News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 26 November 2018

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 15,39 poin atau menguat 0,26% setelah bergerak sideways dalam range 5.971,99 - 6.017,46. Sebanyak 186 saham ditutup menguat, 202 saham melemah dan 124 saham stagnan. Enam sektor ditutup menguat dengan kenaikan tertinggi ada pada sektor industri dasar dengan menguat 1,62% dan disusul oleh sektor Agri yang menguat 1,60%. Menguatnya IHSG  tersebut ditopang oleh aksi beli investor domestik dan menguatnya nilai tukar Rupiah di tengah-tengah menurunnya harga komoditas dan aksi jual oleh investor asing.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi dalam sesi perdagangan setengah hari. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,73%, Indeks Nasdaq terkoreksi –0,48% dan Indeks S&P terkoreksi –0,66%. Salah satu penyebab terkoreksi indeks tersebut adalah pelemahan harga minyak yang menyeret turun harga saham sektor energi. Saham sektor energi akhir pekan kemarin turun 3,3% akibat tertekan kekhawatiran pasar akan berlimpahnya pasokan minyak yang tidak diimbangi dengan permintaan. Harga minyak telah anjlok 30% sejak Oktober 2018. Saham-saham sektor minyak seperti Chevron dan Exxon Mobil ditutup terkoreksi masing-masing –3,4% dan –2,7%. Selain saham energi, saham sektor internet dan teknologi juga mengalami pelemahan akibat dari penurunan harga sama Apple dan Amazon. Di sisi lain, pelaku pasar juga bersiap menjelang pertemuan antara Presiden AS dengan Presiden Tiongkok pada pekan ini di sela-sela KTT G-20 untuk membicarakan penyelesaian perselisihan perdagangan antara kedua negara tersebut.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat tipis 0,01%. Menguatnya indeks Nikkei tersebut ditopang oleh melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar di tengah-tengah kekhawatiran terhadap turunnya harga minyak dunia, perlambatan permintaan batubara di Tiongkok dan kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya secara terbatas. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5980/5953 - 6025/6044.

Cermati :
UNVR, ADHI, EXCL, TLKM, BBTN, SCMA

 
BERITA EMITEN

INTP : Volume penjualan perseroan tumbuh 7% secara tahunan untuk periode Jan-Okt 2018 atau mencapai 15 juta ton. Di sisi lain, perseroan juga telah melakukan renegosiasi beberapa kontrak pasokan batu bara dan juga mencari rekanan baru dengan harga yang lebih kompetitif.
Rekomendasi : Netral
 
CARS : Hingga akhir tahun perseroan menggenjot efisiensi usaha sehingga dapat memaksimalkan pertumbuhan laba bersih pada tahun 2018. Efisiensi-efisiensi yang dapat dilakukan seperti pemangkasan inefisiensi pada biaya logistik dan secara promosi juga disesuaikan. Selain itu, pemulihan penjualan kendaraan roda empat pun menopang pertumbuhan kinerja perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
MIKA : Tengah menjajaki opsi akuisisi rumah sakit untuk meningkatkan pendapatan perseroan. Perseroan saat ini masih mengakuisisi dua rumah sakit dan apabila prosesnya berjalan lancara maka semester I tahun 2019 akuisisi tersebut dapat selesai.
Rekomendasi : Netral
 
BMRI : Telah menjual sebanyak 40% saham PT. Mandiri Axa General Insurance (MAGI) kepada mitra strategisnya yakni PT. AXA Asia. Penjualan tersebut membuat laporan keuangan MAGI tidak lagi dikonsolidasikan dalam perseroan. Penjualan tersebut juga membuat perseroan memiliki saham di MAGI menjadi 20%.
Rekomendasi : Netral
 
ENRG : Tengah mengincar peluang mengakuisisi blok minyak dan gas sehingga meningkatkan total aset yang dimiliki perseroan. Dana akuisisi tersebut akan bersumber dari penambahan modal melalui skema HMETD yang sudah disetujui pemegang saham pada 26 September 2018. Blok migas yang diincar adalah blok migas yang sudah berproduksi dan berlokasi di Indonesia.
Rekomendasi : Netral
 
BNBR : Akan fokus di sektor manufaktur dan infrastruktur sebagai upaya perbaikan bisnisnya. Perseroan mengucurkan investasi sebesar US$ 250 juta - US$ 300 juta untuk proyek bus listrik dalam tiga tahun ke depan. Perseroan juga berencana untuk menyediakan paket transportasi umum dari mulai penyediaan hingga pengelolaan. Untuk mendukung bisnis tersebut, perseroan akan bekerja sama dengan pemerintah Jawa Tengah dan Bali.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 18 Desember 201818 Dec 2018 09:41

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 80,54 poin atau terkoreksi –1,31% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.089,31 - 6.174,22. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Desember 201817 Dec 2018 08:48

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 7,88 poin atau terkoreksi –0,13% setelah bergerak sideways dalam range 6.160,35 - 6.185,48. Sebanyak 221 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Desember 201814 Dec 2018 08:51

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 62,14 poin atau menguat 1,02% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.139,33 - 6.186,05. Sebanyak 255 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Desember 201813 Dec 2018 09:12

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 38,99 poin atau menguat 0,64% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.084,34 - 6.118,23. Sebanyak 236 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Desember 201812 Dec 2018 09:18

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 34,77 poin atau melemah –0,57% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.069,16 - 6.106,99. Sebanyak tujuh [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF