News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 6 Desember 2018

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 19,74 poin atau terkoreksi –0,32% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.064,83 - 6.133,12.  Sebanyak 236 saham ditutup melemah, 171 saham menguat dan 122 saham stagnan. Dari sisi sektoral, sebanyak tujuh sektor ditutup terkoreksi yang dipimpin oleh sektor Aneka Industri yang melemah –1,71%. Sementara tiga sektor lainnya ditutup menguat dimana sektor Industri Dasar dan Agri ditutup menguat masing-masing 1,70% dan 1,61% serta mampu menahan penurunan lebih dalam dari IHSG. Melemahnya IHSG kemarin mengikuti pelemahan pasar ekuitas global menyusul koreksi yang terjadi di bursa Wall Street akibat dipengaruhi oleh gejolak di pasar obligasi AS dan surutnya optimisme investor terhadap penyelesaian perselisihan dagang setelah Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan kembali mempertimbang tarif impor terhadap barang dari Tiongkok apabila AS dan Tiongkok tidak dapat menyelesaikan perselisihan dagangnya. Sentimen tersebut menekan pergerakan IHSG yang secara intra day sempat terkoreksi hingga –1,43% dan juga turut melemahkan nilai tukar Rupiah.
 
Bursa Wall Street tadi malam tidak melakukan aktivitas perdagangan dikarenakan libur nasional untuk menghormati pemakaman mendiang mantan Presiden AS, George HW Bush. Untuk perdagangan nanti malam, pergerakan indeks di bursa Wall Stret diperkirakan masih berpotensi tertekan seiring dengan menyurutnya optimisme pelaku pasar terhadap penyelesaian perselisihan dagang antara AS dengan Tiongkok dan gejolak di pasar obligasi AS yang berimbas kepada kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi AS. Selain itu, pasar ekuitas di AS juga diperkirakan bersiap menantikan rilis data utama ketenagakerjaan AS dan mencermati pernyataan-pernyataan pejabat The Fed AS jelang pertemuan The Fed AS yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada 18-19 Desember 2018 mendatang.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,75%. Pelemahan tersebut dipicu oleh menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar, kekhawatiran terhadap prospek ekonomi AS setelah inversi di bagian kurva imbal hasil US Treasury dan minimnya sentimen penggerak pasar akibat liburnya bursa Wall Street tadi malam.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan rawan tekanan di tengah-tengah minimnya katalis positif serta melemahnya pasar ekuitas global. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6088/6042 - 6156/6179.

Cermati :
SCMA, SSMS, TPIA, TLKM, BRPT, HMSP, PGAS
       

BERITA EMITEN

PBRX : Menargetkan kenaikan penjualan sebesar 15% pada tahun 2019. Target penjualan dipatok sebesar US$ 610 juta. Kenaikan penjualan tersebut disesuaikan dengan kapasitas produksi yang dimiliki perseroan. Saat ini kapasitas induk dan anak usaha perseroan sebanyak 90 juta potong garmen.
Rekomendasi : Netral
 
RAJA : Perseroan berencana menambah lini bisnis baru di sektor air bersih pada tahun 2019 melalui strategi akuisisi. Untuk itu perseroan telah menyiapkan dana akuisisi sekitar US$ 1,6 juta hingga US$ 2 juta untuk menjajal bisnis penyaluran air bersih tersebut. Perseroan juga akan segera mengajukan permohonan kepada Otoritas Jasa Keuangan pada akhir 2018 terkait penambahan lini bisnis baru tersebut.
Rekomendasi : Netral
 
BBRI : Mencatatkan penyaluiran kredit sebesar Rp. 782,9 triliun per Oktober 2018. Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan 16,5% secara year on year, namun pertumbuhan sepanjang tahun berjalan (year to date) berada pada level 10,6%. Perseroan juga masih berupaya menggenjot fungsi intermediasi untuk mencapai revisi target yang dipatok menjadi 14% dari sebelumnya 12%. Kredit mikro, kecil dan konsumer akan menjadi tumpuan perseroan di mana ketiganya akan berkontribusi sekitar 70% dari total portofolio penyaluran dana.
Rekomendasi : Netral
 
INDY : Menetapkan dividen interim atas laba bersih tahun berjalan tahun 2018 sebesar Rp. 283,59 miliar atau setara dengan Rp. 54,54 per saham. Cum dividen di pasar negosiasi dan reguler pada 11 Desember 2018, sementara cum dividen di pasar tunia pada 13 Desember 2018. Dividen interim akan dibayarkan pada 28 Desember 2018.
Rekomendasi : Netral
 
BNBR : Diproyeksikan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp. 1,8 triliun hingga akhir tahun 2018. Oleh karena itu,n perseroan akan menggenjot kinerja dan mempercepat restrukturisasi utang pada tahun 2019. Hingga akhir tahun 2018, perseroan memperkirakan pendapatan mencapai Rp. 2,4 triliun yang disumbang dari sektor manufaktur. Untuk tahun 2019, perseroan harus membereskan utang sebesar Rp. 8,21 triliun yang masih dalam tahap negosiasi.
Rekomendasi : Netral
 
MARK : Mendapatkan pinjaman sebesar US$ 14,8 juta dari Bank Permata yang terdiri dari pinjaman baru sebesar US$ 8,1 juta dan pinjaman diperpanjang sebesar US$ 6,5 juta. Pinjaman tersebut nantinya dialokasikan untuk belanja barang modal, terkait pabrik baru cetakan sarung tangan yang diharapkan dapat menambah kapasitas produksi perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
TCPI : Melalui anak usahanya yakni PT. Sentra Makmur Lines, membeli satu uni Mother Vessel bernama MV Aquarius Ocean berbendera Singapura pada akhir November 2018. Pembelian Mother Vessel tersebut bertujuan untuk memperkuat armada yang dibutuhkan oleh perseroan dalam melaksanakan pekerjaan pada masa yang akan datang.
Rekomendasi : Netral
 
SMRA : Perseroan akan menerbitkan obligasi senilai Rp 600 miliar. Obligasi tersebut untuk melunasi pokok obligasi berkelanjutan I tahap I yang di terbitkan pada 2013 dan sisanya untuk modal kerja. Nilai pokok oligasi yang harus dilunasi perseroan sebesar 450 miliar. Penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan III Summarecon Agung dengan total target penerbitan Rp 3,5 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
SCMA : Perseroan akan melakukan buyback sebesar Rp 3 triliun. perseroan berencana buyback maksimal 10% dari modal di setor atau maksimal 1,46 miliar saham. Aksi buybackdilakukan untuk menaikkan nilai saham dengan mengembalikan kelebihan arus kas ke pemegang saham. Aksi buyback ini akan di eksekusi paling lama 18 bulan.
Rekomendasi : Netral
 
PSSI : Perseroan mengalokasikan dana belanja modal atau capital ekspenditure minimal US$ 40 juta untuk tahun depan. Alokasi tersebut naik dua kali lipat di banding tahun ini yang sebesar US$ 20 juta. Sebanyak 50% -60% capex akan digunakan untuk membeli kapal induk dan 30% untuk membeli kapal tongkang.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 18 Desember 201818 Dec 2018 09:41

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 80,54 poin atau terkoreksi –1,31% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.089,31 - 6.174,22. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Desember 201817 Dec 2018 08:48

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 7,88 poin atau terkoreksi –0,13% setelah bergerak sideways dalam range 6.160,35 - 6.185,48. Sebanyak 221 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Desember 201814 Dec 2018 08:51

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 62,14 poin atau menguat 1,02% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.139,33 - 6.186,05. Sebanyak 255 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Desember 201813 Dec 2018 09:12

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 38,99 poin atau menguat 0,64% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.084,34 - 6.118,23. Sebanyak 236 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Desember 201812 Dec 2018 09:18

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 34,77 poin atau melemah –0,57% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.069,16 - 6.106,99. Sebanyak tujuh [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF