News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 5 Desember 2018

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 34,54 poin atau menguat 0,57% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.118,47 - 6.152,86. Sebanyak 187 saham ditutup menguat, 221 saham melamh dan 127 saham stagnan. Secara sektor, sebanyak tujuh sektor ditutup menguat yang dipimpin oleh sektor Industri Dasar dan Infrastruktur. Menguatnya indeks di bursa Wall Street serta masih direspon positifnya sentimen gencatan perdagangan antara AS dengan Tiongkok, menjadi penopang penguatan IHSG.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi signifikan. Indeks Dow ditutup terkoreksi –3,10%, Indeks Nasdaq terkoreksi –3,80% dan Indeks S&P terkoreksi –3,24%. Melemahnya indeks tadi malam salah satunya didorong oleh pelemahan pada saham-saham sektor perbankan dan industri yang masing-masing melemah –4,4% di saat pasar obligasi AS mengirimkan tanda-tanda ’menggangu’ tentang pertumbuhan ekonomi dan investor kembali mengkhawatirkan perdagangan global. Fokus investor tadi malam tertuju pada imbal hasil obligasi AS dimana imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun turun ke titik terendahnya sejak pertengahan September 2018. Spread antara imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun terhadap tenor dua tahun juga menyusut ke yang terkecil dalam lebih dari satu dekade. Hal tersebut menjadi hal yang dicermati karena apa yang disebut ’inversi’ kurva imbal hasil mengawali semua resesi dalam 50 tahun terakhir. Selain pasar obligasi, investor juga mencermati ’gencatan senjata’ perdagangan antara AS dengan Tiongkok. Namun optimisme investor terhadap tercapainya kesepakatan tersebut menyurut setelah Presiden Trump memperingatkan bahwa dirinya akan kembali mempertimbangkan tarif apabila kedua belah pihak tidak dapat menyelesaikan perbedaan-perbedaannya. Selain sentimen-sentimen tersebut, pasar juga tertekan oleh pernyataan Presiden The Fed New York, John Williams, yang mengatakan bahwa bank sentral AS seharusnya melanjutkan kenaikan suku bunga hingga tahun depan meski The Fed akan tetap memperhatikan kemungkinan risiko pasar finansial.

Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –1,27% yang juga turut tertekan oleh pelemahan signifikan indeks di bursa Wall Street tadi malam. Selain itu pelaku pasar di bursa Jepang juga mengkhawatirkan pertumbuhan ekonomi AS dan global.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan berpotensi tertekan seiring tekanan eksternal terkait koreksi signifikan indeks di bursa Wall Street tadi malam yang diikuti oleh penurunan pasar ekuitas global. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 6130/6107 - 6164/6176.

Cermati :
TLKM, BBTN, BKSL, BSDE, HMSP, ITMG, BMRI, PGAS, SCMA
       

BERITA EMITEN

OKAS : Sedang merancang restrukturisasi utang senilai total US$ 62 juta mencakup US$ 12 juta tanggungan perseroan dan sekitar US$ 50 juta pinjaman PT. Multi Nitrotama Kimia (MNK) selaku anak usaha. Adapun saat ini perseroan dan anak usaha sedang berdiskusi dengan pihak kreditur untuk mencari format restrukturisasi yang terbaik.
Rekomendasi : Netral
 
ATIC : Sedang merampungkan kebutuhan belanja modal pada tahun 2019 yang diperkirakan sebesar Rp. 105 miliar yang akan digunakan untuk mendukung bisnis perseroan dan meningkatkan penetrasi ke pasar regional.
Rekomendasi : Netral
 
ANTM : Berencana menganggarkan belanja modal sebesar Rp. 4,9 triliun untuk mendukung ekspansi di tahun 2019. Dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja dan penyetoran ekuitas pada entitas anak.
Rekomendasi : Netral
 
BMRI : Mulai menaikkan suku bunga kredit konsumsi khususnya kredit kepemilikan rumah pada tahun depan. Saat ini pertumbuhan KPR sejauh ini masih mengalami perlambatan, dari sisi pencairan kredit.
Rekomendasi : Netral
 
HKMU : Menargetkan produksi aluminium ekstrusi naik 200%-300% pada tahun 2019. Produksi aluminium ekstrusi dijalankan entitas anak perseroan yakni PT. Handal Aluminium Sukses di Cirebon-Jawa Barat ditargetkan naik menjadi 1.500 ton-2.000 ton per bulan dari produksi bulan ini yang sebesar 500 ton. Peningkatan produksi dimungkinkan seiring dengan terpasangnya lini produksi baru dan akan menyumbang 30%-40% terhadap pendapatan perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
MYOH : Menargetkan kegiatan pengelupasan lapisan batuan penutup batubara (overburden) pada tahun 2019 sebesar 58,1 juta bcm atay naik 6,6% dibanding tahun 2018 yang sebesar 54,3 juta bcm. Aktivitas tersebut memberikan kontribusi hingga 60% dari total pendapatan konsolidasi perseroan. Perseroan juga menargetkan produksi batu bara pada tahun 2019 naik 8,2% dari 10,1 juta ton menjadi 10,7 juta ton.
Rekomendasi : Netral
 
IKAI : Mendapatan persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan rights issue dengan potensi dana sebesar RP. 463,89 miliar. Perseroan akan menawarkan 3,86 miliar saham baru melalui PUT II dengan harga pelaksanaan Rp. 120 per saham. Dana tersebut akan digunakan untuk membayarkan kewajiban setelah mengakuisisi perusahaan perhotelan, sesuai dengan rencana perseroan melakukan perubahan bisnis dari produsen keramik ke usaha properti dan perhotelan.
Rekomendasi : Netral
 
UNTR : Melalui anak usahanya yakni PT. Danusa Tambang Nusantara, merampungkan akuisisi PT. Agincourt Resources, perusahaan yang mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Utara-Sumatera Utara dengan nilai akuisisi sekitar US$ 1 miliar. Dengan akuisisi tersebut, perseroan melalui Danusa Tambang menguasai 95% saham Agincourt Resources dan sisanya 5% dimiliki oleh Pemda atas nama PT. Artha Nugraha Agung.
Perseroan menaikkan target penjualan alat berat seiring lonjakan perminttan alat berat dari sector pertambangan.Awal Tahun ini, perseroan membidik penjualan alat berat berkisar antara 4200 – 4500 unit. Seiring melonjaknya permintaan alat berat, perseroan menaikan target menjadi 4800 unit. Sepanjang Januri – Oktober 2018, perseroan mencatatkan penjualan alat berat sebanyak 4.181 unit, jumlah tersebut meningkat 36,72% di bandingkan dengan penjualan alat berat tahun lalu.
Rekomendasi : Netral
 
CTRA : Menyambut tahun politik perseroan menyiapkan belanja modal atau capial ekspenditure sebesar Rp 1,5 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk melanjutkan proyek yang sudah berjalan, seperti pembangunan pusat perbelanjaan di Citra Raya Tangerang, Ciputra World Surabaya dan Citra Land City Surabaya. Pendanaan Capex berasal dari kombinasi kas internal dan pinjaman perbankan.
 
INDY : Perseroan melalui PT Kideco Jaya Agung menargetkan produksi batubara pada tahun depan mencapai 34 juta ton. jumlah ini sama dengan proyeksi produksi batubara tahun ini. Hingga September 2018, produski batubara telah mencapai 26,1 juta ton. sembari memenuhi target, perseroan juga tengah memaksimalkan produksi batubara high thermal dengan kandungan kalori 6.500 kkal/kg hingga 6.700 kkal/kg melalui anak usahanya PT Multi Tambang Jaya Utama.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 18 Desember 201818 Dec 2018 09:41

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 80,54 poin atau terkoreksi –1,31% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.089,31 - 6.174,22. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Desember 201817 Dec 2018 08:48

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 7,88 poin atau terkoreksi –0,13% setelah bergerak sideways dalam range 6.160,35 - 6.185,48. Sebanyak 221 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Desember 201814 Dec 2018 08:51

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 62,14 poin atau menguat 1,02% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.139,33 - 6.186,05. Sebanyak 255 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Desember 201813 Dec 2018 09:12

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 38,99 poin atau menguat 0,64% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.084,34 - 6.118,23. Sebanyak 236 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Desember 201812 Dec 2018 09:18

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 34,77 poin atau melemah –0,57% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.069,16 - 6.106,99. Sebanyak tujuh [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF