News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 7 November 2018

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 3,34 poin atau menguat tipis 0,06% dan merupakan penguatan beruntun IHSG dalam enam sesi perdagangan. IHSG ditutup menguat setelah bergerak sideways dalam range 5.898,56 - 5.959,97. Sebanyak 199 saham ditutup menguat, 189 saham melemah dan 121 saham stagnan. Faktor menguatnya nilai tukar Rupiah dan aksi beli investor asing, menjadi sentimen pendorong menguat IHSG kemarin. Namun IHSG juga sempat mengalami tekanan khususnya dari aksi profit taking yang sempat mendorong IHSG terkoreksi hingga –0,37% setelah secara intra day sempat menguat 0,66%. Investor asing kemarin secara keseluruhan melakukan aksi beli di pasar reguler mencapai Rp. 853 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli antara lain BBCA, BBRI, ASII, GGRM, UNTR dan TLKM.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,68%, Indeks Nasdaq menguat 0,64% dan Indeks S&P menguat 0,63%. Menguatnya indeks tadi malam salh satunya dipicu oleh ekspektasi investor bahwa hasil pemilu paruh waktu akan memberikan kelegaan bagi pasar saham setelah ketidakpastian yang berkepanjangan. Di sisi lain, beberapa saham seperti CVS Health Corp, Mosaic Co, Marietta Materials, Mylan NV mengalami kenaikan didorong oleh laporan kinerja keuangan yang kuat. Meski demikian, volume perdagangan tadi malam relatif tipis dikarenakan banyak investor menahan diri untuk membuat pertaruhan besar apabila hasil pemilu paruh waktu nantinya mengejutkan. Kalangan pelaku pasar di Wall Street telah memperkirakan bahwa Partai Republik yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump akan kehilangan kendalinya di DPR-AS, walaupun mempertahankan dominasinya di Senat AS. Sementara sejumlah investor mengatakan bahwa mereka memperkirakan adanya aksi jual yang tajam, setidaknya dalam waktu dekat, apabila Partai Demokrat AS menguasai kendali baik di DPR maupun di Senat. Sebaliknya bursa saham dapat rally didorong ekspektasi pemangkasan pajak lebih lanjut apabila Partai Republik mempertahankan kendalinya di DPR. Sementara yang lain berharap bahwa hilangnya ketidakpastian tentang pemilu akan menciptakan dorongan yang baik. Dari sisi perselisihan dagang, sektor industri yang sensitif terhadap isu perdagangan ditutup naik 1,1% setelah Wakil Presiden Tiongkok, Wang Qishan, menyatakan bahwa Tiongkok siap untuk mengadakan diskusi dan bekerja sama dengan AS untuk menyelesaikan perselisihan perdagangannya.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,19% yang dipicu oleh menguatnya indeks di bursa Wall Street tadi malam sembari menantikan hasil pemilu paruh waktu di AS.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan rawan aksi profit taking yang berpotensi diimbangi oleh menguatnya nilai tukar Rupiah dan aksi beli yang dilakukan oleh investor asing. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5895/5866 - 5956/5989. Cermati :
TLKM, ADRO, BBCA, BBTN, BSDE, EXCL, MNCN, MIKA, UNVR
  
                               
BERITA EMITEN

TCPI : Menetapkan nilai transaksi pembelian 99,9% saham PT. Kanz Gemilang Utama (KGU) sebesar Rp. 239,96 miliar. Konsolidasi KGU ke perseroan diharapkan rampung sebelum akhir tahun 2018. KGU merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, pembangunan, perindustrian, percetakan, jasa dan angkutan.
Rekomendasi : Netral
 
GMFI  : Berniat mendirikan perusahaan patungan untuk mengelola pabrik ban pesawat pada tahun 2019. Perseroan tengah memfinalisasi calon rekanan yang mengerucut pada perusahaan asal Eropa dan AS. Saat ini perseroan juga masih dalam tahap kajian mengenai produsen suku cadang asli ban yang akan digandeng untuk pendirian pabrik. Perseroan juga masih perlu mengkaji porsi kepemilikan saham di perusahaan patungan tersebut.
Rekomendasi : Netral
 
SAPX : Melunasi obligasi wajib konversi (OWK) senilai Rp. 67,2 miliar kepada GD Express Carrier Bhd. Pelunasan tersebut berasal dari dana IPO saham perseroan. Dengan pelunasan utang tersebut, kini perseroan tidak lagi memiliki utang.
Rekomendasi : Netral
 
FILM : Hingga Q3-2018, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp. 232,8 miliar atau tumbuh 67% secara tahunan. Kinerja tersebut melampaui target yang ditetapkan dan mendorong perseroan untuk merilis film baru. Sementara laba usaha tumbuh 48% menjadi Rp. 122,2 miliar dan laba bersih tumbuh sebesar 30% menjadi Rp. 96,7 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
ANTM : Perseroan telah menjual emas sebanyak 24 ton atau menyentuh target yang dibidik tahun ini dalam periode Januari 2018 - Oktober 2018. Hingga akhir 2018, volume pemasaran perseroan diproyeksikan semakin meningkat. Penjualan emas hingga Q3-2018 melonjak 221% secara tahunan dari 6.966 kg menjadi 22.388 kg. Sementara penjualan bijih nikel per September 2018  tumbuh 99% menjadi 4,11 juta wet metric ton dari sebelumnya 2,06 juta wmt. Sementara penjualan bijih bauksit tercuci naik 39% secara tahunan dari 498.000 wmt menjadi 693.000 wmt.
Rekomendasi : Netral
 
SOSS : Perseroan meraih dana segar Rp 41,25 miliar dari initial public offering ( IPO). Sebesar Rp 8,5 miliar akan digunakan untuk mengakuisisi 20,61% saham PT Human Resources Provider. Kini peseroan memiliki 30,39% saham HRP, dan menjadi 51% selepas transaksi. Selain ekspansi anorganik, perseroan akan melebarkan bisnis ke luar jawa. Akan memfokuskan perluasan pasar dan bisnis usai melakukan IPO. Aksi tersebut diharapkan dapat menopang pertumbuhan kinerja keuangan perseroan ke depannya. Untuk pendapatan, perseroan menargetkan sebesar Rp. 1 triliun dan laba bersih sekitar Rp. 20 miliar - Rp. 30 miliar. Sedangkan pertumbuhan laba bersih tahun 2019 diharapkan dapat mencapai 5%-10%.
 
PZZA : Perseroan optimis mengejar ekspansi penambahan 60-65 gerai baru sepanjang 2018. Sepanjang januari – September 2018 perseroan telah merealisasikan 39 gerai baru. Total jumlah gerai per September 2018 mencapai 431 gerai.
Rekomendasi : Netral
 
TPIA : Perseroan akan megoperasikan pabrik karet sintetis berkapasitas produksi 120.000 ton per tahun. Potensi pendapatan dari bisnis tersebut mencapai US$ 300 juta per tahun. Target perseroan adalah pasar dalam negri dan pasar luar negri. Untuk pasar dalam negri, perseroan mengincar produsen ban. Bisnis karet sintetis ini akan diwakili PT Synthetic Rubber Indonesia.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 21 November 201821 Nov 2018 08:49

IHSG di perdagangan Senin, awal pekan kemarin sebelum libur, mengakhiri penguatan beruntunnya dan ditutup terkoreksi. IHSG ditutup turun 7,05 poin atau terkoreksi –0,12% setelah [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 November 201816 Nov 2018 09:05

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga secara beruntun. IHSG di tutup naik 97,44 poin atau menguat 1,66% setelah di sepanjang sesi perdagangan [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 November 201814 Nov 2018 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 58,15 poin atau menguat 1,01% setelah bergerak sideways dalam range 5.747,53 - 5.850,38. Sebanyak 168 saham ditutup menguat, 188 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 November 201813 Nov 2018 09:10

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 97,10 poin atau melemah –1,65% setelah bergerak melemah di hampir sepanjang sesi perdagangan. [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 November 201812 Nov 2018 08:55

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin mengakhiri rally-nya selama delapan hari beruntun dan ditutup terkoreksi signifikan. IHSG ditutup turun 102,65 poin atau terkoreksi –1,72% [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF