News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 5 November 2018

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari keempat secara beruntun. IHSG ditutup naik 70,37 poin atau menguat 1,21% setelah bergerak dalam range  5.827,15 - 5.906,29. Sebanyak 216 saham ditutup menguat, 171 saham melemah dan 119 saham stagnan. Sebanyak 8 sektor ditutup menguat yang dipimpin olej sektor Properti dan Consumer.  Positifnya pergerakan indeks di bursa Wall Street dan kawasan regional turut menopang penguatan IHSG setelah munculnya ekspektasi terhadap penyelesaian perselisihan dagang jelang pertemuan Presiden AS dengan Presiden Tiongkok. Sentimen lainnya yang turut mendorong penguatan IHSG yakni menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar serta investor asing yang masih mencatatkan aksi beli bersih di pasar reguler mencapai Rp. 1,01 triliun. Sentimen positif lainnya yang menopang penguatan IHSG datang dari kabar dibatalkannya kenaikan cukai rokok pada tahun depan sehingga mendorong saham GGRM dan HMSP menguat masing-masing 6,60% dan 4,11%. Sementara saham PGAS ditutup terkoreksi –9,05% sebagai akibat wacana domestic market obligation harga gas yang disalurkan ke PLN.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi dan mengakhiri penguatannya selama tiga sesi perdagangan secara beruntun. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,43%, Indeks Nasdaq terkoreksi –1,04% dan Indeks S&P terkoreksi –0,63%. Melemahnya indeks tersebut salah satunya disebabkan oleh penurunan tajam saham Apple di tengah-tengah rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Saham Apple anjlok 6,63% sehingga mendorong koreksi ketiga indeks utama Wall Street. Anjloknya saham Apple tersebut disebabkan oleh pengiriman produk iPhone-nya yang meleset dari perkiraan, meski Apple melaporkan kinerja laba dan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan. Di sisi lain, data utama ketenagakerjaan periode Oktober 2018 menunjukkan data yang kuat. Unemployment Rate tercatat sebesar 3,7% (sesuai dengan ekspektasi), Average Hourly Earnings MoM tercatat naik 0,2% (sesuai dengan ekspektasi) dan Non Farm Payrolls tercatat sebesar 250.000 (melampaui ekspektasi yang sebesar 190.000). Peningkatan Non Farm Payrolls disebabkan oleh adanya penambahan lapangan pekerjaan di bidang perawatan kesehatan, manufaktur, konstruksi, transportasi dan pergudangan. Laporan ketenagakerjaan yang solid tersebut mengindikasikan kuatnya perekonomian AS, namun juga menimbulkan kekhawatiran bahwa data tersebut akan mendorong The Fed AS untuk menaikkan suku bunga acuannya pada laju yang lebih cepat dikarenakan kenaikan upah dapat berdampak pada meningkatnya inflasi.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –1,08% yang turut dipengaruhi oleh pelemahan indeks di bursa Wall Street akhir pekan kemarin serta aksi profit taking paska penguatan indeks Nikkei sebesar 2,56% di akhir pekan kemarin.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan rawan akan aksi profit taking paska penguatan IHSG selama empat hari perdagangan secara beruntun. Selain itu, IHSG hari ini diperkirakan berpotensi dipengaruhi oleh penguatan nilai tukar Rupiah dan sikap wait & see terhadap rilis data GDP Indonesia untuk periode Q3-2018. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5854/5801 - 5933/5959.

Cermati :
AKRA, BBCA, BBRI, BBTN, HMSP, INTP, MNCN, MIKA, UNVR.
   

                             
BERITA EMITEN

PTPP : Masih optimistis dapat mengantongi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit di tahun 2018 sejalan dengan pembayaran sejumlah sejumlah proyek besar yang akan dikantongi pada akhir tahun ini. Proyek tersebut antara lain Kalibaru senilai Rp. 3 triliun, Makassar New Port senilai Rp. 2,5 triliun, power plant di Papua senilai Rp. 1,5 triliun dan sejumlah jalan tol. Pertumbuhan pendapatan diperkirakan masih bisa mencapai 15% dan laba bersih bisa tumbuh sekitar 10%-12%. Untuk Q3-2018, perseroan mengantongi pendapatan sebesar Rp. 14,78 triliun atau tumbuh 7,45% dibanding Q3-2017. Sementara laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 11,65% menjadi Rp. 874,67 miliar. Penurunan tersebut salah satunya disebabkan oleh naiknya beban usaha dan beban bunga.
Rekomendasi : Netral
 
TRAM : Kian fokus memacu lini bisnis batu baru. Tahun 2019 mendatang, perseroan menargetkan produksi dan penjualan batu bara sebesar 5 juta ton, meningkat dua kali lipat dari estimasi tahun 2018 yang sebanyak 2,5 juta ton. Saat ini perseroan juga masih dalam proses penambahan cadangan batu bara. Per Q3-2018, perseroan membukukan pendapatan sebesar US$ 173,27 juta, dibanding Q3-2017 yang sebesar US$ 16,13 juta. Penjualan batu bara berkontribusi terbesar dengan nilai mencapai US$ 115,31 juta, penambangan sebesar US$ 40,3 juta, penyewaan dan pengoperasian kapal sebesar US$ 16,57 juta, sewa alat berat senilai US$ 960.717, keagenan kapal sebesar US$ 55.946 dan handling fee senilai US$ 239. Sementara laba bersih tercatat sebesar US$ 6,65 juta, dari sebelumnya rugi bersih sebesar US$ 7,81 juta pada Q3-2017.
Rekomendasi : Netral
 
AKRA : Optimistis distribusi bahan bakar minyak sebagai lini utama pendapatan perseroan bisa tumbuh 10% hingga akhir tahun 2018. Dengan estimasi 10%, volume penyaluran BM pada 2018 dapat mencapai 2,2 juta kilo liter dibanding tahun 2017 yang sebesar 1,98 juta kilo liter. Per Q3-2018, pendapatan perseroan sebesar Rp. 16,83 triliun atau tumbuh 25,32% secara tahunan dimana bisnis BBM berkontribusi 72% terhadap total pendapatan. Sementara laba bersih tercatat naik 27,5% secara tahunan dari Rp. 1,02 triliun menjadi Rp. 1,29 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
PSSI : Membagikan dividen kas interim kepada pemegang sahamnya sebesar Rp. 5 per saham atau senilai total Rp. 25 miliar. Dividen interim tersebut merefleksikan rasio pay out sekita 14,8% dari laba bersih sepanjang Jan-Sep 2018. Kinerja perseroan positif dengan kontribusi bisnis tug and boat pengangkutan batu bara mengalami kenaikan signifikan sebesar 93%.
Rekomendasi : Netral
 
SMDR : Perseroan berhasil meraih pendapatan sebesar US$ 367,97 juta hingga akhir kuartal III 2018. Meski pendapatan meningkat, namun laba bersih perseroan tertahan kenaikan harga bahan bakar. Pendapatan meningkat sebesar 13% dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar US$ 316,68 juta.
Rekomendasi : Netral
 
BJBR : Perseroan berencana menambah modal melalui penerbitan saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement. Perseroan akan menerbitkan 360,1 juta saham dengan harga pelaksanaan minimal Rp 1900 per saham. Dengan kata lain perseroan membidik perolehan dana sebesar 684 miliar. Dana hasil private placement ini 100% akan digunakan untuk memperkuat modal modal yang ditujukan untuk ekspansi kredit.
Rekomendasi : Netral
 
BUMI : Laba bersih perseroan turun di kuartal III-2018. Perseroan mencatatkan laba bersih US$ 205,3 juta, lebih rendah 22,18% dari kuartal III 2017. Selain karena beban usaha yang masih tinggi , penurunan laba bersih ini disebabkan adanya rugi neto atas penjualan entitas anak sebesar US$ 84,61 juta.
Rekomendasi : Netral
 
DSNG : Melakukan pengambilalihan 100% saham dua perkebunan kelapa sawit dengan nilai akuisisi mencapai Rp. 1,35 triliun yakni PT. Bima Palma Nugraha dan PT. Bima Agri Sawit yang berlokasi di Kalimantan Timur.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 21 November 201821 Nov 2018 08:49

IHSG di perdagangan Senin, awal pekan kemarin sebelum libur, mengakhiri penguatan beruntunnya dan ditutup terkoreksi. IHSG ditutup turun 7,05 poin atau terkoreksi –0,12% setelah [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 November 201816 Nov 2018 09:05

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga secara beruntun. IHSG di tutup naik 97,44 poin atau menguat 1,66% setelah di sepanjang sesi perdagangan [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 November 201814 Nov 2018 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 58,15 poin atau menguat 1,01% setelah bergerak sideways dalam range 5.747,53 - 5.850,38. Sebanyak 168 saham ditutup menguat, 188 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 November 201813 Nov 2018 09:10

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 97,10 poin atau melemah –1,65% setelah bergerak melemah di hampir sepanjang sesi perdagangan. [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 November 201812 Nov 2018 08:55

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin mengakhiri rally-nya selama delapan hari beruntun dan ditutup terkoreksi signifikan. IHSG ditutup turun 102,65 poin atau terkoreksi –1,72% [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF