegang saham publik melalui Bursa Efek Indonesia. Proses divestasi ini dilakukan dalam kurun waktu lima tahun.
Rekomendasi : Netral
 
CLEO : Mengakuisisi aset dan merk air minum dalam kemasan (ADMK) PT. Triusaha Mitraraharja (Tudung Group) di Sukabumi-Jawa Barat. Aksi ini bertujuan menopang pertumbuhan kinerja keuangan perseroan ke depannya. Akuisisi tersebut meliputi merk produk air minum SUPER O2, mesin, peralatan produksi air minum da aset lain yang terkait dengan produk air minum yang diproduksi PT. Triusaha Mitraraharja. Perseroan juga akan menambah empat pabrik baru di tahun 2019 guna mengejar pertumbuhan penjualan 40%-60%.
Rekomendasi : Netral
 
ADHI : Menargetkan nilai kontrak baru senilai Rp. 28,4 triliun pada tahun 2019, atau naik 20% dibandingkan periode 2018 yang sebesar Rp. 23,7 triliun. Tahun ini, perseroan masih fokus pada proyek-proyek infrastruktur seperti air, tol dan properti. Perseroan juga tengah menunggu pembayaran tahap ketiga yang akan dilakukan pada Februari 2019 senilai Rp. 4 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
PPRO : Akan bekerja sama dengan lima BUMN membentuk usaha patungan guna membangun dan mengembangkan tempat istirahat dan pelayanan (rest area) pada jalan tol Batang-Semarang senilai Rp. 63,42 miliar. Kerja sama tersebut diharapkan bisa meningkatkan recurring income perseroan dan perluasan bisnis perseroan di bidang komersial.
Rekomendasi : Netral
 
JPFA : Mengalokasikan belanja modal senilai Rp. 3 triliun untuk kegiatan usaha perunggasan. Sekitar 20%-25% merupakan belanja modal untuk pemeliharaan dan perbaikan. Sebagian besar sisanya akan dibelanjakan untuk kegiatan usaha perunggasan dan kegiatan terkait lainnya.
Rekomendasi : Netral
 
ZINC : Perseroan menganggarkan belanja modal antara US$ 50 juta – US$ 60 juta untuk dua tahun ke depan. Sebesar US$ 10 juta akan di gunakan tahun ini. Belanja modal tahun ini akan di alokasikan untuk pengadaan alat berat, seperti escavator, dump truck dimana 60% akan di gunakan untuk proses hauling dari tambang ke pelabuhan.
Rekomendasi : Netral
 
POLI : Perseroan mendapatkan dana segar sebesar 500 miliar dari hasil IPO. Dana ini akan gunakan untuk membeli saham konversi PT Nobel Property Kencana yang bergerak di bidang pengembangan properti. Tujuan pengambilalihan ini adalah untuk menambah dan memperkuat kontribusi pendapatan berulang atau recuring income. Perseroan memproyeksikan pra penjualan (marketing sales) di tahun 2019 bisa tumbuh 26,5% secara tahunan menjadi Rp. 520 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
PBRX : Tahun ini perseroan akan mengoperasikan pabrik baru dengan kapasitas setara 6 juta potong kaos polo di tasikmalaya II, Jawa Barat. Kehadiran pabrik Tasikamalaya II otomatis menambah kemampuan produksi perseroan. Perseroan menargetkan kapasitas produksi tahun ini mencapai 96 juta potong garmen. Target itu mencakup pabrik milik perseroan maupun anak usaha.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 22 Januari 201922 Jan 2019 08:46

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 2,68 poin atau menguat tipis 0,04% setelah bergerak sideways dalam range 6.438,90 -  6.472,15. Sebanyak 196 saham ditutup menguat, 225 [ ... ]

Read more...
Morning Note 18 Januari 201918 Jan 2019 09:39

IHSG  di perdagangan kemarin ditutup naik 10,42 poin atau menguat 0,16% setelah hampir di sepanjang bergerak positif dalam range 6.410,95 - 6.457,74. Sebanyak 182 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Januari 201917 Jan 2019 08:54

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 4,58 poin atau menguat 0,07% setelah bergerak sideways dalam range 6.385,59 - 6.425,94. Sebanyak 214 saham ditutup menguat, 182 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 Januari 201916 Jan 2019 08:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 72,67 poin atau menguat 1,15% setelah di sepanjang sesi perdagangan mayoritas bergerak positif dalam range 6.333,64 - 6.408,78. Sebanyak 234 [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Januari 201915 Jan 2019 09:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 25,35 poin atau terkoreksi  -0,40% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.302,39 - 6.359,88. Secara sektoral, [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF