News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 12 Oktober 2018

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 117,85 poin atau terkoreksi –2,02% setelah di sepanjang sesi perdagangan tidak beranjak dari zona koreksi dalam range 5.669,72 - 5.746,24. Sebanyak 337 saham ditutup terkoreksi, 78 saham menguat dan 94 saham stagnan. Dari sisi sektoral, semua sektor ditutup melemah dengan pelemahan terbesar ada pada sektor Aneka Industri dan Keuangan yang terkoreksi masing-masing –2,92% dan –2,68%. Melemahnya IHSG tersebut sejalan dengan pelemahan indeks di kawasan regional yang umumnya terkoreksi signfikan. Koreksi yang melanda pasar ekuitas regional dan global tersebut disebabkan oleh sentimen pelemahan signifikan indeks di bursa Wall Street sebagai akibat tekanan naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Sentimen tersebut mendorong investor melakukan aksi jual masif di pasar ekuitas demi menghindari aset-aset berisiko. Sejalan dengan IHSG, nilai tukar Rupiah juga turut melemah dan telah menembus level Rp. 15.300/US$.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam kembali ditutup terkoreksi signifikan. Indeks Dow ditutup terkoreksi –2,13%, Indeks Nasdaq terkoreksi –1,25% dan Indeks S&P terkoreksi –2,06%. Koreksi indeks tadi malam dipicu oleh kekhawatiran investor atas memanasnya perang dagang antara AS dengan Tiongkok serta adanya risiko dari kenaikan suku bunga. Investor mengkhawatirkan pasar ekuitas akan mengalami kesulitan untuk pulih dikarenakan sentimen mengenai kenaikan suku bunga berbarengan dengan ketidakpastian tentang berapa banyak pertumbuhan laba korporasi akan dirugikan oleh perang dagang antara AS dengan Tiongkok. Seluruh 11 sektor utama dalam komponen indeks S&P mengakhiri sesi pergerakannya di zona koreksi dengan hanya sektor jasa telekomunikasi yang mencatatkan penurunan yang kurang dari –1%. Sektor energi mengalami koreski sebesar –3,1% setelah harga minyak mencapai posisi terendahnya dalam dua pekan terakhir menyusul laporan industri yang menunjukkan kenaikan persediaan minyak mentah AS lebih besar dari perkiraan. Namun tekanan terhadap indeks mampu sedikit diredam setelah rilis data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan sehingga membantu mengurangi kekhawatiran terhadap meningkatnya tekanan inflasi. Data tersebut juga turut membantu mendorong turun imbal hasil obligasi AS ke level terendah dalam satu pekan terakhir. Sebelumnya kenaikan imbal hasil US Treasury telah memicu kekhawatiran bahwa meningkatnya biaya pinjaman dapat memperlambat ekonomi dan mempengaruhi kebijakan moneter di masa depan. Inflasi AS periode September 2018 secara MoM naik sebesar 0,1% (ekspektasi 0,2%) dan secara YoY sebesar 2,3% yang lebih rendah dari periode sebelumnya yang sebesar 2,7%.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –1,18% yang masih dipengaruhi oleh penurunan indeks di bursa AS di tengah kekhawatiran yang bekepanjangan tentang suku bunga yang lebih tinggi dan perang dagang.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik akhir pekan ini, diperkirakan IHSG masih rawan akan tekanan seiring masih maraknya sentimen negatif eksternal. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range  5666/5630 - 5743/5783.

Cermati :
BRPT, UNVR,  ITMG,  LPPF, ASII, BBRI, ICBP, PGAS, EXCL, SRIL
  

                  
BERITA EMITEN

CTRA : Merealisasikan nilai marketing sales sebesar Rp. 5,14 triliun di sepanjang Januari - September 2018 atau 66,6% dari target tahun 2018 yang sebesar Rp. 7,72 triliun. Meskipun kinerja pemasaran hingga Q3-2018 relatif terbatas, namun perseroan tetap optimistis bisa mencapai target tahun ini.
Rekomendasi : Netral
 
GMFI : Menyepakati kerja sama dengan Air France Industries KLM Engineering & Maintenance serta China Communications Construction Indonesia senilai total US$ 900 juta. Perjanjian tersebut ditandatangani di acara Indonesia Investment Forum 2018 di Bali kemarin. Perjanjian dengan Air France senilai US$ 400 juta yang berlangsung selama 10 tahun, berupa kolaborasi untuk memperkuta posisi dalam industri perawatan pesawat. Sementara perjanjian dengan China Communications bernilai US$ 500 juta, bisa berupa pendirian perusahaan patungan dan pembiayaan proyek terkait MRO ataupun jasa penerbangan lainnya.
Rekomendasi : Netral
 
DNAR : Apro Financial Co Ltd meraih izin dari OJK terkait akuisisi 77,3% saham perseroan. Apro Financial berniat menggabungkan perseroan dengan Bank Oke Indonesia yang telah dikuasai sahamnya hingga 99%. Apro Financial dalam jangka panjang akan meningkatkan modal bank yang diakuisisinya menjadi bank umum kegiatan usaha (BUKU) III secara organik maupun anorganik.
Rekomendasi : Netral
 
JSMR : Akan meraih kesepakatan investasi dari sejumlah pihak senilai total Rp. 4,5 triliun terkait instrumen dana investasi infrastruktur (Dinfra) dan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT). Dana tersebut nantinya akan dialokasikan untuk mendukung ekspansi jalan tol.
Rekomendasi : Netral
 
CARS : Melalui entitas anak tidak langsung, PT. Meka Adipratama, mengakuisisi sebanyak 64.999 saham PT. Andalan Adhi Niaga dimana transaksi tersebut bertujuan untuk meningkatkan sinergi penjualan suku cadang otomotif.
Rekomendasi : Netral
 
PGAS : Hingga kini perseroan belum menuntaskan akuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas). Perseroan mengklaim sedang menunggu rampungnya proses administrasi. Target pembayaran Pertagas adalah November 2018. Pada tahap awal, perseroan akan membayar separuh dari total biaya atau Rp 8,3 triliun. semestara separuh lagi akan mereka tuangkan dalam bentuk promisory note. Keputusan perseroan memilih promisory note sekaligus membatalkan rencana pencarian dana dari pihak ketiga asal luar negri. Alasannya, nilai tukar dollar AS terhadap rupiah sedang mendaki.
 
JSMR : Perseroan merancang pendanaan alternative untuk mendukung ekspansi proyek jalan tol. Perseroan sedang menyiapkan skema Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra). Lewat penerbitan Dinfra ini, perseroan menargetkan menghimpun dana hingga Rp 1,5 triliun. dana itu akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan di proyek perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
SKRN : Perseroan meraih dana segar sebesar Rp 210 miliar melalui penawaran perdana saham kepada public. Dana tersebut, sebesar 50% akan di alokasikan sebagai uang muka pembelian crane baru. Sekitar 25% akan digunakan untuk melakukan restrukturisasi utang dan sisanya untuk modal kerja perseroan. Perseroan membidik laba bersih sekitar Rp. 120 miliar - Rp. 140 miliar pada tahun 2019 atau tumbuh sekitar 20% secara tahunan dengan nilai pendapatan diperkirakan dapat mencapai Rp. 600 miliar. Raihan profit tersebut sejalan dengan penambahan kontrak yang digenggam perseroan. Saat ini perseroan sudah memegang nilai kontrak penyewaan senilai US$ 40 juta. Hingga dengan tahun 2021, kontrak ditargetkan naik menjadi US$ 100 juta yang ditargetkan berasal dari sektor infrastruktur, minyak dan gas, serta pertambangan.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 14 Desember 201814 Dec 2018 08:51

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 62,14 poin atau menguat 1,02% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.139,33 - 6.186,05. Sebanyak 255 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Desember 201813 Dec 2018 09:12

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 38,99 poin atau menguat 0,64% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.084,34 - 6.118,23. Sebanyak 236 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Desember 201812 Dec 2018 09:18

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 34,77 poin atau melemah –0,57% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.069,16 - 6.106,99. Sebanyak tujuh [ ... ]

Read more...
Morning Note 11 Desember 201811 Dec 2018 08:44

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 15 poin atau terkoreksi –0,24%, setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.078,63 - 6.121,78. [ ... ]

Read more...
Morning Note 10 Desember 201810 Dec 2018 09:02

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup naik 10,86 poin atau menguat terbatas 0,18% setelah bergerak sideways dalam range 6.103,18 - 6.141,47. Sebanyak 222 saham ditutup menguat, [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF