News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 11 Oktober 2018

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 23,88 poin atau menguat 0,41% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 5.798,74 - 5.832,93. Sebanyak 220 saham ditutup menguat, 177 saham melemah dan 122 saham stagnan. Menguatnya IHSG kemarin masih melanjutkan penguatan sebelumnya ditengah-tengah pergerakan mixed indeks di bursa kawasan regional. Meski menguat, investor asing masih mencatatkan aksi net sell di pasar reguler yang mencapai Rp. 434 miliar. Kendati demikian, beberapa saham unggulan tercatat menguat seperti  GGRM, UNVR, AALI, PGAS dan BMRI yang didukung oleh aksi beli investor asing.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi signifikan. Indeks Dow dan indeks S&P mencatatkan penurunan terbesarnya sejak 8 Februari 2018, sementara indeks Nasdaq mencatatkan penurunan terbesarnya sejak 24 Juni 2016. Indeks Dow ditutup terkoreksi –3,15%, Indeks Nasdaq terkoreksi –4,08% dan Indeks S&P terkoreksi –3,29%. Melemahnya indeks tadi malam dipicu oleh imbal hasil obligasi AS bertenor jangka panjang yang kembali naik yang memperpanjang tren kenaikannya selama beberapa pekan terakhir yang didorong oleh solidnya data ekonomi AS yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga selama 12 tahun ke depan. Imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun naik ke level 3,26%, level tertinggi sejak tahun 2011 dan imbal hasil US Treasury bertenor 2 tahun naik ke level 2,91%, level tertinggi dalam satu dekade terakhir. Naiknya imbal hasil obligasi tersebut memicu investor mengalihkan modalnya dari aset-aset berisiko sehingga memberi tekanan pada pasar ekuitas. Selain itu, di saat yang sama, kekhawatiran investor tentang dampakl dari ketegangan perdagangan terhadap laba korporasi dan Badai Michael yang melanda Florida, menambah ketidakpastian. Aksi jual masif pada saham sektor teknologi juga turut menekan indeks. Saham sektor teknologi pada komponen indeks S&P tercatat turun sebesar –4,8% dengan saham Apple yang anjlok –4,6% menjadi penekan terbesarnya. Sementara saham sektor layanan komunikasi, consumer discreationary, energi dan industri mengalami penurunan lebih dari –3%.  Pelaku pasar juga sedang menantikan data inflasi yang diperkirakan akan menjadi landasan bagi The Fed AS untuk menaikkan kembali suku bunga acuannya.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –1,97% yang turut tertekan oleh koreksi signifikan di bursa Wall Street tadi malam dan menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan tertekan seiring pelemahan pasar ekuitas global paska koreksi indeks di bursa AS tadi malam akibat kenaikan imbal hasil US Treasury. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5802/5783 - 5836/5852.

Cermati :
AALI, AKRA, ADRO, ASII, BBRI, ICBP, INCO, RALS, UNVR.
                   

BERITA EMITEN

KINO : Perseroan membeli saham milik Morinaga & Co Ltd di PT. Morinaga Kino Indonesia yang merupakan produsen beragam makanan manis, makanan ringan dan minuman serbuk, senilai Rp. 74,89 miliar. Pembelian tersebut menjadikan perseroan sebagai pengendali baru di perusahaan tersebut.
Rekomendasi : Netral
 
DUCK : Setelah melangsungkan IPO, perseroan berencana menambah hingga 12 cabang restoran dalam 12 bulan ke depan. Ekspansi tersebut termasuk penambahan cabang di domestik maupun luar negeri. Ekspansi di luar negeri akan dimulai tahun 2019 dengan membuka cabang di Ho Chi Minh - Vietnam dan akan disusul dengan pembukaan jaringan di wilayah Vietnam lainnya yakni Hanoi, di Yangoon-Myanmar dan di Phnom Penh-Kamboja. Untuk tahun 2018, perseroan mengincar laba bersih sebesar Rp. 111 miliar dibanding pencapaian tahun 2017 yang sebesar Rp. 72 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
GMFI : Akan menjalin kerja sama strategis dengan maskapai yang berbasis di Perancis, Air France-KLM. Penandatanganan kontrak kerja sama tersebut dilakukan di sela pertemuan International Monetary Fund-World Bank 2018 di Bali kemarin.
Rekomendasi : Netral
 
TRAM : Melalui anak usahanya yakni PT. Gunung Bara Utama, meraih kontrak kerja sama penggunaan infrastruktur logistik pertambangan dengan PT. Citra Dayak Indah. Kontrak tersebut berjangka waktu tiga tahun atau berakhir hingga 8 Oktober 2021 dengan opsi perpanjangan. Volume batubara yang disepakati untuk dikerjasamakan minimal 700.000 ton per tahun. Namun melihat potensi volume batubara yang ada, angkanya berpotensi meningkat hingga 1 juta ton. Terkait produksi batubara perseroan melalui anak usahanya tersebut diprediksi mencapai 7 juta ton pada tahun 2019. Sedangkan pada tahun ini ditargetkan mencapai 3,5 juta ton.
Rekomendasi : Netral
 
BMRI : Mencatatkan pertumbuhan penyaluran KPR hingga Q3-2018 sekitar 8,9%-9% secara tahunan atau sekitar Rp. 42 triliun. Sementara itu, tahun 2018 perseroan menargetkan KPR tumbuh hingga 12% secara tahunan.
Rekomendasi : Netral
 
IKAI : Perseroan akan menerbitakn saham baru atau right issue setelah mendapatkan restu rapat umum pemegang saham. Perseroan akan menerbitkan 3,86 miliar unit saham dengan nominal Rp 50 per saham. Dengan harga penawaran 120 per saham. Perseroan membidik dana sekitar Rp 463,89 miliar dari perhelatan right issue. Dana hasil penerbitan saham baru itu akan digunakan untuk mengembangkan bisnis perhotelan.
Rekomendasi : Netral
 
SMCB : Pendapatan perseroan meningkat 12% menjadi 2,92 triliun pada periode Juli – September 2018. Kontribusi terbesar dating dari volume penjualan ebanyak 3 juta ton, yang dating dari kebutuhan sector perumahan dan infrastruktur. Hingga akhir September 2018, penjualan meningkat 7% menjadi 7,37 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
GOOD : Melalui penawaran perdana saham alias Initial Public Offering, perseroan melepas 762,84 juta saham atau setara 10,34% modal disetor. Dari jumlah itu, 727,84 juta saham dialokasikan khusus untuk eksekusi mandatory convertible bond milik pelican. Hanya 35 juta saham atau setara 4,5% yang jadi jatah public. Seluruh dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja perseroan dan sebagai strategi jangka panjang perseroan dalam hal mengembangkan bisnis.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 18 Desember 201818 Dec 2018 09:41

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 80,54 poin atau terkoreksi –1,31% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.089,31 - 6.174,22. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Desember 201817 Dec 2018 08:48

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 7,88 poin atau terkoreksi –0,13% setelah bergerak sideways dalam range 6.160,35 - 6.185,48. Sebanyak 221 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Desember 201814 Dec 2018 08:51

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 62,14 poin atau menguat 1,02% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.139,33 - 6.186,05. Sebanyak 255 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Desember 201813 Dec 2018 09:12

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 38,99 poin atau menguat 0,64% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.084,34 - 6.118,23. Sebanyak 236 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Desember 201812 Dec 2018 09:18

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 34,77 poin atau melemah –0,57% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.069,16 - 6.106,99. Sebanyak tujuh [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF