News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 7 Januari 2019

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 53,53 poin atau menguat 0,86% setelah bergerak sideways dalam range 6.200,85 - 6.274,54. Sebanyak 222 saham ditutup menguat, 176 saham melemah dan 146 saham stagnan. Secara sektoral, penguatan IHSG ditopang oleh sektor Pertambangan dengan menguat sebesar 3,60%. IHSG mampu ditutup menguat setelah di awal sesi perdagangan IHSG sempat mengalami tekanan seiring sentimen eksternal terkait anjloknya indeks di bursa Wall Street yang diikuti oleh pasar ekuitas global. Namun IHSG mampu berbalik arah didukung oleh sejumlah sentimen yakni antara lain berbalik arahnya mayoritas pasar ekuitas regional dan global, penguatan nilai tukar Rupiah, kabar terbaru dari penyelesaian perang dagang antara AS dengan Tiongkok dan adanya kabar bahwa Tiongkok akan melakukan relaksasi import batubara sehingga mendorong saham-saham sektor pertambangan khususnya batubara bergerak positf. Dari sisi perang dagang, Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan bahwa Tiongkok dan AS akan mengadakan dialog dagang di tingkat wakil menteri pada 7-8 Januari 2019 mendatang dimana negosiasi dagang tersebut diharapkan akan membawa kedua negara satu langkah lebih dekat kepada perdagangan yang damai secara permanen.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat signifikan. Indeks Dow ditutup menguat 3,29%, Indeks Nasdaq menguat 4,26% dan Indeks S&P menguat 3,43%. Menguatnya indeks tersebut dipengaruhi oleh sentimen membaiknya data ketenagakerjaan AS dan adanya pernyataan dari ketua The Fed AS, Jerome Powell yang menenangkan pasar. Powell yang berbicara di depan American Economic Association, mengatakan bahwa bank sentral AS mengetahui risiko yang menyebabkan investor khawatir. Powell juga menekankan bahwa para pejabat The Fed bersabar dan mengawasi dengan cermat suara-suara dari pasar keuangan serta menyebutkan bahwa kebijakan The Fed sebagai fleksibel dan melekat pada perkembangan ekonomi real time serta tidak akan ragu untuk menyesuaikan rencana pengurangan neracanya apabila hal tersebut menyebabkan masalah di pasar keuangan. Dengan kata lain, The Fed AS mengisyaratkan pengetatan moneter yang lebih lambat. Powell juga mengatakn bahwa dirinya akan tetap di posisinya apabila diminta berhenti oleh Presiden Donald Trump. Dari sisi data ketenagakerjaan yang dirilis akhir pekan kemarin untuk periode Desember 2018, Non Farm Payrolls tercatat naik dari 176.000 ke 312.000 (ekspektasi 177.000) ; Average Hourly Earnings MoM tercatat naik sebesar 0,4% (ekspektasi 0,3%) dan Unemployment Rate tercatat naik dari 3,7% ke 3,9% (ekspektasi 3,7%).
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 1,96% yang didasarkan pada penguatan signifikan indeks di bursa Wall Street pada akhir pekan kemarin setelah pernyataan ketua The Fed AS yang menenangkan pasar, membaiknya data ketenagakerjaan AS dan langkah otoritas Tiongkok untuk melonggarkan kebijakan moneternya.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik awal pekan ini, IHSG diperkirakan berpotensi menguat mengikuti penguatan indeks di bursa Wall Steet yang diikuti oleh penguatan pasar ekuitas global. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6225/6176 - 6299/6324.

Cermati :
ADHI, BBRI, BBTN, KLBF, PGAS, TLKM, EXCL, HMSP, INCO
 

BERITA EMITEN

WTON : Mengantongi kontrak baru Rp. 7,7 triliun di sepanjang tahun 2018 atau sedikit di atas target kontrak baru yang dibidik pada tahun 2018 yang sebesar Rp. 7,5 triliun. Dibanding dengan tahun 2017, realisasi kontrak baru tersebut meningkat 8,45% secara tahunan. Untuk tahun 2019, perseroan mengincar pertumbuhan kontrak baru 20% secara tahunan.
Rekomendasi : Netral
 
INDR : Menjual seluruh saham yang dimiliki di PT. Indorama Petrochemicals Indonesia (PTIP) senilai US$ 55,14 juta yang diproyeksikan akan mempertebal raihan laba perseroan di tahun 2019. Hal tersebut dikarenakan perseroan memperoleh dana segar yang akan digunakan untuk ekspansi bisnis.
Rekomendasi : Netral
 
SSIA : Memproyeksikan penjualan lahan industri pada tahun 2019 berpotensi mencapai dua kali lipat dari realisasi tahun 2018.  Penjualan lahan industri hingga akhir 2018 mencapai 8,3 ha atau naik 2,1 ha dibanding posisi akhir 2017. Hingga November 2018. perseroan telah memiliki 1.038 ha lahan di Subang dan perseroan bersiap mengembangkan 300 ha lahan untuk kawasan industri di Subang-Jawa Barat pada tahun 2019.
Rekomendasi : Netral
 
BBKP : Akan fokus memperbesar porsi kredit konsumsi pada tahun 2019 agar tercapai target pertumbuhan digit ganda. Kredit pensiun pun menjadi salah satu andalan perseroan dengan perkiraan akan mencapai pertumbuhan hingga 15%. Sementara kredit konsumsi secara keseluruhan, perseroan menargetkan angka pertumbuhan 10%-12%.
Rekomendasi : Netral
 
WSKT : Mengincar pendanaan eksternal sekitar Rp. 15 triliun - Rp. 17 triliun pada tahun 2019. Dana tersebut untuk memenuhi 60%-70% belanja modal tahun 2019 yang sebesar Rp. 25,3 triliun. Perseroan tengah mempertimbangkan untuk merilis obligasi tanpa kupon (zero coupon bond) dan surat utang dengan tingkat kupon mengambang.
Rekomendasi : Netral
 
KRAS : Menggandeng BUMN Karya untuk mengakuisisi tiga pabrik baja. Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi perseroan hingga satu juta ton. Proses akuisisi kemungkinan dilakukan pada kuartal II atau kuartal III-2019. Saat ini perseroan telah menjajaki beberapa pabrik yang akan diakuisisi. Sejauh ini baru satu BUMN Karya yang sudah pasti bergabung.
Rekomendasi : Netral
 
CTRA : Perseroan menyiapkan belanja modal sebesar 2,5 triliun pada tahun 2019. Anggaran tersebut lebih banyak 38,89% lebih banyak ketimbang alokasi belanja modal tahun lalu yang mencapai Rp 1,8 triliun. anggaran tersebut akan digunakan untuk membiayai sejumlah konstruksi proyek dan juga mendanai akuisisi lahan.
Rekomendasi : Netral
 
BUMI : Perseroan membidik produksi batubara sebesar 90 juta metrik ton padatahun ini. Proyeksi itu lebih tinggi dari pada pencapaian tahun lalu. Realisasi produksi batubara hingga tutup tahun 2018 sekitar 85 – 86 juta ton. Pada tahun depan perseroan juga akan menggenjot produksi batubara berkalori tinggi menjadi 8 juta hingga 9 juta ton melalui PT Arutmin Indonesia.
Rekomendasi : Netral
 
POLY : Penguatan pasar ekspor menjadi salah satu strategi perseroan dalam menngapai target kinerja 2019. Perseroan berharap penguatan pasar ekspor turut menopang target perolehan pendapatan tahun ini yang mencapai US$ 506 juta. Dari target tersebut perseroan mengincar EBITDA senilai US$ 28 juta.
Rekomendasi : Netral
 

Morning Meeting

Morning Note 22 Januari 201922 Jan 2019 08:46

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 2,68 poin atau menguat tipis 0,04% setelah bergerak sideways dalam range 6.438,90 -  6.472,15. Sebanyak 196 saham ditutup menguat, 225 [ ... ]

Read more...
Morning Note 18 Januari 201918 Jan 2019 09:39

IHSG  di perdagangan kemarin ditutup naik 10,42 poin atau menguat 0,16% setelah hampir di sepanjang bergerak positif dalam range 6.410,95 - 6.457,74. Sebanyak 182 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Januari 201917 Jan 2019 08:54

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 4,58 poin atau menguat 0,07% setelah bergerak sideways dalam range 6.385,59 - 6.425,94. Sebanyak 214 saham ditutup menguat, 182 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 Januari 201916 Jan 2019 08:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 72,67 poin atau menguat 1,15% setelah di sepanjang sesi perdagangan mayoritas bergerak positif dalam range 6.333,64 - 6.408,78. Sebanyak 234 [ ... ]

Read more...
Morning Note 15 Januari 201915 Jan 2019 09:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 25,35 poin atau terkoreksi  -0,40% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.302,39 - 6.359,88. Secara sektoral, [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF