News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 10 Januari 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 9,39 poin atau menguat 0,15% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.265,33 - 6.311,58. Sebanyak 237 saham ditutup menguat, 173 saham melemah dan 134 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 6 sektor ditutup menguat dan menopang penguatan IHSG dengan dipimpin oleh sektor Agri yang menguat 1,80%. Menguatnya IHSG tersebut dipengaruhi oleh penguatan pasar ekuitas global seiring optimisme terhadap perundingan dagang yang sedang berlangsung antara AS dengan Tiongkok, dimana pelaku pasar mengharapkan ada hasil yang positif dari pertemuan tersebut. Di sisi lain, naiknya cadangan devisa Indonesia dan menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar, turut mendorong penguatan IHSG.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan penguatannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. Indeks Dow  ditutup menguat 0,39%, Indeks Nasdaq menguat 0,87% dan Indeks S&P menguat 0,41%. Menguatnya indeks tadi malam didorong oleh naiknya harga saham Apple dan saham-saham lainnya yang sensitif terhadap isu perang dagang, di tengah tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan perdagangan antara AS dengan Tiongkok. Para pelaku pasar berharap akan adanya kesepakatan perdagangan antara AS dengan Tiongkok, yang meredakan beberapa kekhawatiran atas dampak perang dagang terhadap perekonomian global. Komite Pewakilan Perdagangan AS mengatakan bahwa Tiongkok berjanji untuk membeli ’sejumlah besar’ produk pertanian, energi dan barang-barang serta jasa manufaktur dari AS. Sementara itu, The Fed merilis risalah rapat pertemuan kebijakan pada Desember 2018 yang lalu, yang menunjukkan bahwa pembuat kebijakan dapat menahan laju kenaikan suku bunga di masa depan dan beberapa pejabat lainnya tidak mendukung kenaikan suku bunga bank sentral pada Desember 2018 yang lalu. Mengiringi risalah rapat tersebut, banyak pembuat kebijakan yang mengatakan bahwa mereka dapat menunda kenaikan suku bunga lebih lanjut sampai adanya penanganan yang lebih baik terhadap risiko yang memotong prospek ekonomi AS yang solid. Dalam risalah tersebut juga dipaparkan bahwa empat dari 12 bank regional The Fed, menginginkan kejelasan ekonomi sebelum melanjutkan periode kenaikan suku bunga.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –0,76% yang dipicu oleh aksi profit taking setelah penguatan indeks Nikkei selama tiga sesi perdagangan secara beruntun dan juga dipengaruhi oleh menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi untuk menguat secara terbatas. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6255/6237 - 6301/6329.

Cermati :
MYOR, DMAS, ASII, BBTN, EXCL, INKP, MNCN, TLKM
  

BERITA EMITEN

MGRO : Memproyeksikan penjualan pada tahun ini berpotensi mencapai Rp. 5 triliun didorong oleh penjualan produk turunan minyak sawit mentah. Target tersebut cukup ambisius dikarenakan pada tahun 2018 perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp. 2 triliun. Adapun target Rp. 5 triliun tersebut juga didasarkan pada rampungnya pabrik refinery baru pada Juni 2019.
Rekomendasi : Netral
 
MOLI : Menggelontorkan investasi Rp. 200 miliar untuk pembangunan boiler pengolahan limbah yang diprediksi akan beroperasi pada semester II-2019. Setelah beroperasi, perseroan dapat menekan pengeluaran untuk energi listrik atau dengan kata lain perseroan berambisi untuk swasembada listirk. Untuk tahun 2019, perseroan menargetkan dapat mengantongi penjualan mencapai Rp. 1,2 triliun dibanding target 2018 yang sebesar Rp. 1,1 triliun. Pertumbuhan pendapatan perseroan sejak 2018 tidak leluasa dikarenakan kapasitas produksi pabrik yang sudah mencapai 100%. Untuk itu, perseroan menempuh strategi lain yaitu menyerap etanol dari pihak ketiga dan menjual ke pasar perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
GMFI : Terus mematangkan sejumlah rencana ekspansi yang akan dieksekusi perseroan pada tahun 2019. Rencana tersebut dimulai dari pembangunan pabrik ban pesawat dan pembentukan anak usaha baru. Pembangunan pabrik ban dan vulkanisir ban pesawat akan dimulai pada akhir Q1-2019. Perseroan juga berencana membangun hanggar baru pada semester II-2019. Perseroan juga berencana merampungkan pendirian tiga anak usaha baru pada akhir Q1-2019 yang meliputi bisnis libor supplier, perdagangan komponen pesaway dan perusahaan patungan untuk mengelola pabrik ban vulkanisir.
Rekomendasi : Netral
 
WOOD : Mengincar pertumbuhan penjualan sebesar 20% pada 2019 sejalan dengan strategi perluasan pasar dan peluncuran produk-produk baru. Sementara untuk laba bersih perseroan mengincar pertumbuhan laba bersih 8%-9%.
Rekomendasi : Netral
 
TBIG : Menyiapkan belanja modal sebesar Rp. 1 triliun - Rp. 2 triliun. Perseroan akan menggunakan kas internal untuk membiayai sebagian besar capex tersebut. Capex 2019 dilaokasikan untuk pertumbuhan organik yakni mebanguna menara telekomunikasi dan kolokasi. Meski demikian, capex tersebut tetap mempertimbangkan permintaan terhadap menara baru.
Rekomendasi : Netral
 
ARTA : Membuka opsi untuk mengkaji penambahan modal melalui rights issue pada tahun 2020 mendatang. Aksi korporasi tersebut dipertimbangkan untuk mendukung kebutuhan belanja modal anak usaha di bidang industri keuangan.
Rekomendasi : Netral
PSSI : Perseroan menyiapkan belanja modal antara US$ 40 juta hingga US$ 50 juta pada tahun ini. Jumlah tersebut naik 300% di bandingkan belanja modal pada tahun lalu. Dana tersebut akan di gunakan untuk menambah beberapa armada kapal dan juga untuk membeli suku cadang kapal yang sudah dimiliki.
Rekomendasi : Netral
 
ADHI : Perseroan sukses mencapai target kontrak baru pada tahun lalu yaitu sebesar 24,8 triliun. pada tahun ini perseroan menargetkan kontrak baru bias tumbuh konservatif sekitar 5%. Fokus investasi perseroan pada tahun ini masih berada di proyek jalan tol, air dan property.
Rekomendasi : Netral
 
MASA : Tahun ini perseroan mengincar penjualan produk ban motor hingga 20% yoy dan ban mobil 5% -10% yoy. Untuk menggenjot pertumbuhan tersebut perseroan akan menambah 50-100 toko baru. Dari jumlah itu, 80% merupakan toko ban motor. Saat ini porsi penjualan ekspor perseroan sekitar 65% dari total penjualannya.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 22 Januari 201922 Jan 2019 08:46

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 2,68 poin atau menguat tipis 0,04% setelah bergerak sideways dalam range 6.438,90 -  6.472,15. Sebanyak 196 saham ditutup menguat, 225 [ ... ]

Read more...
Morning Note 18 Januari 201918 Jan 2019 09:39

IHSG  di perdagangan kemarin ditutup naik 10,42 poin atau menguat 0,16% setelah hampir di sepanjang bergerak positif dalam range 6.410,95 - 6.457,74. Sebanyak 182 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Januari 201917 Jan 2019 08:54

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 4,58 poin atau menguat 0,07% setelah bergerak sideways dalam range 6.385,59 - 6.425,94. Sebanyak 214 saham ditutup menguat, 182 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 Januari 201916 Jan 2019 08:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 72,67 poin atau menguat 1,15% setelah di sepanjang sesi perdagangan mayoritas bergerak positif dalam range 6.333,64 - 6.408,78. Sebanyak 234 [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Januari 201915 Jan 2019 09:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 25,35 poin atau terkoreksi  -0,40% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.302,39 - 6.359,88. Secara sektoral, [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF