News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 9 Januari 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 24,38 poin atau terkoreksi –0,39% setelah bergerak sideways dalam range 6.251,38 - 6.316,24. Sebanyak 207 saham ditutup melemah, 206 saham menguat dan 123 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak tujuh sektor ditutup terkoreksi yang dipimpin oleh sektor Consumer dan Manufaktur yang masing-masing terkoreksi sebesar –1,75% dan –1,19%. IHSG sempat melaju positif hingga secara day menguat 0,46%. Namun masih maraknya aksi profit taking serta secara teknikal IHSG sudah jenuh beli, mendorong penurunan IHSG hingga akhirnya ditutup terkoreksi. Pergerakan IHSG juga tertekan oleh pergerakan melemah nilai tukar Rupiah dari Rp. 14.085/US$ menjadi Rp. 14.140/US$. Selain itu tekanan juga datang dari aksi jual investor asing terhadap saham-saham unggulan seperti INTP, UNTR, GGRM dan BMRI.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga secara beruntun. Indeks Dow ditutup menguat 1,09%, Indeks Nasdaq menguat 1,08% dan Indeks S&P menguat 0,97%. Menguatnya indeks tadi malam dipimpin oleh saham Amazon, Apple dan saham sektor Industri di tengah meningkatnya ekspektasi terhadap adanya kemajuan dalam pembicaraan perdagangan antara AS dengan Tiongkok. Meskipun baru sedikit perincian yang muncul dari negosiasi perdagangan tersebut, namun seorang anggota delegasi AS mengatakan bahwa pembicaraan akan berlanjut untuk hari ketiha yang sebelumnya tidak dijadwalkan. Sejauh ini, para pejabat dari kedua belah pihak terdengar optimis terhadap perundingan tersebut, dengan Presiden Trump melalui akun Twitter-nya mengatakan bahwa perundingan tersebut berjalan dengan sangat baik. Optimisme tersebut mendorong saham-saham berbasis industri yang sensitif terhadap isu perang dagang, naik 1,41%, dengan saham Boeing dan Caterpillar berkontribusi terhadap menguatnya indeks Dow. Sementara naiknya harga saham Apple, Amazon dan Microsoft menopang penguatan indeks Nasdaq.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,80%. Penguatan indeks Nikkei tersebut ditopang oleh optimisme pelaku pasar di bursa Jepang terhadap adanya kesepakatan dalam perundingan perdagangan antara AS dengan Tiongkok yang diperpanjang untuk hari ketiga.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi menguat dengan sentimen yang mempengaruhi antara lain optimisme terhadap penyelesaian perang dagang, penguatan pasar ekuitas global, pergerakan nilai tukar Rupiah dan naiknya cadangan devisa Indonesia periode Desember 2018 dari US$ 117,21 miliar menjadi US$ 120,65 miliar. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6237/6212 - 6302/6342.

Cermati :
WSKT, ADHI, ASII, BBTN, EXCL, HMSP, LPPF, PGAS, TLKM
 

BERITA EMITEN

WIKA : Mengincar kontrak baru senilai Rp. 66,74 triliun di tahun 2019 atau tumbuh 29% dibanding realisasi tahun 2018. Kontrak baru di tahun 2018 sebesar Rp. 51,69 triliun atau tumbuh 22% jika dibanding tahun 2017 yang sebesar Rp. 42,40 triliun. Proyek infrastruktur dan gedung berkontribusi sebesar Rp. 41,49 triliun, segmen industri berkontribusi sebesar Rp. 6,79 triliun, segmen energi dan industrial plant sebesar Rp. 1,94 triliun dan properti sebesar Rp. 1,78 triliun. Di sisi lain, perseroan memperkirakan laba bersih di tahun 2019 dapat bertumbuh 50%.
Rekomendasi : Netral
 
MYOR : Terus memperkuat penetrasi di negara Asia Tenggara untuk memacu kinerja penjualan di tahun 2019. Tahun ini perseroan membidik kenaikan pendapatan ekspor sebesar 20% dibanding tahun 2018. Negara-negara ASEAN masih merupakan tujuan terbesar ekspor perseroan dengan kontribusi sebesar 70% terhadap total pendapatan ekspor.
Rekomendasi : Netral
 
INTA : Membidik penjualan alat berat dapat meningkat 25% di tahun 2019. Pergerakan harga komoditas global diyakini masih positif untuk menunjang bisnis perseroan di tahun ini. Sepanjang periode Jan-Nov 2018, perseroan telah menjual sebanyak 841 unit alat berat atau lebih tinggi dibanding target tahun 2018 yaitu sebanyak 808 unit dimana sektor pertambangan berkontribusi sebesar 65% terhadap total penjualan alat berat perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
PSSI : Terus menambah armada dengan membeli dua kapal yang telah diterima perseroan pada akhir 2018. Pembelian kapal baru tersebut merupakan upaya perseroan untuk memperluas basis pelanggan sekaligus menggarap potensi logistik di Indonesia. Perseroan juga menyiapkan dana investasi sebesar US$ 40 juta - US$ 50 juta tahun ini yang akan digunakan untuk membiayai pengadaan kapal tunda, kapal tongkang dan kapal induk (mother vessel).
Rekomendasi : Netral
 
KAEF : Menyiapkan belanja modal sebesar Rp. 4 triliun pada tahun 2019. Dana tersebut sekitar 30% berasal dari kas internal dan 70% dari pendanaan eksternal. Dana tersebut akan digunakan untuk keperluan investasi anorganik dan penambahan sekitar 100 gerai berau pada 2019.
Rekomendasi : Netral
 
BUMI : Melakukan pembayaran keempat sebesar US$ 52,06 juta melalui agen fasilitas yang mewakili pinjaman pokok sebesar US$ 43,3 juta dan bunga sebesar US$ 8,76 untuk tranche A. Dengan pembayaran keempat tersebut perseroan telah membayar keseluruhan sebesar US$ 219,54 juta secara tunai.
Rekomendasi : Netral
 
ELTY : Masih berencana melanjutkan kajian penggabungan nominal saham (reverse stock) 10:1. Namun demikian, hingga saat ini perseroan masih menunggu arahan dari Otoritas Jasa Keuangan.
Rekomendasi : Netral
 
PPRE : Membukukan perolehan kontrak baru sebesar Rp. 5,2 triliun pada tahun 2018 atau naik 4% dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 5 triliun. Lonjakan ini terjadi setelah perseroan mendapatkan kontrak baru selama Desember 2018 sebesar Rp. 758,5 miliar.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 18 Juni 201918 Jun 2019 08:44

IHSG di perdagangan kemarin kembali ditutup terkoreksi untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG kemarin ditutup turun 59,74 poin atau terkoreksi –0,96% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Juni 201917 Jun 2019 08:52

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin kembali trekoreksi dan untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup turun 22,82 poin atau melemah –0,36% setelah bergerak [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Juni 201913 Jun 2019 09:02

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 29,82 poin atau terkoreksi –0,47% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.257,44 - 6.296,82. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Juni 201912 Jun 2019 08:45

IHSG di perdagangan kemarin  masih melanjutkan penguatannya untuk hari keempat perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 16,38 poin atau menguat 0,26% setelah bergerak sideways [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 Juni 201911 Jun 2019 08:50

IHSG di perdagangan kemarin di tutup naik 80,49 poin atau menguat 1.30% setelah bergerak positif sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 246 saham di tutup menguat, 170 saham melemah [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF