News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 8 Januari 2019

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 12,68 poin atau menguat 0,20% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.287,22 - 6.354,76. Sebanyak 240 saham ditutup menguat, 166 saham melemah dan 145 saham stagnan. Secara sektoral, penguatan IHSG ditopang oleh enam sektor yang dipimpin oleh sektor Agri dan Infrastruktur yang masing-masing menguat 1,95% dan 1,19%. Menguatnya IHSG tersebut dipengaruhi oleh penguatan pasar ekuitas global setelah penguatan signifikan indeks di bursa AS paska pernyataan ketua The Fed AS, Jerome Powell, yang menenangkan pasar keuangan serta positifnya data ketenagakerjaan AS. Selain itu juga ditopang oleh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar. Sentimen tersebut turut menopang pergerakan positif IHSG yang secara intra day sempat menguat hingga 1,28%. Namun penguatan IHSG kemudian menjadi terbatas seiring dengan adanya aksi profit taking serta posisi IHSG yang secara teknikal sudah jenuh beli.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam masih melanjutkan penguatannya. Indeks Dow ditutup menguat 0,42%, Indeks Nasdaq menguat 1,26% dan Indeks S&P menguat 0,70%. Penguatan indeks tadi malam masih dipengaruhi oleh sentimen positifnya data utama ketenagakerjaan AS dan pernyataan ketua The Fed AS, Jerome Powell, akhir pekan kemarin yang mengatakan bahwa The Fed tidak berada pada jalur kenaikan suku bunga yang agresif. Meski demikian, laju lebih tinggi dari indeks cenderung tertahan. Hal tersebut lebih dikarenakan oleh sikap pelaku pasar yang fokus pada pembicaraan dagang antara AS dengan Tiongkok yang merupakan pertemuan pertama sejak pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping pada awal Desember 2018 yang lalu yang menghasilkan kesepakatan gencatan senjata selama 90 hari dalam perang dagang. Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan bahwa pihaknya memiliki ’itikad baik’ untuk bekerja sama dengan AS untuk meyelesaikan masalah perdagangan. Sementara itu, Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, mengatakan bahwa pihaknya melihat peluang yang sangat baik untuk mendapatkan kesepakatan perdagangan. Dan seperti diketahui, perang datang telah mulai menyengat ke perekonomian AS yang ditandai dari melemahnya penjualan Apple dan melemahnya aktivitas manufaktur di AS. Selain pembicaraan dagang, faktor lainnya yang menjadi perhatian investor adalah penutupan pemerintahan (US Government Shutdown) yang masih berkepanjangan.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0.93%  Penguatan tersebut dipengaruhi oleh optimisme investor terhadap pembicaraan perdagangan antara AS dengan Tiongkok yang sedang berlangsung.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan berpotensi melanjutkan penguatannya dengan dibayangi oleh aksi profit taking dan posisi teknikal IHSG yang sudah jenuh beli. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6265/6242 - 6332/6377.

Cermati :
ASII, BBRI, BBTN, EXCL, LPPF, MNCN, PGAS, TLKM
 

BERITA EMITEN

PPRO : Mengincar pertumbuhan marketing sales sebesar 10% menjadi Rp. 3,7 triliun. Raihan marketing sales pada 2018 senilai Rp. 3,4 triliun atau tumbuh 12% dibanding raihan 2017 yang senilai Rp. 3 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
MBAP : Membidik produksi batu bara sebanyak 4 juta ton sama dengan target perseroan di tahun 2018. Perseroan menetapkan target produksi yang sama dengan tahun lalu setelah menyesuaikan dengan kapasitas infrastruktur yang tersedia.
Rekomendasi : Netral
 
BOSS : Segera mulai menggarap konsesi tambang milik entitas anak perseroan yakni PT. Pratama Bersama, yang memiliki area seluas 4.210 ha. Dengan mengembangkan konsesi tambang tersebut maka perseroan menargetkan dapat membukukan tambahan pendapatan minimal 50% dibandingkan dengan raihan tahun 2018.
Rekomendasi : Netral
 
SMBR : Membukukan pertumbuhan volume penjualan dua digit secara tahunan di tahun 2018. Perseroan melaporkan volume penjualan sebesar 2,17 juta ton pada tahun 2018 atau tumbuh 24% dibanding tahun 2017 yang sebesar 1,76 juta ton.
Rekomendasi : Netral
 
INDY : Menargetkan memulai pembangunan konstruksi proyek terminal penampungan bahan bakar minyak (fuel storage) pada Q2-2019. Saat ini proyek tersebut masih dalam proses desain dan ditargetkan dapat mulai beroperasi pada tahun 2020. Dana investasi proyek tersebut mencapai US$ 108 juta yang akan bersumber dari kombinasi pinjaman dan dana internal perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
KINO : Berencana menyiapkan belanja modal sebesar Rp. 200 miliar pada tahun 2019 yang akan digunakan untuk menambah kapasitas produksi perseroan serta untuk meningkatkan penjualan di luar negeri.
Rekomendasi : Netral
 
INTP : Berencana meningkatkan ekspor pada tahun ini seiring dengan besarnya kapasitas produksi yang dimiliki perseroan. Saat ini kapasitas terpasang perseroan tercatat 24,90 juta ton per tahun atau kedua terbesar setelah Semen Indonesia Group sebesar 32,20 juta ton per tahun.
Rekomendasi : Netral
 
SMRA : Perseroan menargetkan marketing sales tahun 2019 sebesar Rp 4 triliun. target itu sama seperti target tahun lalu. Realisasi marketing sales perseroan sepanjang 2018 tercatat 3,4 triliun, atau setara 85% dari target. Perseroan meyakini target tahun ini tercapai, pasalnya perseroan memiliki 6 lokasi yang siap di kembangkan.
Rekomendasi : Netral
 
ASSA : Perseroan menganggarkan belanja modal sebesar 1 triliun – 1,2 triliun. dana belanja modal tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis berupa penambahan armada baru, perluasan bisnis jasa lelang dan logistic yang meliputi usaha lelang sepeda motor dan penyewaan kendaraan logistic, yakni truk berukuran besar.
Rekomendasi : Netral
 
WEGE : Perseroan mengincar pendapatan Rp 7,73 triliun pada tahun ini. Perseroan meyakini dapat memenuhi target tersebut karena sudah memliki strategi bisnis yang akan di jalani pada tahun ini. Diantara nya yakni berperan aktif memfasilitasi proyek infrastruktur dalam penyediaan satu juta rumah melalui industrialisasi, mengincar pasar fasilitas proyek infrastruktur seperti bandara dan healthcare dan mengerjakan seluruh konstruksi gedung yang di butuhkan Grup perseroan.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 22 Januari 201922 Jan 2019 08:46

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 2,68 poin atau menguat tipis 0,04% setelah bergerak sideways dalam range 6.438,90 -  6.472,15. Sebanyak 196 saham ditutup menguat, 225 [ ... ]

Read more...
Morning Note 18 Januari 201918 Jan 2019 09:39

IHSG  di perdagangan kemarin ditutup naik 10,42 poin atau menguat 0,16% setelah hampir di sepanjang bergerak positif dalam range 6.410,95 - 6.457,74. Sebanyak 182 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Januari 201917 Jan 2019 08:54

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 4,58 poin atau menguat 0,07% setelah bergerak sideways dalam range 6.385,59 - 6.425,94. Sebanyak 214 saham ditutup menguat, 182 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 Januari 201916 Jan 2019 08:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 72,67 poin atau menguat 1,15% setelah di sepanjang sesi perdagangan mayoritas bergerak positif dalam range 6.333,64 - 6.408,78. Sebanyak 234 [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Januari 201915 Jan 2019 09:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 25,35 poin atau terkoreksi  -0,40% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.302,39 - 6.359,88. Secara sektoral, [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF