News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 9 November 2018

IHSG kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ke delapan perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 36,92 poin atau menguat 0,62% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 5.949,52 - 5.996,84. Sebanyak 231 saham ditutup menguat, 164 saham melemah dan 122 saham stagnan. Secara sektoral, sebanyak 8 sektor ditutup menguat yang dipimpin oleh sektor Industri Dasar. Menguatnya IHSG kemarin dipengaruhi oleh sentimen eksternal yakni hasil Pemilu Sela di AS yang sesuai dengan perkiraan yakni dimana Partai Republik AS menguasai mayoritas Senat AS dan Partai Demokrat AS menguasai mayoritas DPR-AS. Di sisi lain, nilai tukar Rupiah yang terus menguat meninggalkan level Rp. 14.500/US$ juga turut menjadi sentimen positif penguat IHSG. Sementara investor asing tercatat melakukan aksi beli di pasar reguler mencapai Rp. 790 miliar dimana saham-saham yang paling banyak di beli antara lain saham BBRI, TLKM, BBNI, BMRI dan UNTR.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi. Indeks Dow ditutup menguat 0,04%. Sementara indeks Nasdaq dan Indeks S&P ditutup terkoreksi masing-masing –0,53% dan –0,25%. Bervariasinya penutupan indeks tadi malam dipengaruhi oleh sentimen pernyataan The Fed yang sebagian besar telah diperkirakan setelah mengakhiri pertemuan kebijakan moneternya selama dua hari. The Fed AS memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya dan mengisyaratkan akan menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan Desember mendatang. The Fed juga menyatakan bahwa kondisi ketenagakerjaan berada pada level yang kuat dan belanja rumah tangga menjaga ekonomi pada arahnya. Namun, The Fed juga mengatakan bahwa investasi bisnis terlihat moderat dari laju tercepatnya pada awal tahun ini, sehingga menciptakan kemungknan hambatan pada pertumbuhan ekonomi di masa mendatang. Meski demikian, pelaku pasar tampaknya mengharapkan komentar yang lebih dovish dari The Fed setelah aksi jual masif yang melanda pasar ekuitas pada Oktober 2018 yang lalu. Di sisi lain, faktor penekan indeks juga datang dari turunnya saham sektor energi sebesar 2,2% setelah minyak mentah berjangka AS mengonfirmasikan kondisi pasar yang bearish. Harga minyak AS turun lebih dari 20% dari level tertingginya pada 3 Oktober 2018 yang lalu dimana pembengkakan pasokan minyak mentah global yang lebih cepat dari yang diperkirakan.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –0,07% yang dipengaruhi oleh aksi profit taking yang diimbangi oleh pelemahan nilai tukar Yen.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik akhir pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan rawan akan aksi profit takin. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5952/5927 - 5999/6022.

Cermati :
UNVR, BBTN, BRPT, EXCL, HMSP, INCO, PGAS
                

                   
BERITA EMITEN

PTBA : Menggandeng PT. Pertamina dan perusahaan asal AS, Air Products and Chemicals Inc untuk mengembangkan proyek gasifikasi batu bara. Perseroan sudah memiliki dua kesepakatan proyek gasifikasi dengan rekanan yang berbeda untuk wilayah Peranap-Riau dan Tanjung Enim-Sumatera Selatan.
Rekomendasi : Netral
 
MLBI : Meresmikan fasilitas biomassa di lokasi operasionalnya di Sampangangung-Mojokerto-Jawa Timur. Fasilitas biomassa pertama di industri Consumer Goods tersebut, akan menghasilkan energi baru terbarukan yang menggantikan penggunaan bahan bakar gas alam.
Rekomendasi : Netral
 
PTPP : Diproyeksikan mampu untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan ke depannya meski perseroan mencetak penurunan laba bersih hingga Q3-2018. Pertumbuhan kinerja keuangan tahun depan diharapkan datang dari eksekusi sejumlah kontrak dalam pipeline. Sedangkan tahun ini didukung atas pembayaran pengerjaan sejumlah proyek pada Q4-2018.
Rekomendasi : Netral
 
MPMX : Melalui anak usahanya yakni PT. Mitra Pinasthika Mustika Auto, menghentikan kerja sama dengan PT. Nissan Motor Distributor Indonesia. Kedua pihak telah menandatangani perjanjuan pelepasan dan penyelesaian bersama pada 5 November 2018. Dengan begitu MPM Auto tidak lagi menjadi salah satu dealer resmi untuk penjualan ritel produk kendaraan bermotor merek Nissan dan Datsun, serta pemberian jasa service atau layanan purna jual dari produk mobil Nissan dan Datsun.
Rekomendasi : Netral
 
WSKT : Melalui anak usahanya yakni PT. Waskita Toll Road, memberikan pinjaman tunai kepada PT. Waskita Transjawa Toll Road. Pinjaman tersebut kemudian diteruskan ke PT. Pejagan Pemalang Tol Road.
Rekomendasi : Netral
 
BIRD : Hingga Q3-2018 mencetak kenaikan laba bersih 10,77% secara tahunan menjadi sebesar Rp. 334,67 miliar yang terdorong eskpansi organik. Sementara pendapatan tercatat turun 0,76% secara tahunan menjadi sebesar Rp. 3,1 triliun. Penurunan pendapatan tersebut dikarenakan masih ada persaingan yang sangat ketat di beberapa daerah di luar Jabodetabek, namun kian melonggar di Q3-2018 dibanding dua kuartal sebelumnya.
Rekomendasi : Netral
 
HKMU : Perseroan menargetkan bias memenuhi permintaan ekspor aluminium ekstruksi dari Amerika Serikat dan Belanda. Perseroan saat ini belum bias memenuhi permintaan ekspor yang besar lantaran kapasitas produksi terbatas. Hingga September 2018, ekspor aluminium solar panel masih sekitar 132,8 ton. sedangkan permintaan dari Belanda mencapai 500 ton sebulan. Demi mencapai target, perseroan menyiapkan belanja modal Rp 90 miliar pada tahun 2019. Dana itu digunakan untuk membeli empat mesin guna menggenjot kapasitas produksi aluminium.
Rekomendasi : Netral
 
CMPP : Kineja keuangan perseroan selama sembilan bulan kurang memuaskan. Pendapatan perseroan relatif stagnan, bahkan turun 1% menjadi 2,9 triliun. kerugian meningkat 45% menjadi Rp 639,16 miliar. Banyaknya bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami berpengaruh pada permintaan penerbangan khusus untuk kedatangan inbound ke Indonesia secara keseluruhan. Harga minyak yang meningkat juga turut mempengaruhi kinerja perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
ICBP : Hingga akhir September 2018, pendapatan perseroan naik 7% menjadi Rp 29,47 triliun dibandingkan periode sama tahun 2017. Kenaikan pendapatan ini menopang laba bersih yang meningkat 14,57% menjadi 3,48 triliun.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 21 November 201821 Nov 2018 08:49

IHSG di perdagangan Senin, awal pekan kemarin sebelum libur, mengakhiri penguatan beruntunnya dan ditutup terkoreksi. IHSG ditutup turun 7,05 poin atau terkoreksi –0,12% setelah [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 November 201816 Nov 2018 09:05

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga secara beruntun. IHSG di tutup naik 97,44 poin atau menguat 1,66% setelah di sepanjang sesi perdagangan [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 November 201814 Nov 2018 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 58,15 poin atau menguat 1,01% setelah bergerak sideways dalam range 5.747,53 - 5.850,38. Sebanyak 168 saham ditutup menguat, 188 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 November 201813 Nov 2018 09:10

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 97,10 poin atau melemah –1,65% setelah bergerak melemah di hampir sepanjang sesi perdagangan. [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 November 201812 Nov 2018 08:55

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin mengakhiri rally-nya selama delapan hari beruntun dan ditutup terkoreksi signifikan. IHSG ditutup turun 102,65 poin atau terkoreksi –1,72% [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF